Friday, June 1, 2012

SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN UANG PADA KOPERASI SERBA GUNA

By lryan Rc   Posted at  6/01/2012 09:32:00 AM   Kumpulan Makalah 1 comment


SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN UANG
PADA KOPERASI SERBA GUNA



Disusun oleh :

Richi Lerian
111079








JURUSAN TEHNIK INFORMATIKA
STIMIK TEKNOKRAT
BANDAR LAMPUNG
2012

BAB I
PENDAHULUAN

               Pada bab ini penulis akan memaparkan latar belakang dari judul Tugas Akhir yaitu “Sistem Informasi Peminjaman Uang pada Koperasi Serba Guna, maksud dan tujuan,   metodologi penyusunan, serta sistematika penyusunan tugas akhir.
1.1    Latar Belakang Masalah
Koperasi Serba Guna adalah koperasi simpan pinjam yang merupakan usaha bersama yang memiliki tujuan mensejahterakan anggotanya dengan berazaskan kekeluargaan, dimana anggota koperasi ini terdiri dari Masyarakat Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung. Sampai saat ini anggota koperasi sudah mencapai 365 anggota. Koperasi ini sudah berbadan hukum sejak tanggal 8 Juli 1999.
Usaha yang dilaksanakan Koperasi Serba Guna disamping simpan pinjam yaitu berupa pinjaman niaga untuk modal usaha anggota, juga penyertaan modal usaha atau memenuhi pesanan barang menjadi piutang barang. Anggota koperasi ini mayoritas bekerja sebagai pegawai negeri dan petani, oleh karena itu cukup banyak anggota yang meninjam uang untuk keperluan atau untuk modal usaha mereka.
Semua sistem administrasi pada Koperasi Serba Guna ini masih dilakukan secara manual termasuk sistem administrasi peminjaman dan pengembalian uang
koperasi. Dengan jumlah anggota yang cukup besar dan sistem administrasi yang masih manual serta jumlah pengurus koperasi yang sangat terbatas, tentu akan menimbulkan lambannya kinerja koperasi yang mengakibatkan  ketidakpuasan anggota terhadap koperasi tersebut, sedangkan memberi kepuasan pelayanan terhadap anggota merupakan salah satu upaya Koperasi Serba Guna untuk mensejahterakan setiap anggotanya.

1.2    Identifikasi Masalah
Koperasi Serba Guna telah melakukan usaha yang menguntungkan bagi anggotanya yang terdiri dari menerima simpanan uang anggota, memberikan pinjaman niaga untuk modal usaha anggota, juga penyertaan modal usaha atau memenuhi pesanan barang menjadi piutang barang. Namun mengingat mayoritas anggota koperasi berpenghasilan sebagai pegawai negeri dan petani, maka yang lebih menguntungkan dan mensejahterankan anggotanya adalah memberikan pinjaman uang kepada anggota yang membutuhkannya.
Pada prosedur sistem peminjaman yang sedang berjalan, terdapat permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
1.   Dengan jumlah anggota yang cukup besar dan  sistem administrasi yang masih manual dapat mengakibatkan lambannya kinerja koperasi
2.   Pada sistem yang berjalan ini, terdapat kesalahan-kesalahan pada administrasi peminjaman misalnya kesalahan dalam memberikan jumlah pinjaman ataupun dalam pembayaran angsuran.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis merumuskan suatu masalah mengenai bagaimana perancangan sistem informasi peminjaman uang pada Koperasi Serba Guna dengan tujuan sebagai berikut :
1.   Sistem Informasi ini dapat meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan pada administrasi peminjaman dan pengembalian uang
2.   Meningkatkan kinerja pengurus koperasi
3.   Dapat memenuhi prosedur-prosedur yang diharapkan oleh semua pihak yang bersangkutan dengan koperasi tersebut.
Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan Koperasi Serba Guna dapat memberikan berbagai bentuk kemudahan dalam administrasi peminjaman dan pengembalian uang koperasi serta memberikan keuntungan terhadap Koperasi ini.

1.3    Maksud dan Tujan Penyusunan
Maksud dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan studi pada jurusan Manajemen Informatika, Program Pendidikan Diploma 3, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). 
Adapun tujuan dari penulis adalah untuk merancang sistem informasi simpan pinjam pada Koperasi Serba Guna membantu kinerja koperasi tersebut secara lebih efektif dan efisien sehingga Koperasi Serba Guna ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap seluruh anggotanya. Sistem informasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengurus maupun anggota Koperasi Serba Guna.
1.4    Pembatasan Masalah
Banyak permasalahan yang muncul pada tugas akhir yang disusun oleh penulis, namun penulis lebih memfokuskan pada sistem administrasi peminjaman dan pengembalian uang koperasi pada Koperasi Serba Guna dimana anggota yang diperbolehkan meminjam uang koperasi adalah anggota tetap yang sudah melunasi simpanan pokok. Uang yang dipinjam oleh anggota koperasi tentunya harus dikembalikan sesuai ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak koperasi.
            Sistem informasi yang dibuat oleh penulis hanya dapat digunakan untuk administrasi  peminjaman dan pengembalian uang koperasi tersebut.

1.5    Metodologi Penyusunan
Metodologi yang dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data-data mengenai administrasi simpan pinjam pada Koperasi Serba Guna adalah sebagai berikut :
1.   Observasi
Observasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan oleh pengumpul data terhadap gejala atau peristiwa yang diselidiki pada objek penyusunan. Pada metode ini penulis mengadakan pengamatan  serta   pencatatan terhadap obyek yang diteliti yaitu mengenai prosedur simpan pinjam yang sedang berjalan pada Koperasi Serba Guna.
2.      Survei
Setelah melakukan observasi, kemudian penulis melakukan survei. Metode ini berbeda dengan metode observasi. Pada metode ini penulis mengumpulkan data melalui permintaan keterangan atau jawaban kepada sumber data dengan menggunakan daftar pertanyaan, kuesioner, dan angket sebagai alatnya. Alat yang digunakan oleh penulis pada metode ini adalah berupa daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan yang telah disusun oleh penulis diberikan kepada sumber data, dimana sumber data yang dimaksud oleh penulis adalah pengurus koperasi dan para anggota Koperasi Serba Guna tersebut.
3.      Interview
Metode interview disebut juga metode wawancara dimana pengumpulan datanya dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data dengan sumber data. Panulis  mengumpulkan data melalui tatap muka dan tanya jawab langsung dengan pengurus koperasi khusunya ketua, bendahara dan salah satu anggota Koperasi Serba Guna mengenai prosedur simpan pinjam di koperasi tersebut.
4.   Studi Pustaka
Untuk melengkapi data yang diperlukan oleh penulis, penulis melakukan studi pustaka yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan permasalahan, baik dari sumber dokumen maupun buku-buku.
Dengan teknik dan metode yang disebutkan di atas, data yang diperlukan untuk bahan penyusunan Tugas Akhir dapat terkumpul. Data-data yang telah ada kemudian diolah sedemikian rupa guna menghasilkan suatu laporan kerja praktek yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
            Adapun pengembangan sistem yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan model classic life cycle / model waterfall, dimana tahapannya adalah sebagai berikut :
1.      Rekayasa perangkat lunak (Software Engineering), merupakan kegiatan untuk menentukan software apa yang akan dibangun.
2.      Analisis perangkat lunak (Software Analysis), dilakukan dengan cara menganalisa kebutuhan akan fungsi – fungsi perangkat lunak yang dibutuhkan.adapun fungsi – fungsi tersebut meliputi fungsi masukan, fungsi proses, dan fungsi keluaran.
3.      Perancangan perangkat lunak (Software Design), merupakan perancangan perangkat lunak yang dilakukan berdasarkan data – data yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Perancangan tersebut meliputi perancangan struktur file, struktur menu, struktur program, format masukan (input), dan format keluaran (output).
4.      Implementasi perangkat lunak (Coding), yaitu kegiatan yang mengimplementasikan hasil dari perancangan perangkat lunak kedalam kode program yang dimengerti oleh bahasa mesin.
5.      Pengujian perangkat lunak (Testing), memfokuskan pada logika internal dari perangkat lunak, fungsi eksternal, dan mencari segala kemungkinan kesalahan, memeriksa apakah input sesuai dengan hasil yang diinginkan setelah proses.
6.      Pemeliharaan perangkat lunak (Maintenance), merupakan suatu kegiatan untuk memelihara perangkat lunak yang sudah dibuat, pemeliharaan tersebut dilakukan agar keutuhan program dapat terjaga seperti validasi data, update data, dan integrasi data. 


1.6  Sistematika Penulisan
               Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis membagi-bagi pokok bahasan menjadi 6 Bab, yang terdiri dari :
BAB I    PENDAHULUAN
               Pada bab ini penulis membahas mengenai latar belakang, identifikasi, pembatasan masalah, maksud dan tujuan, metodologi penyusunan laporan, serta sistematika penulisan Tugas Akhir tentang “Sistem Informasi Peminjaman Uang pada Koperasi Serba Guna”
BAB II   LANDASAN TEORI
               Pada bab ini penulis membahas teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibahas dan juga pengertian dari istilah-istilah yang digunakan pada penulisan laporan ini.
BAB III          ANALISIS SISTEM INFORMASI
               Analisis perusahaan, analisis prosedur sistem yang sedang berjalan, serta analisis prosedur dokumen yang sedang berjalan terdapat pada Bab III ini
BAB IV          PERANCANGAN SISTEM
               Perancangan sistem yang terdapat pada Bab IV ini terdiri dari perancangan proses, perancangan basis data, perancangan program mulai dari perancangan format masukan sampai perancangan format keluaran dan stuktur program, serta perancangan pebutuhan sistem.
BAB V   IMPLEMENTASI
               Pada bab ini penulis mengimplementasikan program yang telah dibuat dan dianalisis sebelumnya.
BAB VI PENUTUP
               Pada bab penutup ini terdiri dari sub bab kesimpulan yang membahas kesimpulan dari Tugas Akhir yang telah selesai dikerjakan penulis dan sub bab saran dimana didalamnya terdapat saran-saran yang diberikan penulis untuk Tugas Akhir ini, perusahaan yang dianalisis oleh penulis, juga saran bagi universitas yang selama ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan perkuliahan.


BAB II
LANDASAN TEORI

Landasan teori yang digunakan penulis sangat menunjang dalam penyusunan laporan Tugas Akhir. Oleh karena itu pada bab ini penulis menjelaskan teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibahas pada penulisan laporan ini.

2.1 Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi.

2.1.1 Pengertian Sistem
               Berikut ini ada beberapa pengertian mengenai sistem :
Menurut Azh [1]
“Sistem merupakan kumpulan / grup dari sub sistem atau bagian atau komponen papun baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.”

Menurut Jog [5]
“Kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.”      

Dari ketiga uraian mengenai sistem itu, maka dapat disimpulkan bahwa suatu sistem adalah gabungan dari beberapa komponen atau elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi sesamanya untuk mencapai tujuan atau hasil, tujuan tersebut dapat berbentuk informasi, energi atau barang.

2.1.2  Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives atau goal).
a.   Komponen Sistem
Komponen sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem.
b.  Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem
               Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
d.   Penghubung Sistem
               Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e.  Masukan Sistem
               Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input).  Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
f.    Keluaran Sistem
               Keluaran adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan bagi subsistem yang lain atau supra sistem.
g.  Pengolah Sistem
               Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
h.   Sasaran Sistem
               Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak  akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuannya.

2.2  Konsep Dasar Informasi
Melihat informasi sebagai salah satu sumber daya yang tersedia bagi manager dan memiliki nilai sama dengan sumber daya lainya. Informasi sangatlah berharga karena informasi dapat menunjukan sumber daya lainya. Pada bagian ini membahas tentang konsep informasi serta klasifikasi dan kualitas informasi.

2.2.1  Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah ke dalam satu bentuk tertentu, sehingga mempunyai arti bagi penerimanya. Hal ini meliputi semua data yang membantu dan memperluas pengetahuan yang diperlukan  untuk mengambil keputusan dan dalam bertindak, serta memungkinkan dilaksanakanya komunikasi.
Pada dasarnya informasi berbeda dengan data. Dengan kata lain informasi adalah data yang telah diolah dan dapat digunakan sebagai dasar keputusan. Dalam Proses pengambilan keputusan, kebutuhan yang cukup mendasar adalah informasi-informasi yang menunjang keputusan tersebut . Transformasi data menjadi informasi dapat dilihat pada gambar berikut ini.                      
                    
2.2.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari sistem informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal yaitu:
a.       Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau meenyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b.      Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam peengambilan keputusan.
c.       Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.

2.2.3  Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan  dengan biaya meendapatkanya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya unttuk memperolehnya, karena sebagian informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak didalam perusahaan.

2.3    Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.
               Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem informasi, akan lebuh baik jika konsep dari sistem itu sendiri dipahami terlebih dahulu

2.3.1 Komponen Sistem Informasi
Menurut Burch  dan Garry Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building blok) yaitu :
a.       Blok masukan (input blok), input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b.      Blok model (model blok), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data dan input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah tertentu unttuk meenghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.       Blok keluaran (output blok), produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
d.      Blok teknologi (tecnology blok), teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dalam sistm informasi. Teknologi digunakan untuk mrenerima input, menjalankan model, menyimpan daan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara kesuluruhan.
e.       Blok basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi .
f.       Blok Kendali. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.
2.3.2       Alat Bantu Analisis Perancangan Sistem Informasi
Alat Bantu yang digunakan dalam perancangan sistem adalah:
1. Data Flow Diagram
               Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. DFD merupakan diagram yang menyatakan notasi-notasi untuk menggambarkan aliran data. Sebuah DFD menggambarkan aliran informasi tanpa representasi logika prosedural yang eksplisit yang dimana data tersebut mengalir atau akan disimpan.
DFD level 0 disebut juga diagram konteks yang mempresentasikan seluruh elemen sistem sebagai lingkaran tunggal dengan data input / output ditunjukan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan
DFD level 1 merupakan partisi dari level 0 untuk mengungkapkan secara detail fungsi-fungsi yang ada dalam DFD level 0 atau diagram konteks. DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. Beberapa simbol yang digunakan dalam DFD yaitu antara lain:
a.      External Entity (entitas eksternal)
      Merupakan kesatuan lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan masukan atau menerima keluaran dari sistem. Dan dilambangkan dengan symbol kotak, dimana eksternal entity ini diitentifikasikan dengan nama entitasnya dengan cara menuliskan di dalam kotak tersebut.

b.      Data Flow
Arus data dilambangkan dengan tanda panah dan arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data atau media penyimpanan dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus data yang berupa masukan untuk sistem dan keluaran hasil proses sistem
c.       Process (proses)
Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil arus data yang masuk kedalam proses untuk menghasilkan arus data yang keluar proses. Proses dilambangkan dengan ujung-ujung tumpul tergantung dari tipe chartnya, setiap proses memberikan penjelasan antara lain dengan memberikan nomor proses dan nama proses yang ditulis didalam lingkaran atau segi empat tumpul.
d.  Data Store (Simpanan data)
Merupakan simpanan data yang berupa:
1.   File atau database disistem komputer
2.   Arsip atau catatan manual .
Dilambangkan dengan sepasang garis pararel horizontal yang ujungnya tertutup dan diidentifikasikan dengan nama data store atau nomor/kode yang ditulis  didalamnya.
2.      Kamus Data (Data Dictionary)
Adalah Katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.

3.      Diagram Sistem Prosedur (FlowMap)
Merupakan diagram alir yang menunjukkan arus dari dokumen aliran data fisik, entitas-entitas system informasi dan kegiatan operasi yang berhubungan dengan ssitem informasi.
4.      Entity Relation Diagram (ERD)
Adalah model data yang digunakan untuk menggambrkan data dalam satu rancangan penjelasan.

2.4 Database
               Database adalah kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu database menunjukan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan, instansi.
               Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, merupakan satu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri dari field-field yang saling berhubungan untuk menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.
               Untuk menyebut isi dari field maka digunakan atribute atau merupakan judul dari satu kelompok entity tertentu. Entity adalah suatu obyek yang nyata dan akan direkam.
Set program pengelola merupakan satu paket program yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan atau pembacaan informasi ke dalam database.

2.4.1  Entity
Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.

2.4.2  Atribute
Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Atribute juga disebut sebagai data elemen, data field, data item.

2.4.3  Record
Record adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor karyawan, nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk.

2.4.4  File
File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama, namun berbeda-beda data valuenya.

2.4.5  Database Management System (DBMS)
               DBMS atau  Database Management System merupakan kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.

2.4.6  Bahasa DBMS
Paket bahasa dalam DBMS dibagi menjadi beberapa definisi, yaitu :
a.       Data Definition Language (DDL)
Pola / scheme database di spesifikasikan dengan satu set definisi yang diekspresikan dengan satu bahasa khusus disebut DDL (Data Definition Language). Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari tabel yang disimpan dalam file khusus disebut Data Dictionary / Directory.
Satu data directory adalah satu file yang berisi metadata, yaitu data mengenai data. File ini dikonsultasikan sebelum data sebenarnya dibaca atau dimodifikasikan dalam satu sistem database.
b.      Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau manipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.
c.       Query
Query adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Merupakan bagian DML yang digunakan untuk pengambilan informasi, disebut Query Language.

2.4.7  Teknik Normalisasi
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan data entity dan relasinya.
Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah atau insert, menghapus atau delete, mengubah atau update, membaca atau retrieve pada satu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi.

2.4.8  Kegunaan Database / Syarat Database
               Penyusunan satu database digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data yaitu :
  • Redundansi dan inkonsistensi data
  • Kesulitan pengasesan data
  • Isolasi data untuk standardisasi
  • Multiple user (banyak pemakai)
  • Masalah keamanan (security)
  • Masalah integrasi (kesatuan)
  • Masalah data independence (kebebasan data)

2.5    Borland Delphi
            Borland internasional incorporation merilis Borland Delphi 5.0 dalam tiga edisi, yaitu:
a.       Delphi 5.0 standard
Dilengkapi dengan berbagai kemampuan untuk mempermudah pemrograman aplikasi wimdows.Edisi ini dilengkapi fasilitas seperti drag-and drop visual programming, visual componen library yang meliputi lebih dari 85 component reusable.
b.      Delphi 5.0 enterprise
Dirilis dengan tujuan utama memberikan solusi dalam pengembangan aplikasi yang berkaitan dengan internet. Edisi ini dilengkapi dengan web clint page wizard yang berguna untuk mengembangkan sistem yang fleksibel, untuk mendukung E-Commerce yang berbasis HTML 4 dan XML ini dilengkapi juga dengan MDAS pages prosedur dan web Broker untuk mengembangkan berbagai aplikasi yang berbasis HTML. FASILITAS LAIN: ado Express dan team source ADO mampu mengakses semua tipe informasi dan team berguna untuk meningkatkan produktivitas kerja dari tim pengembangan produk
c.       Delphi 5.0 profesional
Dilengkapi dengan berbagai tool untuk mengembangakan aplikasi web dan database. Dilengkapi dengan profesional IDE, web Broker ,interbase express dan tool-tool lain untuk melakukan debuging; fasilitas lain project broser, code express dan data modul designer

2.5.1 Fasilitas dan kemampuan baru borland Delphi 5.0
Borland Delphi 5.0 memperkenalkan beberapa kemampuan baru yang pada versi sebelumnya dikenal hal-hal tersebut antara lain:
a.   form sekarang disimpan sebagai teks, file dan form dalam versi ini untuk    defaultnya sekarang disimpan sebagai teks daripada sebagai binary
b.   Fitur baru debuging, debuging (pancarkan kesalahan mempunyai beberapa fitur baru termasuk kemampuan mengeset pilihan debugging untuk proses tertentu dan tambahan pilihan debuging.
c. Fitur baru project manajer, project manajer dapat menyederhanakan management project dengan memungkinkan anda untuk mendrag (menyeret) dan meletakkan file windows folder.
d.   Frames adalah jenis khusus dari form yang dapat bersarang dalam sebuah form atau frame lain.
e.   Peningkatan kemampuan editor, akan lebih mudah mengatur editor key ginding dengan tab key bindings pada editor option dan open tools APL enchancements
f.    Katagori properties dalam project, inspector, memungkinkan anda untuk menampilkan property dan event pergolongan.
g.   Images dalam drop down lists pada object inspector, sekarang dilengkapi dengan image atau gambar untuk mendukung pengaturan isian property   
       
2.6    Pengertian Koperasi
               Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
               Dari pengertian di atas dapat dijelaskan :
1.      Asosiasi orang-orang artinya koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
2.      Usaha bersama artinya koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko dan lain-lain.
3.      Manfaat yang lebih besar artinya koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
4.      Biaya yang rendah. Dalam menetapkan harga, koperasi menerapkan aturan, “harga sesuai dengan biaya yang dikeluarkan”. Artinya, harga ditetapkan berdasarkan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain yang dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia bahwa
koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi  sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

2.6.1    Prinsip-prinsip Koperasi
               Adapun prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut :               
1.      Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua  orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tangung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender (jenis kelamin), latar belakang sosial, ras, politik atau agama.
2.      Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama. Pada tingkatan lainnya, koperasi juga dikelola secara demokratis.
3.      Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU (Simpanan Hasil Usaha) untuk beberapa atau semua dari tujuan seperti di bawah ini :
  1. Mengembangkan koperasi. Caranya, dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.
  2. Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi
  3. Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.
4.      Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu harus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya :
  1. Pengawasan yang demokratis dari anggotanya
  2. Mempertahankan otonomi koperasi
5.      Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manajer dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada masyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyarakat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
6.      Kerjasama antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat local, nasional, regional, dan internasional maka :
  1. Gerakan koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif
  2. Dapat memperkuat gerakan koperasi
7.      Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan, melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.

2.6.2    Jenis Koperasi
2.6.2.1. Koperasi Produsen
Koperasi produsen beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan produksi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi anggota dengan cara menekan biaya produksi yang serendah-rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi-tingginya. Untuk itu pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggotanya adalah :
a.       Pengadaan bahan baku. Koperasi menyediakan bahan baku dalam jumlah yang cukup, murah dan dengan kualitas tinggi. Ini bisa dilakukan, karena pembeliannya dalam jumlah besar secara bersama-sama melalui koperasi.
b.      Memasarkan produk anggota. Anggota secara bersama-sama melalui koperasi menjual produk mereka ke pasar. Dengan cara ini koperasi diharapkan dapat menjual produk anggota dengan harga bagus.
Koperasi produsen tidak hanya mengelola barang, tetapi juga jasa yang berkaitan dengan produksi. Contohnya : Koperasi pengemudi taksi.
2.6.2.2. Koperasi Konsumen
Koperasi konsumen beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contohnya :
1.      Koperasi konsumen. Sebagai pemilik, anggota memodali koperasinya. Sebagai pengguna, anggota membeli barang konsumsi dari koperasinya. Bentuk pelayanan yang diberikan pada anggota :
  1. Harga murah
  2. Kualitas yang bagus
  3. Mudah didapat
2.      Koperasi simpan pinjam. Sebagai pemilik, anggota memodali koperasinya. Sebagai pengguna, anggota memafaatkan fasilitas simpanan dan pinjaman dengan proses yang cepat, jaminan yang ringan, dan bunga yang menarik. Bentuk pelayanan yang diberikan kepada anggota :
a.       Proses cepat. Karena anggota adalah pemilik, maka koperasi dapat memberikan pengajuan pinjaman dengan cepat dan tidak berbelit-belit. Hal ini disebabkan koperasi sudah mengenal karakter dan kemampuan anggotanya.
b.      Jaminan yang ringan
c.       Bunga yang menarik

2.6.3    Kewajiban dan Hak Anggota
Anggota koperasi memiliki peranan ganda, sebagi pemilik sekaligus pelayanan koperasi. Sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam memodali, mengambil keputusan, mengawasi dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi.
Sebagai pemilik dan pengguna, anggota memiliki kewajiban dan hak dalam koperasinya
Kewajiban anggota koperasi :
1.      Mematuhi AD dan ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat anggota
2.      Menandatangani perjanjian kontrak kebutuhan. Sehingga, anggota benar-benar sebagai pasar tetap dan potensial bagi koperasi.
3.      Menjadi pelanggan tetap
4.      Memodali koperasi
5.      Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan
6.      Menjaga kerahasiaan perusahaan dan organisasi kepada pihak luar
7.      Menanggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal yang disetor.
Hak anggota koperasi :
1.      Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota
2.      Memilih pengurus dan pengawas
3.      Dipilih sebagai pengurus atau pengawas
4.      Meminta diadakannya rapat anggota
5.      Mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar Rapat Anggota, baik diminta atau tidak
6.      Memanfaatkan pelayanan koperasi dan mendapatkan pelayanan yang sama dengan anggota lain
7.      Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi
8.      Menyetujui dan atau mengubah AD, ART, serta ketetapan-ketetapan lainnya.
Pelaksanaan kewajiban dan hak secara rinci diatur dalam AD, ART, atau peraturan khusus.

  
BAB III
ANALISIS SISTEM INFORMASI


               Sebelum membuat Sistem Informasi Peminjaman untuk Koperasi Serba Guna, terlebih dahulu penulis melakukan berbagai analisis, baik analisis terhadap perusahaan atau Koperasi Serba Guna itu sendiri maupun terhadap prosedur sistem yang sedang berjalan pada koperasi tersebut. 

3.1.   Analisis Perusahaan
Koperasi Serba Guna (KSG) yang berlokasi di Kampung Simpati No.236, Desa Cilame Kecamatan Ngamprah – Kabupaten Bandung, merupakan koperasi simpan pinjam yang sudah berbadan hukum sejak tanggal 8 Juli 1999 berdasarkan surat keputusan : HBH Nomor : 347 / BH / 518 – KOP / VII / 1999 Tanggal 8 – 7 – 1999. Pada mulanya koperasi ini hanya beranggotakan pegawai negeri di Kecamatan Ngamprah saja. Namun pada awal tahun 2000, koperasi ini sudah terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bandung..
Setiap calon anggota yang akan menjadi anggota koperasi harus mengisi formulir anggota dan menyetujui ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak koperasi. Ketentuan-ketentuan tersebut antara lain adalah :
1.   Aktif atau ikut serta dalam kegiatan koperasi seperti, menghadiri dan Rapat Anggota
2.   Diwajibkan memiliki tabungan koperasi
3.   Apabila anggota sudah tidak aktif selama 6 bulan berturut-turut, maka anggota tersebut dianggap mengundurkan diri sebagai anggota koperasi. Dalam hal ini koperasi akan mengembalikan simpanan pokok dan simpanan sukarela anggota,  sedangkan simpanan wajibnya menjadi hak koperasi untuk dijadikan saldo koperasi.
Menurut jenisnya, koperasi ini termasuk ke dalam koperasi konsumen dimana koperasi ini beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas dan mudah di dapat.
Sebagai pemilik, anggota memodali koperasinya. Sebagai pengguna, anggota memafaatkan fasilitas simpanan dan pinjaman dengan proses yang cepat, jaminan yang ringan, dan bunga yang menarik.

3.1.1  Struktur Organisasi Koperasi Serba Guna
Struktur organisasi Koperasi Serba Guna (KSG) Desa Cilame Kecamatan Namprah Kabupaten Bandung berdasarkan :
HBH Nomor : 347 / BH / 518 – KOP / VII / 1999 Tanggal 8 – 7 – 1999

Adapun beberapa deskripsi tugas dari struktur organisasi yang terlibat dalam Koperasi Serba Guna yaitu diuraikan sebagai berikut :
1.      Rapat Anggota
Rapat anggota adalah pertemuan para pemilik koperasi yang diselenggarakan secara demokratis dan merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun. Rapat angota membahas dan memutuskan antara lain : program kerja, rancangan anggaran belanja koperasi, peraturan-peraturan, masa deepan koperasi, laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, pemilihan pengurus dan pengawas, pengesahan AD dan ART serta peraturan khusus lainnya.
2.      Pengawas
Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota. Tugasnya adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan terhadap pelaksanaan seluruh keputusan Rapat Anggota yang dilakukan oleh pengurus. Pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota.
3.      Pengurus
Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota. Tugasnya adalah memimpin jalannya organisasi dan usaha koperasi dengan berpedoman pada keputusan Rapat Anggota. Pengurus bertanggung jawab kepada Rapat Anggota dan bertindak atas nama koperasi di muka hukum. Dalam mengelola usaha koperasi, pengurus dapat mengangkat manajer yang professional.
4.      Manajer
Manajer diangkat oleh pengurus. Rencana pengangkatan diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapatkan persetujuan. Manajer diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha koperasi dalam rangka melayani anggota. Dalam pekerjaannya, manajer bertanggung jawab kepada pengurus.
Untuk menjalankan usaha koperasi, manajer dapat mengangkat karyawan atas dasar persetujuan pengurus. Manajer dan Karyawan menangani kegiatan operasional dan usaha koperasi, seperti pelaksana pengelola usaha sehari-hari, membuat laporan periodic, merancang anggaran pendapatan dan belanja, serta merundingkan dengan pengurus mengenai program dan kebijakan baru.
5.      Komite
Pengurus dengan persetujuan Rapat Anggota dapat membentuk komite (panitia). Komite ini bertugas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan berdasarkan kebutuhan koperasi. Komite berasal dari anggota-anggota aktif koperasi yang memiliki kemampuan khusus di bidangnya masing-masing.
a.       Komite audit. Tugasnya melakukan audit internal terhadap kekayaan koperasi
b.      Komite pemilihan. Bertugas mempersiapkan, menangani dan mengawasi proses pemilihan pengurus dan pengawas, serta mengumumkan hasilnya kepada anggota.
c.       Komite kredit. Bertugas melaksanakan kegiatan yang menyangkut pelayanan pinjaman bagi anggota. Misalnya melakukan penilaian terhadap kelayakan pinjaman yang diajukan anggota.
d.      Komite diklat. Bertugas mengelola pendidikan dan pelatihan (Diklat) anggota, pengurus dan pengawas koperasi.
e.       Komite penyempurnaan AD dan ART dalam upaya mengikuti perkembangan yangterjadi, maka sangat dimungkinkan untuk menyempurnakan AD dan ART.
 
3.1.2 Usaha Pemberian Pinjaman pada Koperasi Serba Guna
Untuk mencapai maksud dan tujuan maka koperasi menyelenggarakan usaha simpan pinjam dan usaha lain yang sah dan tidak mengikat. Setiap anggota koperasi  yang telah memiliki tabungan / simpanan dapat meminjam uang untuk  kepentingan para anggota koperasi yang bersangkutan. Setiap anggota koperasi yang meminjam uang diwajibkan untuk melunasi utangnya sesuai dengan jangka waktu yang disepakati beserta pembayaran bunganya.

3.1.3 Tujuan Pemberian Pinjaman
Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota, pada khususnya dan kemajuan daerah kerja pada umumnya demi terciptanya suasana kerja dan hasil kerja yang baik dalam rangka menggalang kesatuan dan persatuan bagi terlaksananya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
Tujuan utama dari Koperasi Serba Guna adalah memberikan pinjaman kepada anggotanya untuk kepentingan anggota itu sendiri tersebut berasal dari penghimpunan modal. Modal koperasi terdiri dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari sisa hasil usaha termasuk cadangan serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

3.1.4 Syarat-Syarat Peminjaman
Setiap anggota mempunyai hak untuk melakukan peminjaman uang dengan mengikuti ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku pada koperasi tersebut.
Adapun ketentuan dan syarat-syarat tersebut adalah :
1.   Memiliki tabungan (sudah melunasi simpanan pokok)
2.   Mengisi formulir permohonan peminjaman uang
3.   Diserahkan kepada petugas koperasi untuk di cek saldo tabungan dan hutangnya.
4. Apabila masih terdapat pinjaman yang masih belum dilunasi, maka peminjaman tidak dapat diberikan.
5.   Jumlah uang yang dipinjam maksimal 2 kali jumlahnya dari jumlah saldo anggota.
6.   Besarnya jasa/bunga pinjaman adalah 10 % per bulan dengan sistem bunga Flat (tetap)
7.   Jumlah angsuran untuk melunasi pinjaman tersebut adalah sebanyak 10 kali.

3.2  Analisis Prosedur Sistem yang Berjalan
Adanya beberapa alasan mengapa sistem yang sedang berjalan perlu di analisis, antara lain :
1.  Dijadikan sebagai dasar dalam perancangan suatu sistem yang baru
2.   Untuk bahan pembanding dalam perancangan sistem yang baru

3.2.1 Prosedur Pinjaman Yang Sedang Berjalan
1.      Anggota meminta Form permohonan pinjaman kepada Sekretaris, kemudian form di isi secara lengkap dan dikembalikan kepada sekretaris oleh anggota pemohon pinjaman.
2.      Sekretaris membuat 2 data peminjaman berdasarkan formulir permohonan pinjaman. Data peminjaman pertama disimpan oleh sekretaris sebagai arsip dan data peminjaman yang lainnya diberikan kepada bendahara.
3.       Bendahara melakukan pengecekan data peminjaman berdasarkan arsip peminjaman yang telah dimiliki bendahara dan data peminjaman yang berasal dari sekretaris, apakah anggota tersebut layak diberikan pinjaman atau tidak.
4.      Setelah melakukan pengecekan data peminjaman, Bendahara kemudian membuat 2 laporan peminjaman. Laporan pertama diberikan kepada Ketua, dan laporan kedua dijadikan sebagai acuan pembuatan slip peminjaman.
5.      Slip peminjaman oleh bendahara diberikan kepada Sekretaris.
6.      Sekretaris memberikan slip peminjaman kepada anggota sebagai bukti bahwa anggota tersebut diperkenankan untuk meminjam uang koperasi.
7.      Kemudian Bendahara menuliskan ke buku anggota sesuai jumlah pinjamannya dan buku anggota dikembalikan lagi kepada anggota.

3.2.2 Prosedur Pengembalian Pinjaman Yang Sedang Berjalan
1.      Anggota menyerahkan uang cicilan dan slip peminjaman pada sekretaris
2.      Sekretaris mencatat jumlah uang yang dikembalikan oleh anggota dan membuat data pengembalian uang untuk diserahkan kepada bendahara
3.      Kemudian berdasarkan data pengembalian uang tersebut, maka dibuat dua laporan keuangan. 1 buah laporan untuk diberikan kepada ketua dan satu lagi untuk diarsipka oleh bendahara. 
4.      Berdasarkan laporan yang telah dibuat oleh bendahara, maka dibuat suatu surat bukti pembayaran untuk diberikan kepada anggota melalui sekretaris.
3.3  Analisis prosedur dokumen yang sedang berjalan
Analisis data ini akan menganalisa beberapa dokumen yang digunakan dalam proses peminjaman dan pengembalian uang koperasi. Adapun dokumen-dokumen tersebut terdiri dari beberapa formulir yang terdiri dari dokumen masukan dan dokumen keluaran, untuk dokumen masukan terdiri dari :
1.   Surat permohonan pinjaman
                  Fungsi             :     Sebagai formulir pengisian data permohonan pinjaman uang koperasi
      Rangkap          :     1 (satu)
      Atribut            :     Nomor surat, Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan, Status pernikahan, Alamat, Nomor telepon, Tanggal masuk menjadi angota, Tanggal permohonan pinjaman, Alasan peminjaman, Jumlah tabungan anggota, Jumlah pinjaman yang diajukan..
      Aliran data      :     Dari anggota ke sekretaris koperasi
2.      Bukti Pinjaman
Fungsi             :     Dokumen ini berfungsi sebagai tanda bukti pinjaman
      Rangkap          :     1 (satu)
      Atribut            :     Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan, Status pernikahan, Alasan mengambil pinjaman, Tanggal pemberian pinjaman, Jumlah pinjaman, Bunga pinjaman,  Batas waktu peminjaman.
Aliran data      :     Pada prosedur peminjaman aliran dokumen ini adalah dari bendahara kepada anggota, sedangkan pada prosedur pengembalian aliran dokumen ini berasal dari anggota diberikan ke sekretaris.
3.   Data peminjaman
      Fungsi             :     Sebagai daftar anggota yang mengajukan permohonan pinjaman uang koperasi.
      Rangkap          :     2 (dua)
Atribut            :     Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan, Status pernikahan, Tanggal masuk sebagai anggota, Tanggal permohonan pinjaman, Alasan peminjaman, Jumlah pinjaman yang diajukan, dan keterangan lainnya.
      Aliran data      :     Dari sekretaris diberikan ke bendahara.
4.  Data pengembalian
      Fungsi             :     Sebagai daftar anggota yang sudah mengembalikan atau sudah melunasi pinjamannya.
  Rangkap          :     1 (satu)
 Atribut           :     Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan, Status pernikahan, Jumlah uang yang dipinjam, Tanggal pengembalian pinjaman, Jumlah pinjaman yang dikembalikan, dan keterangan lainnya.
Aliran data      :     Dari sekretaris diberikan ke bendahara

Selain dokumen masukan, diuraikan juga dokumen keluaran yang dihasilkan oleh sistem yang terdiri dari :

1.   Resi Angsuran
Fungsi             :     Sebagai tanda bukti pembayaran pinjaman yang dibuat oleh bendahara.
Rangkap          :     1 (satu)
Atribut            :     Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan,  Tanggal pengembalian pinjaman, Jumlah angsuran, Bunga pinjaman dan keterangan lainnya.
Aliran data      :     Dari bendahara diberikan kepada anggota melalui sekretaris.
3.   Bukti Pembayaran
Fungsi             :     Sebagai tanda bukti pembayaran pinjaman yang dibuat dan ditandatangani oleh bendahara.
Rangkap          :     1 (satu)
Atribut            :     Nomor anggota, Nama lengkap, Jenis kelamin, Pekerjaan, Status pernikahan, Tanggal pengembalian pinjaman, Jumlah pinjaman yang dikembalikan, Bunga pinjaman dan keterangan lainnya.
Aliran data      :     Dari bendahara diberikan kepada anggota melalui sekretaris.





BAB IV

PERANCANGAN SISTEM



Pada perancangan sistem ini penulis akan merancang sebuah sistem mengenai pengolahan peminjaman uang pada Koperasi Serba Guna dengan mentransformasikan sistem manual ke sistem komputer. Perancangan sistem yang dibuat hanya dibatasi pada sistem peminjaman saja. Adapun data-data anggota dan transaksi yng terjadi akan diolah oleh komputer dan disimpan pada database. Semua data input akan diproses oleh sistem komputer dan hasilnya merupakan output yang akan berupa informasi.
Data-data yang diperoleh dari anggota serta transaksi yang dilakukan diinputkan oleh pengurus koperasi (sekretaris) ke dalam komputer. Proses penghitungan akan dilakukan secara otomatis oleh sistem komputer dan hasilnya akan langsung disimpan pada database sesuai dengan bentuk transaksinya. Output yang dihasilkan berisi informasi yang berupa laporan, akan diberitahukan kepada anggota koperasi serta kepada ketua koperasi.

4.1        Perancangan Proses
            Perancangan proses merupakan perancangan sistem secara umum yang memberikan gambaran kepada user tentang sistem yang baru. Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai flowmap, data flow diagran (DFD), dan kamus data.

4.1.1        Identifikasi Aliran Dokumen ( Flow Map ) 
Diagram alir data dokumen (flow map) merupakan suatu alat pendefinisian rancangan suatu sistem yang menggambarkan aliran data dari proses pendaftaran anggota, proses simpanan,proses permohonan, dan proses pengembalian pinjaman.

4.1.2    Data Flow Diagram (DFD)
Diagram alir data menggambarkan aliran data dari proses-proses file dan faktor eksternal sistem. Dengan adanya DFD, maka penulisan suatu program akan menjadi lebih mudah dalam pelaksanaannya.   
4.1.3    Kamus Data
            Kamus Data atau yang lebih dikenal dengan nama Data Dictionary (DD) merupakan katalog fakta tentang data dan kebutuhan informasi dari suatu sistem yang berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail.

Rancangan file (kamus data) untuk sistem informasi peminjaman dan pengembalian uang koperasi adalah sebagai berikut:
1.      Nama arus data     : Data Tabungan
Bentuk Data          : Dokumen
Arus Data              : Anggota – Sekretaris
Deskripsi               : Untuk pemasukan jumlah tabungan anggota
Struktur Data terdiri dari item sebagai berikut:
Tabel 4.1  Struktur Data Tabungan
No
Nama Item
Tipe
Lebar
Keterangan
1
NoAnggota
A
8
Nomor urut anggota
2
Nama
A
20
Nama lengkap anggota
3
JmlTb
$
-
Jumlah tabungan anggota


2.      Nama arus data     : Bukti Pinjaman
Bentuk Data          : Dokumen
Arus Data              : Sekretaris - Anggota
Deskripsi               : Untuk pemasukan data pinjaman
Struktur Data terdiri dari item sebagai berikut :
Tabel 4.2  Struktur Data Bukti Pinjaman
No
Nama Item
Tipe
Lebar
Keterangan
1
No Pinjaman
A
5
Nomor surat pinjaman
2
No Anggota
A
8
Nomor urut anggota
3
Nama
A
20
Nama anggota
4
Jumlah Pinjaman
$
-
Jumlah uang yang dipinjam
5
Tanggal Pinjaman
D
-
Tanggal meminjam
6
Bunga
$
-
Bunga pinjaman
7
Total Pinjaman
$
-
Total pinjaman uang



3.      Nama arus data     : Resi Angsuran
Bentuk Data          : Dokumen
Arus Data              : Sekretaris - Anggota
Deskripsi               : Pemasukan data angsuran
Struktur Data terdiri dari item sebagai berikut:
Tabel 4.3  Struktur Data Resi Angsuran
No
Nama Item
Tipe
Lebar
Keterangan
1
No Pinjaman
A
5
Nomor surat pinjaman
2
No Anggota
A
8
Nomor urut anggota
3
Nama
A
20
Nama anggota
4
Sisa Angsuran
$
-
Sisa uang yang dipinjam
5
Tanggal
D
-
Tanggal angsuran
6
Angsuran ke
N
-
Urutan angsuran
7
Jumlah Angsuran
$
-
Total angsuran

4.      Nama arus data     : Laporan Pinjaman
Bentuk Data          : Dokumen
Arus Data              : Sekretaris – Bendahara & Ketua
Deskripsi               : Pembuatan laporan pinjaman
Struktur Data terdiri dari item sebagai berikut:
Tabel 4.4  Struktur Data Laporan Pinjaman
No
Nama Item
Tipe
Lebar
Keterangan
1
No Pinjaman
A
5
Nomor surat pinjaman
2
No Anggota
A
8
Nomor urut anggota
3
Nama
A
20
Nama anggota
4
Jumlah Pinjaman
$
-
Jumlah uang yang dipinjam
5
Tanggal Pinjaman
D
-
Tanggal meminjam
6
Bunga
$
-
Bunga pinjaman
7
Total Pinjaman
$
-
Total pinjaman uang


6.   Nama arus data     : Laporan Angsuran
Bentuk Data          : Dokumen
Arus Data              : Sekretaris - Anggota
Deskripsi               : Untuk pemasukan data pengembalian uang koperasi
Struktur Data terdiri dari item sebagai berikut :

Tabel 4.5  Struktur Data Laporan Angsuran
No
Nama Item
Tipe
Lebar
Keterangan
1
No Pinjaman
A
5
Nomor surat pinjaman
2
No Anggota
A
8
Nomor urut anggota
3
Nama
A
20
Nama anggota
4
Sisa Angsuran
$
-
Sisa uang yang dipinjam
5
Tanggal
D
-
Tanggal angsuran
6
Total Pinjaman
$
-
Total Pinjaman


4.2    Perancangan Basisdata
            Dalam perancangan basisdata ini akan dibahas tentang Entity Relationship  Diagram (ERD), normalisasi data, tabel relasi atau relasi file dan struktur file.

4.2.1    Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah sebuah diagram yang menggambarkan model relasi antara rancangan data tersimpan. Model relasi ini diperlukan untuk menggambarkan relasi antar data yang tersimpan pada DFD.



 Relasi merupakan hubungan yang dibuat antar field dari dua tabel atau lebih.  Sebuah relasi bisa : satu ke satu (one-to-one), satu ke banyak (one-to-many), atau banyak ke banyak (many-to-many).
Hubungan antar entitas atau ERD dapat dilihat pada gambar di bawah ini:



Gambar 4.5 Diagram Relasi Entitas (ERD)

4.2.2    Normalisasi
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan data entity dan relasinya, sebagai berikut :
Unnormalisasi
NoAnggota*
Nama
JK
TnpLahir
TglLahir
Alamat
Pekerjaan
Status
TglMasuk
NoAnggota #
JmlTb
NoPnj*
NoAnggota #
JmlPnj
TglPnj
SisaPnj
JmlAngs
Bunga
Total
NoPnj #
TglAngs
JmlAngs
AngsKe


Normal ke – 1
NoAnggota*
Nama
JK
TnpLahir
Alamat
Pekerjaan
Status
TglMasuk
JmlTb
NoPnj*
JmlPnj
TglPnj
SisaPnj
JmlAngs
Bunga
Total
TglAngs
JmlAngs
AngsKe

Normal ke – 2
Tabel Anggota
NoAnggota*
Nama
JK
TnpLahir
Alamat
Pekerjaan
Status
TglMasuk

Tabel Tabungan
NoAnggota #
JmlTb

Tabel Pinjaman
NoPnj*
NoAnggota #
JmlPnj
TglPnj
SisaPnj
JmlAngs
Bunga
Total

Tabel Angsuran
NoPnj*
TglAngs
JmlAngs
AngsKe


4.2.3    Tabel relasi Atau Relasi File
               Database dengan struktur data di atas bisa digambarkan dalam bentuk tabel normalisasi, tabel menunjukkan atribut file dari file. Atribut ini menunjukkan item data atau field, kumpulan dari field atau item data disebut dengan istilah domain.


Gambar 4.6 Tabel Relasi
4.2.4    Struktur File
            Untuk perancangan basis data ada file-file yang  digunakan adalah sebagai berikut :
1.   Tabel 4.8 Struktur File Angota
      Nama File        : Anggota.DB
      Primery Key    : NoAnggota
Tabel 4.6 Struktur File Anggota
No
Field Name
Type
Width
Keterangan
1
NoAnggota
A
8
Nomor urut anggota
2
Nama
A
20
Nama anggota
3
JK
A
10
Jenis Kelamin
4
TnpLahir
A
25
Tempat lahir
5
Tanggal Lahir
D
-
Tanggal lahir
6
Alamat
A
30
Alamat rumah
7
Pekerjaan
A
30
Pekerjaan tetap
8
Status
A
15
Status perkawinan
9
TglMasuk
D
-
Tanggal masuk menjadi anggota


2.   Tabel 4.9 Struktur File Tabungan
      Nama File        : Tabungan.DB
      Secondary Key  : NoAnggota
Tabel 4.7 Struktur File Tabungan
No
Field Name
Type
Width
Keterangan
1
NoAnggota
A
8
Nomor urut anggota
2
JmlTb
$
-
Jumlah tabungan anggota


3.   Tabel 4.8 Struktur File Pinjaman
      Nama File        : Pinjaman.DB
      Primery Key    : NoPnj

Tabel 4.8 Struktur File Pinjaman
No
Field Name
Type
Width
Keterangan
1
NoPnj
A
5
Nomor surat pinjaman
2
NoAnggota
A
8
Nomor urut anggota
3
Jml Pnj
$
-
Jumlah uang yang dipinjam
4
TglPnj
D
-
Tanggal pinjaman
5
JmlAngs
N
-
Jumlah angsuran
6
Bunga
$
-
Bunga pinjaman

4.   Tabel 4.8 Struktur File Angsuran
      Nama File           : Angsuran.DB
      Secondary Key : NoPnj
Tabel 4.9 Struktur File Angsuran
No
Field Name
Type
Width
Keterangan
1
NoPnj
A
5
Nomor surat pinjaman
2
NoAnggota
A
8
Nomor urut anggota
3
TglAngs
D
-
Tanggal angsuran
4
Jumlah angsuran
$
-
Jumlah angsuran yang dibayar
5
AngsKe
N
-
Urutan angsuran


4.3    Rancangan Program
Dalam sub bab perancangan program ini akan dijelaskan mengenai perancangan input dan output, sruktur program atau struktur menu dari program yang dibuat dan kebutuhan sistem agar program dapat dijalankan dengan baik.

4.3.1    Rancangan Format Masukan
Rancangan masukan (input) dirancang lebih sederhana karena untuk memberikan informasi yang tepat, lengkap dan akurat serta dapat dimengerti oleh pemakai (user) yang bersangkutan dan dirancang sedemikian rupa dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Borland Delphi 5.0, sehingga nantinya tidak perlu banyak pengetikan perintah-perintah, cukup dengan menekan beberapa tombol saja, untuk lebih memberikan gambaran yang lebih jelas tentang rancangan input perangkat lunak simpan pinjam koperasi ini dilihat pada gambar dibawah :


4.3.2        Rancangan Format Keluaran
Setelah melakukan pengeksekusian program maka akan menampilkan sebuah tampilan program komputer dapat berupa tampilan yang keluar (monitor) Merupakan keluran yang berupa hasil cetakan (kertas)
Dengan adanya tampilan keluran dari program ini diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada pemakai dalam menggunakan program ini, sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Untuk lebih memberikan gambaran yang lebih jelas tentang rancangan keluran Sistem Informasi 



Rincian Angsuran Pinjaman

No. Pinjaman       :
No. Anggota         :
Nama                     :
Dicetak tanggal    :

       Angsuran ke                                    Jumlah angsuran
             
        0


 



                                                                                                                                               






4.3.3  Pengkodean
            Pada sistem informasi ini juga dirancang pengkodean untuk nomor anggota dan nomor pinjaman sebagai berikut :
Nomor Anggota :
  XXXXXXXX
                                Nomor urut masuk anggota       
                                Tahun masuk sebagai anggota
Contoh :  19980005

4.3.4 Struktur Program
            Pada tahapan ini penulis akan menjelaskan bentuk rancangan menu dari pogram aplikasi yang penulis buat, bentuk rancangan pada menu utama program ada 9 sub menu yaitu sebagai berikut:
1.      Input Anggota
2.      Input Tabungan
3.      Edit Data Anggota
4.      Transaksi Pinjaman
5.      Transaksi Angsuran Pinjaman
6.      Laporan Pinjaman
7.      Laporan Pengembalian
8.      Daftar Pinjaman Anggota
9.      Keluar
10.   
Untuk lebih jelas mengenai strukur program di atas dapat dilihat pada gambar berikut ini:

4.3.5    Kebutuhan Sistem
            Kebutuhan sistem yang diperlukan untuk menjalankan perancangan program adalah kebutuhan perangkat keras (hardware), dan kebutuhan perangkat lunak (software).

4.3.5.1 Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
            Untuk mendukung kelancaran sisitem informasi yang dirancang, diperlukan perangkat keras (hardware). Adapun perangkat keras yang diperlukan adalah sebagai berikut :
1.      Harddisk minimal 20 GB
2.      Ram 128 MB
3.      Processor minimum pentium III
4.      Floppy disk minimum 1,44 MB
5.      Monitor color 14”
6.      Mouse
7.      Keyboard
8.      Printer

4.3.5.2 Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
            Selain membutuhkan perangkat keras, sistem juga memerlukan perangkat lunak(S/W). Dimana perangkat lunak digunakan untuk mendukung dari sistem operasi(SO) dan aplikasi database. Adapun perangkat lunak yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1.      SO windows minimum Win 98
2.      Program aplikasi database desktop
3.      Program kompiler delphi minimum versi 5.0

4.3.5.3 Kebutuhan Sumber Daya Manusia (Brainware)
            Setelah kebutuhan hardware dan software terpenuhi maka kebutuhan selanjutnya yang harus diperhatikan juga adalah kebutuhan sumber daya manusianya atau yang mengoperasikan dari kebutuhan-kebutuhan diatas. Kebutuhan sumber daya manusia ini terbagi dalam :
1.      Sistem Analis
Suatu perusahaan yang menerapkan sistem komputerisasi sebaiknya harus mempunyai seorang sisitem analis dalam perusahaannya. Seorang sistem analis ini bertugas untuk menganalisis kelemahan-kelemahan dari program komputer yang sedang digunakan sehingga dapat langsung diperbaiki.
2.      Programmer
Seorang Programmer sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan, programmer ini bekerja sama dengan sistem analis untuk memperbaiki atau menambahkan program kedalam suatu komputer.
3.      Operator
Operator komputer bertugas untuk menjalankan program komputer. Seorang operator harus mempunyai pengetahuan tentang cara-cara mengoperasikan jalannya komputer.


Lryan Rc

Im Not Perfact But Im Limited Edition.
View all posts by: Lryan Rc

1 comments:

Anonymous said...

kalo iklannya terlalu banyak dan bertebaran bgmn pengunjung ingin membaca dengan nyaman?

Back to top ↑
Gabung dengan Kami

Followers

Total Pageviews

© 2013 Lryan Rc. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.