Wednesday, October 17, 2012

ASUHAN KEBIDANAN FISIOLOGI PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN I

By lryan Rc   Posted at  10/17/2012 03:04:00 PM   kesehatan No comments



PENDOKUMENTASIAN
ASUHAN KEBIDANAN FISIOLOGI
 PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN I







Disusun Oleh :
SARI WAHYUNINGSIH
NPM : 022010083

  


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MUHAMMADIYAH
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
PRINGSEWU LAMPUNG
2011/2012
LEMBAR PERSETUJUAN


NAMA           :SARI WAHYUNINGSIH
NIM                :022010083





























KATA PENGANTAR


Dengan menghaturkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Pendomentasian Asuhan Kebidanan Praktik Klinik I”.

Penulis menyadari bahwa dalm penulisan dan penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun berkat bimbingan dari dosen pembimbing maka makalah ini dapat diselesaikan dengan baik, untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Ibu Ns. Arena Lestari, M.Kep selaku ketua STIKes Muhammadiyah Pringsewu
2.      Ibu Istikomah.SST selaku ketua jurusan kebidanan dan penanggung jawab dalam PKK I dan pembimbing akademik.
3.      Ibu Wahyu Widayati,S.ST,selaku pembimbing akademik
4.      Ibu Yuliati Amd.keb, selaku pembimbing lahan praktik di BPS
5.      Semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pembuatan laporan


Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran maupun kritik yang sifatnya membangun dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.



Pringsewu, 20  juni   2012

Penulis



SARI WAHYUNINGSIH
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................   i
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................   ii
KATA PENGANTAR................................................................................   iii
DAFTAR ISI...............................................................................................   iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...........................................................................   1
B. Tujuan .........................................................................................   1
    1. Tujuan Umum..........................................................................   1
    2. Tujuan Khusus.........................................................................   1
C. Metode........................................................................................   1
D. Aloksi Waktu..............................................................................   2
E. Tempat Praktek............................................................................   2
F. Strategi.........................................................................................   2
G. Evaluasi.......................................................................................   2
BAB II LANDASAN TEORI
A.    Kehamilann Normal...................................................................   3
B.     Persalinan Normal......................................................................   5         
C.     Nifas Normal..............................................................................   8
D.    Bayi Baru Lahir Normal.............................................................   8
E.     Keluarga Berencana...................................................................   9
F.      Kesehatan Reproduksi...............................................................   10
BAB III TINJAUAN KASUS
A.    Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Ibu Hamil..........................   13
B.     Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Ibu Bersalin ......................   24
C.     Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Ibu Nifas...........................   41
D.    Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Bayi Baru Lahir.................   48
E.     Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Baru AKDR......................   60
F.      Asuhan Kebidanan Gangguan Kesehatan Reproduksi..............   76
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan....................................................................................   92
B.     Saran..............................................................................................   92
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Praktik Klinik Kebidanan (PKK) merupakan bagian dari proses belajar mengajar yang diharapkan mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara nyata pada klien.

B.     Tujuan
             I.      Umum
Setelah mengikuti praktik klinik kebidanan di lapangan diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan tepat dan benar.
          II.      Khusus
Pada akhir praktik mahasiswa terampil dalam melaksanakan :
1.      Asuhan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu masa nifas dalam kondisi fisiologis
2.      Asuhan bayi baru lahir
3.      Asuhan kebidanan pada ibu dalam gangguan sistem reproduksi
4.      Mendokumentasikan hasil asuhan dengan metode soap dan VII Langkah Varney
5.      Mendeteksi dini resiko tinggi, kelainan/komplikasi pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu masa nifas, neonatus, bayi dan balita

C.    Metode
a.       Pre coference
b.      Bed side teaching
c.       Diskusi
d.      Studi kasus
e.       Post conference


D.    Waktu
1.      Dilaksanakan pada semester IV
2.      jadwal Praktik
24 jam

E.     Tempat praktik
1.      BPS Idawati,Amd.keb

F.     Strategi
1.      Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok
2.      Setiap kelompok dibimbing oleh satu oarang pembimbing dari pendidikan dan pembimbing lahan praktik yang ditunjuk
3.      Setiap peserta didik membuat laporan kasus, laporan harian,dan laporan buku target
4.      Pelaksanaan praktik dilakukan berdasarkan pedoman praktik dan diorganisasikan dalam jadwal kegiatan praktik

G.    Evaluasi
1.      Prosedur : melalui proses
2.      Alat :
·         Laporan pencapaian target
·         Laporan kasus
·         Kehadiran
·         Check list
·         Catatan pembimbing

3. Cara
a) Observasi
b) Performance tes







BAB II
LANDASAN TEORI

A.    KEHAMILAN NORMAL
Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin ,lamanya kehamilan normal adalah 250 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari)di hitung dari hari pertama haid terakhir.kehamilan dibagi dalam 3 trimester yaitu trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan,trimester kedua dari bulan ke empat sampai 6 bulan,trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (ypb_sp,2006)

1. Tanda dan gejala kehamilan
 a.tanda kehamilan tidak pasti
·   Amenorea (tidak terdapat haid)
·   Nausea (enek)dengan atau tanpa vomitus (muntah)
·   Mengidam
·   Sering kencing,karena pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan uterus yang membesar
b.tanda –tanda kemungkinan hamil
·   Perut membesar
·   Perubahan organ-organ dalam pelvic
-    Tanda chadwick       :vulva membiru /ungu
-    Tanda hegar             :segmen bawah uterus lembek pada perabaan
-    Tanda piskacek        :uterus membesar ke salah satu jurusan
-    Tanda Braxton hicks            :uterus berkontraksi jika dirangsang
·   Payudara menjadi tegang dan membesar
·   Pada palpasi dirasakan bagian janin dan balotemen serta gerakan janin
·   Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ).
·   Dengan Ultrasonografi (USG) atau scanning dapat dilihat gambar janin.
·   Dengan pemeriksaan Sinar X tampak kerangka janin. (Manuaba, 1998).


2.      Perubahan Fisiologi Pada Saat Kehamilan
1)   Uterus
Uterus yang semula beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi  dan hyperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.

2)   Vagina
Mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks).

3)   Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung Korpus Leteum Gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.

4)   Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan  memberikan ASI pada saat Laktasi. Perkembangan payudara tidak dilepaskan dari pengaruh hormone saat kehamilan, yaitu estrogen, progesterone, dan somatomammotropin.

5)   Sirkulasi Darah Ibu
Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
a.    Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dan rahim.
b.   Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter.
c.    Pengaruh hormon estrogen dan progesterone makin meningkat.

6)   Sistem Respirasi
Pada kehamilan terjadi perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi  kebutuhan O2.  Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadi desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
7)   Traktus Digestivus/ Sistem Pencernaan
Pada bulan-bulan pertama terdapat morning sickness akibat kadar hormone estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun sehingga morbiditas seluruh traktus digestivus juga berkurang.

8)   Traktus Urinanus
Pada kehamilan ureter membesar untuk dapat menampung banyaknya pembentukan urin, terutama pada ureter kanan karena peristaltik ureter terhambat karena pengaruh progesterone, tekanan rahim yang membesar dan terjadi perputaran ke kanan, dan terdapat kolon dan sigmoid disebelah kiri yang menyebabkan perputaran rahim ke kanan.

9)   Kulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) tobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mamae, popilla mamae, linia nigra, pipi (chloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan menghilang (Manuaba, 1998).

2.      Pemeriksaan Kehamilan
Jadwal pemeriksaan kehamilan sebagai berikut :
            1.      Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid
            2.      Pemeriksaan ulang
a.       Setiap bulan sampai umur kehamilan 6-7 bulan.
b.      Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan.
c.       Setiap 1 minggu sejak umur hamil 8 bulan sampai menjelang persalinan.
            3.      Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu.
   Pelayanan/ Asuhan  standar minimal termasuk “7T” :
a.       Timbang berat badan
b.      Ukur Tekanan darah
c.       Ukur Tinggi fundus uteri
d.      Pemberian Imunisasi (Tetanus Toksad) TT lengkap
e.       Pemberian Tablet zat besi , minimal 90 tablet selama kehamilan.
f.       Tes terhadap penyakit menular seksual.
g.      Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. (YBP-SP, 2006)

3.      Hal-hal yang Juga Penting di Dalam Kehamilan
1)      Pemberian vitamin zat besi
      Dimulai dengan memberikan satu tablet sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 50 gr, minimal masing-masing 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama kopi atau teh karena akan mengganggu penyerapan.

2)      Imunisasi TT
      Imunisasi TT sangat penting, gunanya untuk melindungi bayi yang akan dilahirkan dari tetanus neonatorum. Selama kehamilan imunisasi TT diberikan 2 kali. Jarak pemberian antara TT1 dan TT2 adalah 4 minggu.

3)      Penambahan berat badan
      Penimbangan pada pemeriksaan kehamilan sangat penting. Karena kenaikan berat yang disebut juga praoedema dan merupakan gejala dini dari thoxomia gravidarum. Pada wanita hamil kenaikan berat badan yang normal ± 10-15 kg. Penambahan berat ini disebabkan :
a. Berat janin 3 kg, plasenta 500 gr, air ketuban 1 kg
b. Berat rahim dari 30 gr menjadi 1 kg.
c. Penimbunan lemak seperti di buah dada, pantat, dan lain-lain 1,5 kg.
d. Retensi air 1,5 kg. (YBP-SP, 2006).

B.     PERSALINAN NORMAL
1.      Definisi
Persalinan adalah proses membukanya dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kelahiran cukup bulan (17 – 42 minggu). Lahir spontan dengan presentasi kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin.
2.      Penyebab terjadinya persalinan
a.       Penurunan kadar progesteron
Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim sehingga estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Pada akhir kehamilan progesteron menuru  sehingga timbul his.
b.      Teori oxytosin
Pada akhir kehamilan kadar oxytosin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim.
c.       Keregangan otot-otot
Dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan
d.      Pengaruh janin
Hypofise dan kelenjar supratenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleh karena anencephalus kehamilan lebih lama dari biasa.
e.       Teori prostaglandin
Prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan

3.      Tanda persalinan
a.       Kekuatan his semakin sering terjadi dan teratur dengn jarak kontraksi yang semakin pendek
b.      Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda yaitu :
§  Pengeluaran lendir
§  Lendir bercampur darah
c.       Dapat disertai ketuban pecah
d.      Dalam pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks :
§  Pelunakan serviks
§  Pendataran serviks
§  Terjadi pembukaan serviks

4.      Pembagian Tahap Persalinan
Persalinan dibagi dalam 4 kala yaitu :
§  Kala I
Dimulai saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10cm). Proses ini terbagi dalam 2 fase, yaitu :
a.       Fase laten
Berlangsung 8 jam, pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3cm
b.      Fase aktif
Dibagi 3 fase lagi yakni :
1)      Fase akselerasi       : dalam waktu 2 jam pembukaan 3cm tadi      menjadi 4cm
2)      Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4cm menjadi 9cm
3)      Fase deselerasi      : Pembukaan menjadi lambat kembali, dalam waktu 2 jam dari 9cm menjadi 10cm (lengkap).

§  KalaII
Gajala uatama kala II :
a.       His semakin kuat, dengan interval 2 sampai 3 menit dengan durasi 50 sampai 100 detik
b.      Menjelang akhir kala I ketuban pecah yang ditandai dengan pengeluaran cairan secara mendadak
c.       Ketuban pada pembukaan mendekati lengkap diikuti keinginan mengejan, karena tertekan tirkus fianken houser.
d.      Kedua kekuatan his mengejan lebih mendorong kepala bayi sehingga terjadi :
§  Kepala membuka pintu
§  Subocipt bertindak sebagi hipomoclion berturut-turut lahir ubun-ubun besar, dahi, hidung, muka dan kepala seluruhnya.
e.       Kepala lahir seluruhnya dan diikuti oleh putaran paksi luar yaitu penyesuaian kepala pada punggung
f.       Setelah putaran paksi luar berlangsung, maka persalinan bayi ditolong dengan jalan :
§  Kepala dipegang pada os occiput dan dibawah dagu, ditarik curam kebawah untuk melhirkan bahu depan dan curam ke atas untuk melahirkan bahu belakang
§  Setelah kedua bahu lahir, ketiak dikait untuk melahirkan sisa badan bayi
§  Bayi lahir diikuti dengan sisa air ketuban

§  KalaIII
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
Tanda-tanda lepasnya plasenta :
o   Uterus menjadi bundar
o   Uterus terdorong ke atas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim
o   Tali pusar bertambah panjang
o   Terjadi pendarahan

§  Kala IV
Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertam postpartum.
Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena pendarahan postpartum paling sering pada 2 jam pertama observasi yang dilakukan :
o   Tingkat kesadaran penderita
o   Pemeriksaan tanda-tanda vital : Tekanan darah, nadi dan pernafasan
o   Kontraksi uterus
o   Terjadinya pendarahan

C.    BAYI BARU LAHIR NORMAL
1.      Pengertian
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dikehamilan 37 minggu- 42 minggu dan berat badan lahir 2500gr- 4000gr dan dalam 0 – 28 hari.
(Obstetri fisiologi).
Penanganan Bayi Baru Lahir
Tujuan utama asuhan kebidanan pada bayi baru lahir, adalah :
1)                  Membersihkan jalan nafas.
2)                  Memotong dan merawat tali pusat.
3)                  Mempertahankan suhu tubuh bayi.
4)                  Identifikasi.
5)                  Pencegahan Infeksi.
6)                  Pemberian ASI secara dini dan eksklusif

2.      Mekanisme kehilangan panas
1)      Evaporasi
Cara kehilangan panas yang terjadi karena penguapan cairan yang menempel pada tubuh bayi, misalnya darah atau cairan ketuban sebagai akibat tubuh bayi tidak segera dikeringkan setelah lahir. Hal yang sama juga sering terjadi ketika memandikan bayi.
2)      Konduksi
Kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Misalnya bayi yang diletakkan diatas meja, tempat tidur atau timbangan yang dingin.
3)      Konveksi
Kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Kehilangan panas yang terjadi jika ada tiupan kipas angin, udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
4)      Radiasi 
Kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, meskipun bayi tida bersentuhan langsung dengan benda tersebut.
Upaya untuk menegah kehilangan panas:
a.                   Keringkan bayi secara seksama.
b.                  Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat.
c.                   Tutupi kepala bayi.
d.                  Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan memulai pemberian ASI.
e.                   Memandikan bayi setelah 6 jam setelah lahir.
f.                   Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian.
g.                  Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.



3.      Penilaian bayi baru lahir
Keadaan umum bayi baru lahir dapat dinilai dengan  metode APGAR SCORE
SCORE
0
1
2
KET
A = Appearance color (warna kulit)
Pusat
Badan merah, ekstrimitas biru
Seluruh tubu kemerah-merahan

P = Pulse (heart rate) frekuensi jantung
Tidak ada
Kurang dari 100
Lebih dari 100

G = Grimance (reaksi terhadap rangsangan
Tidak ada
Sedikit gerak mimic
Menagis, batuk, bersin

A = Activity (Tonus Otot)

Lumpuh
Ekstrimitas dalam fleksi tinggi
Gerakan aktif

R = Respiration (Usaha nafas)

Tidak ada
Lemah, tidak teratur
Menangis kuat

 Catatan :          - Nilai 7 – 10 : Bayi normal
                            - Niali 4 – 6    : Bayi asfiksia ringan – sedang
                            - Nilai 0 – 3    : Asfiksia berat

D. NIFAS NORMAL
1.      Pengertian
Nifas (peurperium) adalah masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira – kira 6 minggu.



2.      Periode dalam nifas:
1)      Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolahkan berdiri  dan  berjalan – jalan.
2)      Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat – alat genitalian yang lamanya 6 – 8 minggu.
3)      Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selam hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

3.      Tujuan asuhan masa nifas :
1)      Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi.
2)      Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi nifas pada ibu dan bayinya.
3)      Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan dini, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehari – hari.
4)      Memberikan pelayanan keluarga berancana.

4.      Perubahan – perubahan fisiologi yang terjadi pda masa nifas yaitu :
1)      Involusi uterus
Uterus secara berangsur – angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya  ukurannya kembali sepertai sebelum hamil.

Involusi
TFU
Berat uterus
Bayi lahir
Plasenta lahir
1 minggu
2 minggu
6 minggu
8 minggu
Setinggi pusat
2 jari dibawah pusat
Pertengahan pusat – symphisis
Tidak teraba di atas symphisis
Bertambah kecil
Sebesar  telur ayam/normal
1000 gram
750 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram

Involusi terjadi akibat adanya kontraksi dan retraksi uterus akibat kosongnya cavum uteri pasca persalinan. Sehingga lama kelamaan uterus mengecil sampai keukuran semula seperti sebelum hamil.

2)      Luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh  dalam 6-10 hari.
3)      Rasa sakit yang disebut after pains (menan atau mules – mules) disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2 – 4 hari pasca persalinan. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat diberikan obat – obat antisakit dan antimules.
4)      Lochia adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas.
a.       Lochia rubra (cruenta)
Berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel – sel desidua,   verniks kaseosa, lanugo dan mekonium selam 2 hari post partum. 
b.      Lochia sangolenta
Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari ke 3 – 7 post partum.
c.       Lochia serosa
Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7 – 14 post partum.
                   d.Lochia alba
      Cairan putih, setelah 2 minggu.


5)      Serviks
Setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang – kadang terdapat perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bias masuk rongga rahim, setelah 2 jam dapat dilakukan oleh 2 – 3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.
6)      Ligamen – ligamen
Ligamen, fasia, dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan; setelah bayi lahir, secara berangsur – angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi retrofleksi kerena ligament rotundum menjadi kendur. Untuk memulihkan kembali sebaiknya dengan melakukan senam nifas.


5.      Perawatan Pasca Persalinan
1.   Mobilisasi
Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan kemudian boleh miring kekiri dan kekenan. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke 3 jalan – jalan, dan hari ke 4 atau ke 5 sudah diperbolahkan pulang. Mobilisasi diatas mempunyai variasi, bergantung pada komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka – luka.

2.   Diet          
Makanan harus bergizi dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayur – sayuran, dan bauh – buahan.

3.      Miksi
Sebaiknya BAK dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang – kadang mengalami sulit BAK karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi musculus sfingter ani selama persalinan, juga oleh karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh dan wanita sulit kencing, sebaiknya dilakukan katerisasi.


4.   Defakasi
Harus dilakukan 3 – 4 hari post partum. Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi apalagi terjadi BAB keras dapat diberikan obat laksans per Oral atau per rectal. Jika masih belum bias dilakukan telisma.

5.   Perawatan payudara (mammae)
Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya.
   Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara ;
-  Pembalutan mammae sampai tertekan.
- Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet Lynoral dan    
   parlodel.

6.   Laktasi
Ibu perlu dianjurkan untuk menyusui bayinya sesegera mungkin dari 30 post partum dan menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dn tanpa dijadwal. Ibu juga perlu mengetahui bahwa ketika bayi mulai disusui, isapan pad putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. Sehingga akan mempercepat proses involusi uteri. Semakin sering ibu menyusui bayinya produksi ASI akan lebih banyak sebagai efek dari reflek prolactin. Ibu dan bayi sebaiknya ditempatkan dalam I kamar (rooming in).
Keuntungan rooming in adalah :
-  Mudah menyusukan bayi.
-  Setiap saat selalu ada kontak antara ibu dan bayi.
-  Sedini mungkin ibu telah belajar mengurus anaknya.

7.   Pemeriksaan pasca persalinan
Bagi wanita dengan persalinan hal ini baik dan dilakukan pemeriksaan kembali 6 Minggu setelah persalinan. Namun bagi wanita dengan persalinan patologis (luar biasa) harus kembali untuk kontrol seminggu kemudian.
Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :
a.  Pemeriksaan umum I
     Tekanan darah, nadi, respirasi, suhu, keluhan.
b.  Keadaan umum                       
     Keadaan emosional, selera makan, apakah ibu sudah BAB atau BAK
c.  Payudara
     Pemgeluaran ASI, Keadaan putting susu.
d.  Dinding perut
     Perineum, kandung kemih, rectum.
e.  Sekret yang keluar
    Warna, jumlah dan bau lochia, flour albus.
f.  Keadaan alat-alat kandungan
8.   Senggama
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri, aman untuk memulai hubungan suami istri kapan saja ibu siap  dan setelah menggunakan alat kontrasepsi.

9.   Keluarga Berencana
Sebaiknya ibu perlu menunggu sampai minimal 2 tahun untuk hamil lagi. Ibu dan suami penlu mendapatkan penjelasan mengenai keluarga berencana agar ibu dan suami dapat segera memikirkan metode keluarga berencana apa yang dipakai olehnya. Sebagai tenaga kesehatan kita perlu memberikan penjelasan mengenai ;
-  Jenis – jenis alat kontrasepsi.
-  Cara pemakaian.
-  Keuntungan dan kerugian menggunakan alat kontrasepsi.
-  Pengaruhnya terhadap ASI yang sedang diproduksi oleh ibu
- Waktu yang tepat untuk menggunakan alat kontrasepsi tersebut bagi
   ibu postpartum.

10. Adaptasi Psikologi Ibu
Adalah suatu penyusaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi  tubuhnya setelah mengalami suatu stimulus dan kegembiraan yang luar biasa.
Adaptasi psikologi ibu dibagi menjadi 3 :
a.  Hari pertama taking in     : Ibu terfokus pada diri sendiri, minta diperhatikan.
b.  Hari kedua taking hold   : Ibu menjadi mandiri, punya keinginan merawat bayinya.
c.  Minggu pertama letting go       :           Masa mendapat pesan baru, ibu mulai mencurahkan kegiatan pada bantuan orang lain, beri dukungan baik dari petugas maupun keluarganya


E.KONTRASEPSI
1.      Pengertian
Keluarga Berencana :
Menurut WHO adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami-istri untuk:
1)      Menghindari kelahiran yang tidak di inginkan
2)      Mengatur interval diantara kehamilan
3)      Menentukan jumlah anak dalam keluarga

KB dapat di berikan sebagai berikut :
1)   KIE
2)   Konseling
3)   Pelayanan kontrasepsi
4)   Pendidikan seks
           5)Konsultasi pra- perkawinan dan konsultasi perkawinan
           6)Konsultasi genetic

2.   Tujuan pelayanan kontrasepsi :
1)                Tujuan umum:
Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu di hayati NKKBS.
2)                Tujuan pokok:
Penurunan angka kelahiran bermakna mengkatagorikan tiga fase untuk  mencapai sasaran yaitu
a.    Fase menunda perkawinan/kesuburan
b.    Fase menjarangkan kehamilan
c.    Fase menghentikan / mengakhiri kehamilan

3.      Memilih Metode Kontrasepsi
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh metode kontrasepsi yang baik ialah :
1)      Aman / tidak berbahaya
2)      Dapat di andalkan
3)      Sederhana
4)      Murah
5)      Dapat diterima orang banyak
6)      Pemakaian jangka panjang

4.      Macam – macam metode kontrasepsi
1)      Metode Sederhana
a. KB alamiah:
Ø  Metode kalender
Ø  Metode suhu badan basal
Ø  Metode lender serviks
Ø  Metode simpto – termal
b. Coitus interruptus
Dengan alat :
Ø  Mekanis ( Barier )
o          Kondom pria
o          Barier intra vaginal :
§  Diafragma
§  Kap serviks
§  Spons
§  Kondom wanita
Ø  Kimiawi
o           Spermisid
§  Vaginal cream
§  Vaginal foam
§  Vaginal jelly
§  Vaginal suppositoria
§  Vaginal tablet



2)      Metode Modern
a.    Kontrasepsi Hormonal :
Ø             Per – oral :
o            Pil Oral Kombinasi ( POK )
o            Mini pil
o            Morning after pil
Ø             Injeksi / Suntikan
( DMPA, NET-EN, Micropheres, Microkapsules )
Ø             Sub- kutis : implant
b.   Intra Uterine Device ( IUD )
c.    Kontrasepsi mantap
Ø             Pada wanita
o   Penyinaran
o   Operatuf, MOW
o   Penyumbatan Tuba Fallopi secara Mekanis
o    Penyumbatan Tuba Fallopi secara Kimiawi

Ø             Pada Pria
o   Operatif, MOW
o   Penyumbatan vas deferens secara mekanis
o   Penyumbatan vas secara kimiawi


4.Pelayanan KB AKDR
Profil
Sangat efektif
Aman dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi
Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi Asi





Jenis
1.AKDR Non-Hormonal
  • - Pada saat ini AKDR telah memasuki generasi ke-4. Karena itu berpuluh-puluh macam AKDR telah dikembangkan. Mulai dari generasi pertama yang terbuat dari benang sutra dan logam sampai generasi plastik (polietilen) baik yang ditambah obat atau tidak.
a. Menurut bentuknya AKDR dibagi menjadi 2:
  1. Bentuk terbuka (Open Device): Misalnya: Lippes Loop, CUT, Cu-7.Marguiles, Spring Coil, Multiload, Nova-T.
  2. Bentuk tertutup (Closed Device): Misalnya: Ota-Ring, Altigon, dan Graten Ber Ring.

b.Menurut Tambahan atau Metal
  1. Medicated IUD: Misalnya: Cu T 200 (daya kerja 3 tahun), Cu T 220 (daya kerja 3 tahun), Cu T 300 (daya kerja 3 tahun), Cu T 380 A (daya kerja 8 tahun), Cu-7, Nova T (daya kerja 5 tahun), ML-Cu 375 (daya kerja 3 tahun). Pada jenis Medicated IUD angka yang tertera dibelakang IUD menunjukkan luasnya kawat halus tembaga yang ditambahkan, misalnya Cu T 220 berarti tembaga adalah 220 mm2. Cara insersi: Withdrawal.
  2. Un Medicated IUD: Misalnya: Lippes Loop, Marguiles, Saf-T Coil, Antigon. Cara insersi Lippes Loop: Push Out. Lippes Loop dapat dibiarkan in-utero unuk selama-lamanya sampai menopause, sepanjang tidak ada keluhanan persoalan bagi akseptornya. IUD yang banyak dipakai di Indonesia dewasa ini dari jenis Un Medicated yaitu Lippes Loop dan yang dari jenis Medicated Cu T, Cu-7, Multiload dan Nova-T.

2. IUD yang mengandung hormonal

a. Progestasert –T = Alza T
  1. Panjang 36 mm, labar 32 mm, dengan 2 lembar benang ekor warna hitam.
  2. Mengandung 38 mg progesteron dan barium sulfat, melepaskan 65 µg progesteron setiap hari.
  3. Tabung insersinya berbentuk lengkung.
  4. Daya kerja 18 bulan.
  5. Tekhnik insersi: Plunging (modified withdrawal)
  6. 3. MEKANISME KERJA AKDR/IUD
7.      Mekanisme kerja AKDR menimbulkan reaksi radang di endometrium, disertai peningkatan produksi prostaglandin dan infiltrasi leukosit. Reaksi ini ditingkatakan oleh tembaga, yang mempengaruhi enzim-enzim di endometrium, metabolisme glikogen, dan penyerapan estrogen serta menghambat transportsi sperma. Pada pemakai AKDR yang mengandung tembaga, jumlah spermatozoa yang mencapai saliran genetalia atas berkurang. Perubahan cairan uterus dan tuba mengganggu viabilitas gamet, baik sperma atau ovum yang diambil dari pemakai AKDR yang mengandung tembaga memeperlihatkan degerasi mencolok (WHO, 1997)

·         Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun sampai perimenopause.
·         Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
·         Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
·         Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

5. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN IUD

A. KEUNTUNGAN
  1. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
  2. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-308A dan tidak perlu diganti).
  3. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
  4. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
  5. Meningkatkan kenyamanan seksual, karena tidak perlu takut hamil.
  6. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu AKDR (CuT-380A).
  7. Tidak mempengaruhi kualitas ASI.
  8. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak ada infeksi).
  9. Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir).
  10. Tidak ada interaksi dengan obat-obat.
  11. Membantu mencegah kehamilan ektopik (Handayani:2010).
  12. AKDR modern bersifat efektif dan bekerja lama, sementara AKDR tembaga harganya sangat murah. Alat ini menghasilkan kontrsepsi sampai 10 tahun sehingga sangat efisien dari segi biaya (Anna dan Ailsa:2006).
  13. LNG-IUS memiliki manfaat tambahan selain kontrasepsi dan semakin sering digunakan untuk penatalaksanaan masalah-masalah ginekologis (Sturridge dan Guilebaud: 1997). Alat ini mengurangi secara nyata jumlah darah menstruasi dan dismenore serta dapat bermanfaat dalam terapi menorargia (Anderson dan Rybo: 1990). Namun bercak darah yang berulang sering mendahuluinya oligomenore, terutama selama 3 bulan pertama pemakaian (Anna dan Ailsa, 2006)
  14. AKDR umumnya sangat mudah dikeluarkan dan pemulihan kesuburan berlangsung cepat (angka konsepsi 78-88% setelah 12 bulan dan 92-97% pada 3 tahun setelah pengeluaran). Kesuburan cepat pulih setelah pengeluaran LNG-IUS (Anna dan Ailsa, 2006).


B. KERUGIAN

  1. Efek samping yang umum terjadi: a.Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan). b.Haid lebih lama dan banyak. c.Perdarahan (spotting) antar menstruasi. d.Saat haid lebih sakit (disminorea).
  2. Komplikasi lain: a.Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan. b.Perdarahan hebat diwaktu haid atau diantaranya dapat memungkinkan penyebab anemia. c.Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangannya benar).
  3. Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS.
  4. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.
  5. Penyakit radang panggul dapat terjadi setelah wanita dengan IMS memakai AKDR. PRP dapat memicu infertilitas.
  6. Prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR. Seringkali perempuan takut selama pemasangan.
  7. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang selama 1-2 hari.
  8. Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri. Petugas kesehatan terlatih yang harus melepas AKDR.
  9. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang sesudah melahirkan).
  10. Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal.
  11. Perempuan harus memeriksakan posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam vagina , sebagian perempuan tidak mau melakuakan ini.












F.KESEHATAN REPRODUKSI

Definisi
            Kesehatan Reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik ,mental,dan social dan bukan semata-mata terbatas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan system reproduksi ,fungsi serta prosesnya.
Kesehtan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut.
a.Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan seta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi.
b. Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya.
c. Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman,efektif,terjangkau baik secara ekonomi,maupun cultural.
d. Hak untuk memperoleh tingkat pelayanan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani pose kehamilan secara aman.


GANGGUAN MENSTRUASI DAN SIKLUSNYA

            Menstruasi atau haid ialah perdrahan secara periodic dan siklik dari uterus ,disertai pelepasan (deskuamasi)endometrium.
Panjang siklus haidialah jarak antara tanggal milainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya.Hari mulainya haid perdarahan dinamakan hari pertama siklus.Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari dan kira-kira 97% wanita yang berevolusi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari. Lama haid biasanya antara 3-5 hari,ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit ,kemudian ada yang sampai 7-8 hari.Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap.Jumlah darah yang keluar rata-rata 33, 2-16 cc.Pada wanita yang lebih tua biasanya drah yang keluar lebih banyak .Jumlah darah lebih dari 80cc dianggap patologik.

            Salah satu gangguan menstruasi yaitu oligomenorea dan disminore.
Oligomenorea adalah siklus haid lebih panjang lebih dari 35 hari.Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan hal itu dinamakan amenorea. Perdarahan pada ologomenorea biasanya berkurang.Olegomenorea dan amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama.Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasanya.

            Disminorea atau nyeri haid,gangguan ini sifatnya subjektif,berat atau intensitasnya sukar di nilai.Oleh karena hamper semua wanita mengalami rasa  tidak enak diperut bawah sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual maka istilah disminorhea hanya dipaki jika nyeri haid demikian hebatnya,sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam .Disminorhea dibagi atas disminorhea primer,dan sekunder.
Disminorea primer (esensial,intrinsic,indiopatik),tidak terdapat hubungan dengan kelainan genekologik.Sedangkan disminorea sekunder(ekstrinsik,diperoleh,acquired) di sebabkan oleh kelainan ginekolik(salpingitis kronik,endometriosis,adenomiosis uteri,steniosis servisis uteri dan lain-lain.


BAB IV
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Secara umum pelaksanan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas dan akseptor berkontrasepsi sering ditemukan dilahan praktik, disini penulis dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan saat perkuliahan walaupun sedikit ada yang berbeda, namun tetap menjadi bahan perbandingan baik buruknya dalam penerapan dikemudian hari. 

B.     Saran
Diharapkan masalah yang sering muncul dapat teratasi dengan baik dan cepat agar tidak menimbulkan masalah yang buruk dikemudian hari dan para ibu dapat merasakan manfaat asuhan pada ibu terutama asuhan yang diberikan oleh mahasiswa STIKes Muhammadiyah Pringsewu Program Studi Diploma Kebidanan oleh Karena itu mahasiswa harus benar-benar menguasai asuhan kebidanan yang diterapkan di masyarakat nantinya.















DAFTAR PUSTAKA


Asuhan Antenatal, Jakarta:PusDikNaKes-WHO-JHPIEGO,2001

Asuhan Kebidanan Antenatal.Jakarta:EGC,2006

Chapman Vicky.2006.Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran,Jakarta:EGC

Manuaba, I Gde Bagus.1998. Ilmu Kebidanan,Penyakit Kandungan dan KB.Jakarta : ECG

Obstetri Fisiologi.Bandung: FK unpad, 1983

Prawirohardjo Sarwono, 2002. Maternal dan Neonaatal. Jakarta: JHPIEGO

Prawirohardjo Sarwono, 2006. Maternal dan Neonaatal. Jakarta: YBP-SP Asuhan Persalinan Normal, Jakarta:JNPKKR. 2007

Prawirohardjo Sarwono,Ilmu Bedah Kandungan,Jakarta:YBP-SP, 2007

 Prawirohardjo Sarwono, 2006.Ilmu Kebidanan.Jakarta:YBP-SP

Prawirohardjo Sarwono, 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta:YBP-SP


Jika Anda Ingin Mendapatkan/Memiliki SoftCopy / File nya
Hubungi Via Facebook saja Lryan Rcie

Nanti Akan Saya Berikan Kepada Anda
Terima Kasaih

Lryan Rc

Im Not Perfact But Im Limited Edition.
View all posts by: Lryan Rc

0 comments:

Back to top ↑
Gabung dengan Kami

Followers

Total Pageviews

© 2013 Lryan Rc. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.