Cara Agar Kelapa Sawit Berbuah Banyak

Posted by Lryan Rc

Bagi semua petani atau pekebun kelapa sawit ingin buah kelapa sawit yang dimilikinya sangat banyak atau sering disebut dengan lebat. Dalam artikel kali ini akan dibahas secara jelas dan gamblang bagaimana cara agar kelapa sawit berbuah banyak. Secara umum kelapa sawit memiliki potensi untuk berbuah yang banyak karena secara morfologi kelapa sawit akan menghasilkan 24 sampai dengan 28 pelepah setiap tahun dan setiap pelepah akan menghasilkan satu bunga tinggal apakah bunga tersebut jantan atau betina. Tetapi jika kita melihat ini kita sudah mengerahui bahwa potensi kelapa sawit berbuah banyak sudah ada tinggal bagaimana cara agar harapan kita tersebut tercapai. Karena berkebun sawit memiliki banyak keuntungan.

Artikel ini konsultasisawit buatkan karena kemarin ada yang berkonsultasi : bagaimana cara agar kelapa sawit berbuah banyak? Jadi supaya jawabannya dapat di mengerti semua orang maka akan kami jabarkan dalam posting berjudul cara agar kelapa sawit berbuah banyak ini.

Nah .... Sekarang kita akan bahas bagaimana cara agar buah kelapa sawit banyak.

Potensi kelapa sawit saat ini sangat baik. Seperti kalimat pembuka diatas bahwa kelapa sawit memiliki potensi yang cukup besar untuk berbuah banyak karena memiliki 24 sampai dengan 28 pelepah pertahun dan setiap pelepah memiliki potensi untuk menghasilkan bunga betina jadi potensi maksimal kelapa sawit adalah 24 sampai dengan 28 janjang pertahun.



Cara agar potensi tersebut dapat dicapai adalah sebagai berikut :



1. Menggunakan Bibit atau Benih Unggul

Saat ini telah banyak benih unggul yang tersedia dengan potensi yang cukup besar jadi untuk mendapatkan buah kelapa sawit yang banyak maka anda wajib untuk menggunakan benih kelapa sawit yang unggul jika tidak maka harapan anda untuk memiliki kelapa sawit dengan buah yang banyak tidak akan pernah tercapai.



2. Seleksi Bibit Kelapa Sawit yang benar

Untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang optimal maka anda harus melakukan yang namanya seleksi bibit sehingga semua bibit yang ditanam di kebun adalah bibit yang paling baik karena jika bibit tersebut tidak normal biasanya tidak akan menghasilkan produksi yang baik.\



Bibit kelapa sawit yang harus di seleksi adalah :

1. Bibit Kerdil

2. Bibit Abnormal

3. Bibit rolled leaf ( daun terpuntir)

4. Daun Semai Menggulung (Twisted Leaf)

5. Semai "Collante"

6. Semai Tegak (Erect)

7. Semai Berdaun Sempit (Narrow Leaves)

Jika kedua hal diatas telah dipenuhi maka potensi bibit sawit yang ditanam sudah baik artinya sudah memiliki potensi untuk berbuah banyak.



Setelah diatanam penanaman maka syarat mutlak agar kebun sawit akan menghasilkan produksi yang banyak maka seleksi terhadap pohon jantan wajib dilakukan karena pohon jantan tidak akan menghasilkan buah jadi sebaiknya di tumbang.



3. Pemupukan Yang Benar

Ini adalah kunci untuk mengeluarkan potensi benih kelapa sawit unggul yang sudah kita tanam. Agar potensi kelapa sawit keluar secara maksimal maka pemupukan harus dilakukan dengan benar

Jadi anda harus melakukan pemupukan yang benar dengan konsep 4 T yaitu tepat dosis, tepat tempat, tepat cara dan tepat waktu



Adapaun dosis pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut :







4. Pengendalian Gulma

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pemupukan yang dilakukan maka wajib dilakukan pengendalian gulma kelas A dan B sedangkan kelas C dapat di biarkan. Pengendalian gulma yang benar di perkebunan kelapa sawit adalah dengan cara :

1. Piringan, pasar pikul dan TPH harus bebas dari semua jenis gulma

2. Gawangan : gulma yang dikendalikan adalah gulma kelas A dan B seperti : lalang, bambu, pisang, keladi, talas, anak kayu, pakis udang, pakis kawat, senduduk dan lain - lain

Pengendalian gulma ini adalah sebagai syarat wajib agar pemupukan berhasil.



5. Panen yang Benar

Jika ke empat tahapan diatas telah dilakukan maka di pokok kelapa sawit anda sudah terdapat buah yang sangat banyak jadi tinggal kita lakukan pemanenan yang benar karena jika salah maka pokok kelapa sawit akan rusak atau stress sehingga akan berpengaruh terhadap produksi.



Panen kelapa sawit yang benar adalah dengan cara panen dengan rotasi teratur 8 sampai dengan 10 hari sekali tinggal anda sesuaikan dengan luas lahan anda tetapi dengan rotasi 10 hari sekali potensi produksi sudah lebih baik jika dibandingkan dengan 15 hari sekali karena jika rotasi panen semakin tinggi maka kehilangan produksi (losses) besar dalam bentuk brondolan tinggal dan buah over ripe (lewat matang)



Setelah rotasi baik maka selanjutnya adalah mutu buah yang si panen jika anda memanen buah mentah maka sawit akan rusak karena stress. Jadi anda harus memanen buah matang dengan kriteria :

a. Untuk areal datar : 1 brondolan/kg tandan buah segar sampai buah tersebut di TPH

b. Untuk areal berbukit - bergunung: 1/2 brondolan/kg tandan buah segar sampai buah tersebut di TPH

Jadi anda tidak boleh main - main dengan mutu buah tersebut jika ingin produksi sawit anda maksimal sebab jika anda memotong buah mentah maka kelapa sawit anda akan rusak.



Setelah panen anda benar maka tahap selanjutnya untuk mendapatkan buah yang banyak maka anda di wajibkan untuk mengurangi kehilangan produksi yang seharusnya diraih. Kehilangan produksi dapat terjadi melalui :

a. panen buah mentah

b. brondolan tinggal di piringan, gawangan, tph, jalan, parit, di pokok dll

c. buah masak tinggal di pokok

d. buah masak tinggal di piringan dan gawangan

e. buah hilang atau di curi

f. buah matahari

Jadi anda harus menghindari hal ini agar semua potensi buah yang dihasilkan kelapa sawit anda tidak ada yang berkurang.



Related Post