Wednesday, October 17, 2012

Kontrasepsi Oral PiI Kombinasi

By lryan Rc   Posted at  10/17/2012 03:01:00 PM   kesehatan No comments


Kontrasepsi Oral PiI Kombinasi

Pil Kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang sampai saat ini dianggap paling efektif. Selain mencegah terjadinya ovulasi, pil juga mepunyai efek lain terhadap traktus genitalis, seperti menimbulakn perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang banyak dan kental, yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri. Juga terjadi perubahan-perubahan pada mortilitas tuba Fallopii dan uterus
Efek Samping
Efek karena kelebihan estrogen
Efek yang sering terdapat ialah rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma, fluor albus. Rasa mual kadang-kadang disertai muntah, di area, dan rasa perut kembung. Retensi cairan disebabkan oleh kurangnya pengeluaran air dan natrium, dan dapat meningkatkan bertambahnya berat badan. Sakit kepala sebagian juga disebabkan oleh retensi cairan. Pada penderita pemberian garam perlu dikurangi, dan dapat diberikan obat diuretic.

Efek karena kelebihan progestagen
Progestagen dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambah berat badan, akne, alopesia, kadang-kadang mamma mengecil, fluor albus, hipomenorea. Bertambahnya berat badan karena progestagen kiranya disebabkan oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolic hormone. Akne dan alopesia dapat timbul karena efek androgenic dari jenis progestagen yang dipakai dalam pil. Progestagen dapat mengakibatkan mengecilanya mamma.

Efek sampingan yang berat
Bahaya yang dikhawatirkan dengan pil adalah trombo-emboli , termasuk tromboflebitis, emboli paru-paru, dan trombosis otak. Kemungkinan untuk terjadinya trombo-emboli pada wanita yang minum pil , lebih besar apabila ada factor-faktor yang memberikan predisposisi, seperti merokok, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas.

Kontraindikasi
Tidak semua wanita dapat menggunakan pil kombinasi untuk kontrasepsi.
Kontraindikasi terhadap penggunaannya dapat di bagi dalam kontraindikasi mutlak dan relative.



Kontraindikasi mutlak
Termasuk di sini : 1) tumor-tumor yang dipengaruhi estrogen; 2)penyakit-penyakit hati yang aktif, baik akut ataupun menahun, 3) pernah mengalami tromboflebitis, trombo-emboli, kelainan serebro-vaskular; 4) diabetes mellitus; dan 5) kehamilan
Kontraindikasi relative
Yang termasuk kontraindikasi relative ialah: 1)depresi ; 2)migrasi ; 3) mioma uteri ; 4). Hipertensi .5) oligomenorea dan amenorea. Pemberian pil kombinasi kepada wanita yang mempunyai kelainan tersebut diatas harus diawasi secara teratur dan terus menerus , sekurang-kurangnya sekali dalam 3 bulan.

Kelebihan dan kekurangan pil komnbinasi
Kelebihan pil kombinasi antara lain : 1) efektivitasnya dapat dipercaya ; 2) frekuensi koitus tidak perlu diatur; 3)siklus haidjadi teratur ; 4) keluhan-keluhan dismenorea yang primer menjadi berkurang atau hilang sama sekali.
Kekurangan pil kombinasi antazu lain: l) pil harus diminum tiap hari, sehingga kadang-kadang merepotkan ; 2) motivasi harus kuat; 3) adanya efek sampingan walaupun sifatnya sementara, umpamanya mual, sakit kepala, muntah, buah dada jadi nyeri dlI; 4) kadang-kadang setelah berhenti minum pil dapat timbul arnenorea yang persisten 5) untuk golongan penduduk tertentu harganya masih mahal.

Memilih Pil Kombinasi
Pada prinsipnya berbagai pil kombinasi mempunyai efektifitas yang sarna, walaupun untuk pil yang mengandung hanya 20 ug estrogen hal itu mungkin sedikit kurang Pil yang mengandung progestagen yang kurang dari 50 ug juga lebih sering menimbulkan gangguan perdarahan , sedangkan pil yang mengandung estrogen lebih dari 50 ug dapat menimbulkan mual dsb. Sebaiknya pada pemberian pil untuk pertama kali, dipakai pil yang mengandung 50 ug mestranol dan 1 mg norethindrone. Jika pasien mendapat banyak efek sampingan yang disebabkan estrogen, seperti mual, muntah, buah dada jadi tegang dan nyeri, gantilah pilnya dengan pil yang mengandung estrogen kurang dari 50 ug Jika terjadi break-through bleeding, gantilah dengan pil dengan dosis yang lebih tinggi.

Cara Pemakaian Pil kombinasi

Ada pil kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 2 atau 22 pil dan ada yang berisi 28 pil. Pil yang beijumlah 21-22 dimulai dari ke-5 haid tiap hari satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus habis; sebaiknya pil diminum pada waktu tertentu, misalnya malam sebelum tidur. Pil dalarn bungkus 28 pil diminum tiap malam terus-menerus .Pada hari pertama haid pil yang inaktif mu1ai diminum, dan dipilih pil menurut hari yang ditentukan dalam bungkus.Keuntungan minum pil berjumlah 28 biji ialah bahwa karena pil ini diminum tiap hari terus-menerus, tidak mudah dilupakan.


IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.

Jenis-jenis IUD di Indonesia
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.
IUD bentuk T yang baru
IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T.
c. Multi Load 
IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. 
Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
d. Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik. 
Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini.
Cara Kerja
· Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii
· Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
· IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
Efektifitas
IUD sangat efektif, (efektivitasnya 92-94%dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun; Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun; Cu T 380A dapat untuk 8 tahun . Kegagalan rata-rata 0.8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.
Indikasi
Prinsip pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah bersalin dan pada akhir haid. Yang boleh menggunakan IUD adalah:
· Usia reproduktif
· Keadaan nulipara
· Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
· Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
· Setelah melahirkan dan tidak menyusui
· Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
· Risiko rendah dari IMS
· Tidak menghendaki metoda hormonal
· Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari
· Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama
· Perokok
· Gemuk ataupun kurus
Pemasangan IUD dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali.
Kontraindikasi
Yang tidak diperkenankan menggunakan IUD adalah
· Belum pernah melahirkan
· Adanya perkiraan hamil
· Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.
· Perdarahan vagina yang tidak diketahui
· Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
· Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik
· Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri
· Penyakit trofoblas yang ganas
· Diketahui menderita TBC pelvik
· Kanker alat genital
· Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
Keuntungan
Menurut Dr David Grimes dari Family Health International di Chapel Hill, Carolina Utara, seperti dikutip News yahoo, dokter sering kali melupakan manfaat IUD dalam pengobatan endometriosis.Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan di The American College of Obstetricians and Gynecologist, New Orleans. David mengatakan, IUD mampu mengurangi risiko kanker endometrium hingga 40 persen. Perlindungan terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi secara oral.
· Sangat efektif. 0,6 – 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). Pencegah kehamilan jangka panjang yang AMPUH, paling tidak 10 tahun
· IUD dapat efektif segera setelah pemasangan
· Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
· Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
· Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A
· Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Aman untuk ibu menyusui – tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI
· Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
· Dapat digunakan sampai menopause
· Tidak ada interaksi dengan obat-obat
· Membantu mencegah kehamilan ektopik
· Setelah IUD dikeluarkan, bisa langsung subur
Kerugian
Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut. Dan harus segera ke klinik jika:
1. Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah.
2. Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
3. Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat.
4. Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas.
Efek Samping dan Komplikasi
· Efek samping umum terjadi:
perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit
· Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)
· Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
· Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan
· Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD, PRP dapat memicu infertilitas
· Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD
· Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD. Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari
· Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas
· Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang segera setelah melahirkan)
· Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD mencegah kehamilan normal
· Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu.
Waktu Pemasangan
Pemasangan IUD sebaiknya dilakukan pada saat :
· 2 sampai 4 hari setelah melahirkan
· 40 hari setelah melahirkan
· setelah terjadinya keguguran
· hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid
· menggantika metode KB lainnya
Waktu Pemakai Memeriksakan Diri
· 1 bulan pasca pemasangan
· 3 bulan kemudian
· setiap 6 bulan berikutnya
· bila terlambat haid 1 minggu
· perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya
Keluhan-keluhan pemakai IUD
Keluhan yang dijumpai pada penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian IUD harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian IUD.

Intra uterine device (IUD) atau awam menyebutnya spiral adalah alat plastik kecil yang terbungkus dengan kabel tembaga. Alat berbentuk "T" ini menghambat kehamilan dengan mencegah bertemunya sel sperma dan sel telur dengan cara menghentikan jalan sperma ke tuba falopi atau dengan mengganti jalan uterus sehingga telur yang matang tidak dapat dibuahi.
Sesuai tipenya, IUD dapat digunakan secara efektif dalam jangka waktu 5-10 tahun tanpa harus diganti. Bentuknya cukup kecil sehingga ginekolog dapat memasukkan alat ini ke dalam uterus dengan prosedur yang mudah.
Sementara itu, implan berbentuk kecil seperti batang korek api yang dimasukkan ke bawah kulit di bagian lengan. Implan akan mengeluarkan sejumlah hormon penekan ovulasi hingga tiga tahun. Akseptor KB juga bisa dengan mudah hamil kembali setelah alat implan ini dicabut.
Selain efektif, para dokter ginekolog juga menyatakan risiko efek samping dari kedua alat kontrasepsi ini terbilang kecil. Risiko kehamilan dari penggunaan implan hanya sekitar 0,05 persen.
Rekomendasi baru yang dikeluarkan American College of Obstetricians and Gynecologist ini menggantikan pedoman lama yang dikeluarkan Januari 2005. Pada saat itu dinyatakan hanya wanita yang sudah melahirkan dan memiliki risiko penularan penyakit seksual saja yang disarankan untuk memakai IUD. Kendati demikian, banyak akseptor yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut tetap memilih IUD dan implan.
Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping, termasuk dengan IUD. Menurut para ahli dari Mayo Clinic, IUD bisa menimbulkan efek samping sakit kepala, berat badan bertambah, perubahan mood, serta rasa nyeri dan jumlah darah haid lebih banyak. Perdarahan yang terlalu lama juga bisa menyebabkan anemia.
Efek samping lain yang dicatat antara lain nyeri saat berhubungan seks dan inflamasi di bagian vagina. Efek samping tersebut akan berkurang atau menghilang seiring dengan lamanya alat KB ini digunakan.


Komposisi Batang plastik berbentuk T berukuran 3 cm dengan balutan tembaga seluas kurang lebih 380 mm2
Mekanisme Kerja IUD Andalan akan mencegah pelepasan sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Selain itu mengurangi mobilitas sperma agar tidak dapat membuahi sel telur serta mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim
KualitasIUD Andalan efektif mencegah kehamilan hingga 99,4% apabila dipasang sesuai dengan prosedur oleh bidan atau dokter terlatih.
Keunikan
  • Sangat murah dan efisien karena cukup sekali pemakaian yang dibantu oleh tenaga medis
  • Pilihan kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang minim efek samping
  • Efektif mencegah kehamilan selama 10 tahun
  • Cepat mengembalikan kesuburan, sehingga dapat segera hamil jika diinginkan
  • Tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI
  • Efektif mencegah kehamilan ektopik
Efek SampingSecara umum, efek samping yang timbul tidak akan bersifat permanen. Efek samping hanya akan bersifat sementara tergantung dari penerimaan tubuh terhadap IUD. Efek samping yang bersifat sementara tersebut antara lain:
  • Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama pemakaian
  • Pembengkakan panggul bisa terjadi setelah terkena infeksi penyakit kelamin
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV dan AIDS
Penting untuk diperhatikan
  • Anda hanya perlu sekali dalam setahun untuk datang ke dokter atau bidan untuk memeriksakan keberadaan IUD Anda
  • Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang telah dilatih
  • IUD dapat dipasang segera setelah melahirkan, setelah plasenta keluar
  • Kapan saja bisa dipasang tidak harus sedang haid asalkan Anda tidak sedang hamil

Efek Samping
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan 
pil kombinasi ini antara lain:
  1. Peningkatan risiko trombosis vena, emboli paru, serangan jantung, stroke dan kanker leher rahim.
  2. Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan.
  3. Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresiperubahan suasana hati dan penurunan libido.
  4. Mual (terjadi pada 3 bulan pertama).
  5. Kembung.
  6. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama).
  7. Pusing.
  8. Amenorea.
  9. Nyeri payudara.
  10. Kenaikan berat badan.




DEFINISI
Pengertian kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam kontrasepsi. Metode dalam kontrasepsi tidak ada satupun yang efektif secara menyeluruh. Meskipun begitu, beberapa metode dapat lebih efektif dibandingkan metode lainnya. Efektivitas metode kontrasepsi yang digunakan bergantung pada kesesuaian pengguna dengan instruksi. Perbedaan keberhasilan metode juga tergantung pada tipikal penggunaan (yang terkadang tidak konsisten) dan penggunaan sempurna (mengikuti semua instruksi dengan benar dan tepat). Perbedaan efektivitas antara penggunaan tipikal dan penggunaan sempurna menjadi sangat bervariasi antara suatu metode kontrasepsi dengan metode kontrasepsi yang lain. Sebagai contoh: kontrasepsi oral sangat efektif bila digunakan secara tepat, tetapi banyak wanita yang sering kali lupa untuk meminum pilnya secara teratur. Sehingga penggunaan kontrasepsi oral secara tipikal kurang efektif dibandingkan penggunaan sempurna.
Tahukah anda....
Efektivitas perhitungan pada metode kontrasepsi seperti pil atau metode ritmik bergantung pada sebaik apa petunjuknya dipatuhi/ diikuti.
Pada kontrasepsi implan, saat implan dimasukkan ke dalam tubuh, tidak diperlukan perlakuan apapun lagi (sehingga penggunaan implan menjadi penggunaan sempurna) sampai tiba waktunya untuk diganti. Dalam hal ini maka penggunaan tipikal sama saja dengan penggunaan sempurna, sampai saat penggantian implan.

Seseorang cenderung menggunakan suatu metode kontrasepsi secara tepat ketika semakin terbiasa dengan metode kontrasepsi tersebut. Hasilnya, perbedaan efektivitas antara penggunaan yang tipikal dengan penggunaan sempurna semakin berkurang seiring dengan berjalannya waktu.
Efektivitas Kontrasepsi
Metode
Kehamilan pada penggunaan tahun pertama (%)
Penggunaan sempurna
Penggunaan tipikal
Kontrasepsi oral
0,3
8
Implan
0,05
0,05
Koyo kontrasepsi dan cincin vagina
0,3
8
Injeksi medroxyprogesteron
0,3
3
Kondom
2
15
Diafragma dengan spermisida
6
16
Penutup serviks dengan spermisida
18 (pada wanita yang telah memiliki anak)
40 (pada wanita yang telah memiliki anak)
9 (pada wanita yang belum memiliki anak)
18 (pada wanita yang telah memiliki anak)
Spons kontrasepsi
26 (pada wanita yang telah memiliki anak)
32 (pada wanita yang telah memiliki anak)
9 (pada wanita yang belum memilii anak)
16 (pada wanita yang belum memilii anak)
Intrauterine device (IUD)/ Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
0,1–0,8
0,1–0,8
KB alami metode ritmik
1–9
25
Senggama terputus
4
27
Sekitar 85% wanita dapat menjadi hamil pada hubungan seksual tanpa kontrasepsi selama satu tahun

Selain efektivitasnya, masing-masing metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya saja, metode hormonal memiliki efek samping berupa peningkatan maupun penurunan risiko terhadap beberapa penyakit. Pilihan metode bergantung pada gaya hidup, pilihan, dan keperluan pengguna.
Perbandingan Metode Kontrasepsi
No.
Metode
Keuntungan
Efek samping
Pertimbangan Lain
1
Metode Hormonal
a
Kontrasepsi Oral
Harus diminum setiap hari.
Menstruasi (perdarahan) tidak teratur selama beberapa bulan pertama.
Wanita yang berusia di atas 35 tahun dan perokok tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi oral.
Untuk kontrasepsi oral kombinasi (mengandung estrogen dan progestin), seorang wanita mengkonsumsi pil aktif setiap hari selama 3 pekan, kemudian diikuti dengan minum tablet inaktif selama 1 pekan.
Mual, perut kembung, retensi cairan, peningkatan tekanan darah, nyeri payudara, migrain, sakit kepala, pertambahan berat badan, jerawat, dan gelisah.
Beberapa gangguan juga dapat mengurangi penggunaannya.
Untuk kontrasepsi oral yang hanya mengandung progestin saja maka pil diminum setiap hari.
Meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah & kemungkinan kanker leher rahim
Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral, lebih jarang mendapat kram perut saat haid, Jerawat, perdarahan tak teratur, kemungkinan terkena osteoporosis, serta resiko mendapat beberapa jenis kanker tertentu.
Kunjungan ke dokter dilakukan secara periodik untuk mengulangi resep
Peningkatan risiko bekuan darah dan kemungkinan kanker serviks
b
Implan
Kontrasepsi implan hanya perlu dipasang 1 kali untuk pemakaian selama 3 tahun. Implan dipasang oleh seorang dokter.
Menstruasi tidak teratur selama tahun pertama pemakaian.
Larangan sama seperti penggunaan kontrasepsi oral.
Sakit kepala dan penambahan berat badan.
Diperlukan torehan untuk mengeluarkan implan
c
Koyo kontrasepsi/ koyo KB
Wanita menggunakan patch kontrasepsi (berbentuk seperti koyo) untuk penggunaan selama 3 minggu. 1 minggu berikutnya tidak perlu menggunakan koyo KB.
Efek samping sama dengan kontrasepsi oral, namun jarang ditemukan adanya perdarahan tidak teratur.
Larangan sama seperti penggunaan kontrasepsi oral.
Kunjungan ke dokter dilakukan secara periodik untuk memperbarui resep.
d
Cincin vagina
Wanita memasukkan cincin setiap 3 minggu sekali. Kemudian selama 1 minggu cincin vagina dilepaskan. Cincin yang baru digunakan untuk pemakaian 1 bulan
Efek samping mirip dengan kontrasepsi oral, namun jarang ditemukan perdarahan tidak teratur.
Larangan sama seperti pada penggunaan kontrasepsi oral.
Pada minggu-minggu awal pemakaian, perlu digunakan metode kontrasepsi lain sebagai cadangan.
Cincin vagina dapat Keluar dengan sendirinya. Apabila cincin dimasukkan kembali dalam waktu kurang dari 3 jam (setelah keluar dengan tidak sengaja) maka metode kontrasepsi cadangan tidak perlu digunakan.
e
Injeksi Medroxyprogesterone
Injeksi diberikan oleh dokter setiap 3 bulan.
Terjadi perdarahan tidak teratur (seiring waktu, perdarahan makin jarang terjadi) atau tidak menstruasi sama sekali saat kontrasepsi injeksi digunakan.
Metode ini mengurangi risiko terjadinya kanker rahim (endometrial), penyakit radang panggul, dan anemia karena kekurangan zat besi.
Sedikit kenaikan berat badan, sakit kepala, dan kehilangan kepadatan tulang secara sementara
2
Metode barrier (penghalang)
a
Kondom
Pria menggunakan kondom segera sebelum melakukan hubungan seksual dan membuangnya setiap habis digunakan.
Reaksi alergi dan iritasi
Kondom lateks memberi perlindungan terhadap penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual.
Kondom banyak tersedia di toko obat bebas.
Kondom harus di gunakan secara benar. Agar efektif, metode ini memerlukan kerjasama dari pasangan.
b
Diafragma dengan krim atau gel kontrasepsi
Diafragma dapat digunakan oleh wanita sebelum melakukan hubungan seksual. Kemudian didiamkan (dibiarkan) selama 24 jam.
Reaksi alergi, iritasi & infeksi saluran kemih
Setelah diafragma dipasang, krim atau gel tambahan perlu dimasukkan sebelum melakukan hubungan
seksual.
Penentuan ukuran diafragma yang sesuai dilakukan oleh dokter (setidaknya setahun sekali).
Diafragma yang menggunakan krim atau gel kontrasepsi dapat menyebabkan penempatan diafragma menjadi berantakan.
c
Spons kontrasepsi
Spons kontrasepsi dapat dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. Spons dapat dimasukkan kemudian dan dapat efektif selama 24 jam. Spons dibuang setiap habis digunakan.
Reaksi alergi dan kekeringan pada vagina atau iritasi
Spons dapat sulit untuk dikeluarkan. Spons harus dikeluarkan dalam setelah 30 jam.
Spons kontrasepsi tersedia di toko obat bebas
3
Metode lain
a
Intrauterine device (IUD)/ Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
IUD/ AKDR hanya perlu dipasang setiap 5-10 tahun sekali, tergantung dari tipe alat yang digunakan. Alat tersebut harus dipasang atau dilepas oleh dokter.
Perdarahan dan rasa nyeri.
Kadangkala IUD / AKDR dapat terlepas.
Perforasi rahim (jarang sekali).
b
KB alami metode ritmik
Wanita memeriksa suhu tubuh, lendir vagina dan gejala lain atau kombinasi dari ketiganya hampir setiap hari.
Tidak ada.
Metode ini memerlukan ketekunan wanita dan hubungan seksual tidak dilakukan selama beberapa hari dalam sebulan.
Metode ini kurang efektif bagi wanita yang mempunyai siklus mentruasi tidak teratur
c
Sanggama terputus
Pria menarik keluar penisnya dari vagina sebelum terjadi ejakulasi.
tidak ada
Metode ini tidak dapat diandalkan karena sperma bisa saja keluar sebelum terjadi ejakulasi
Sangat diperlukan pengendalian diri dan pengaturan waktu yang tepat.

  • Metode hormonal
Terdapat beragam metode dalam kontrasepsi hormonal. Metode ini dapat dilakukan melalui mulut (kontrasepsi oral), melalui vagina, ditempelkan pada kulit, ditanam di bawah kulit, maupun disuntikkan ke dalam otot. Hormon yang digunakan untuk mencegah konsepsi meliputi estrogen dan progestin (suatu senyawa yang mirip dengan hormon progesteron). Metode hormonal mencegah kehamilan dengan cara menghambat pelepasan sel telur dari ovarium, atau mengentalkan mukus/ lendir serviks (leher rahim) sehingga sperma tidak bisa dapat melewati serviks ke rahim. Selain itu, metode hormonal juga mencegah sel telur dibuahi oleh sperma. Dalam penggunaannya, metode-metode hormonal memiliki efek samping dan batasan/larangan yang hampir sama.
  • Kontrasepsi Oral
Kontrasepsi oral, yang biasa dikenal dengan pil KB (terkadang ’pil’ saja) mengandung homon, baik kombinasi hormon progestin dan estrogen maupun hormon progestin saja. Pil KB kombinasi biasanya diminum sehari sekali selama 3 minggu kemudian istirahat 1 minggu tidak minum pil (supaya menstruasi dapat terjadi) dan mulai minum pil KB lagi seperti semula. Tablet yang berisi bahan inaktif biasanya disertakan dalam kemasan untuk diminum saat masa istirahat. Hal ini bertujuan agar rutinitas minum pil terjaga setiap hari. Ada produk pil KB yang diminum secara rutin selama 12 minggu diikuti masa istirahat selama 1 minggu. Sehingga menstruasi hanya terjadi 4 kali dalam setahun. Ada juga produk yang harus meminum pil KB aktif setiap hari. Apabila menggunakan produk ini maka tidak ada masa menstruasi, walaupun kadang-kadang perdarahan menstruasi bisa saja terjadi.

Sekitar 0,3% wanita yang menggunakan pil KB kombinasi sesuai instruksi bisa hamil pada tahun pertama penggunaan. Peluang terjadinya kehamilan akan semakin besar bila wanita terlewat atau lupa untuk minum pil, terutama di hari-hari awal pada siklus menstruasi.

Dosis estrogen pada pil KB kombinasi bervariasi. Biasanya pil KB kombinasi dengan dosis estrogen yang rendah (20-35 mikrogram) banyak digunakan karena memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan yang berdosis tinggi (50 mikrogram). Wanita sehat yang tidak merokok dapat menggunakan pil KB kombinasi dosis rendah tanpa henti sampai menjelang menopause.

Pil KB yang hanya mengandung progestin diminum setiap hari tanpa henti. Terkadang pil KB ini menyebabkan perdarahan menstruasi tidak teratur. Angka terjadinya kehamilan dengan pil yang hanya mengandung progestin sama dengan pil KB kombinasi. Pil KB yang hanya mengandung progestin biasanya diresepkan bila pemberian estrogen merugikan wanita. Misalnya pil ini diresepkan pada wanita menyusui karena estrogen berefek mengurangi jumlah dan kualitas ASI. Tablet yang hanya mengandung progestin tidak mempengaruhi produksi ASI.

Sebelum mulai menggunakan kontrasepsi oral, wanita harus menjalankan pemeriksaan fisik yang meliputi pengukuran tekanan darah untuk memastikan bahwa ia tidak memiliki masalah kesehatan ketika menggunakan kontrasepsi oral. Tiga bulan setelah penggunaan kontrasepsi oral, wanita tersebut harus menjalani pemeriksaan kembali untuk melihat ada/tidaknya perubahan tekanan darah. Jika tidak ada perubahan, pemeriksaan kesehatan dilakukan setidaknya sekali setahun.

Jika seorang wanita memiliki penyakit arteri koroner atau diabetes, atau memiliki risiko kedua penyakit tersebut (ada kerabat dekat yang memiliki penyakit tersebut) biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar kolesterol, lipid dan juga gula darah. Jika hasil pemeriksaan diketahui level darahnya tidak normal, dokter mungkin meresepkan kombinasi estrogen dosis rendah, namun secara berkala dilakukan monitor pada kadar lipid dan gula darah.

Sebelum memulai penggunaan kontrasepsi oral, seorang wanita harus berkonsultasi pada dokter mengenai keuntungan dan kerugian kontrasepsi oral bagi dirinya.

Keuntungan kontrasepsi oral 

Keuntungan utama kontrasepsi oral yaitu dapat diandalkan bila digunakan secara terus-menerus. Selain itu, penggunaan kontrasepsi oral mengurangi kejang otot pada saat menstruasi, PMS, jerawat, perdarahan tidak teratur, anemia, kista pada payudara ataupun rahim, kehamilan di luar rahim, dan infeksi saluran telur. Selain itu, wanita yang menggunakan kontrasepsi oral, lebih sedikit terkena risiko osteoporosis.
Tahukah anda....
o    Dengan metode kontrasepsi oral tertentu, periode menstruasi hanya muncul selama 4 kali dalam satu tahun.
o    Kontrasepsi hormonal dapat mempunyai beberapa keuntungan
Penggunaan kontrasepsi oral dapat mengurangi risiko beberapa tipe kanker, termasuk kanker uterin (endometrial) dan kanker rahim. Risiko berkurang untuk beberapa tahun setelah kontrasepsi dihentikan.

Kontrasepsi oral yang diminum pada awal kehamilan tidak membahayakan janin. Namun, wanita tersebut harus menghentikan penggunaan kontrasepsi oral segera setelah ia menyadari bahwa ia hamil. Kontrasepsi oral tidak memiliki pengaruh jangka panjang pada kesuburan wanita, meskipun wanita bisa saja tidak melepaskan telur (ovulasi) untuk beberapa bulan setelah penghentian obat. Dokter merekomendasikan wanita pasca melahirkan menunggu sekitar 2 minggu untuk memulai kontrasepsi oral.

Kekurangan kontrasepsi hormonal

Kekurangan penggunaan kontrasepsi hormonal mencakup efek samping yang merugikan. Perdarahan yang tidak teratur paling banyak ditemui pada bulan-bulan pertama penggunaan kontrasepsi oral, namun biasanya akan berhenti dengan sendirinya bila tubuh telah beradaptasi dengan kandungan hormon dalam kontrasepsi oral tersebut. Jika perdarahan tidak teratur terus berlangsung, dokter bisa saja menyarankan meminum kontrasepsi oral setiap hari, tanpa istirahat (jeda) selama beberapa bulan untuk mengurangi terjadinya perdarahan.

Beberapa efek samping yang muncul berkaitan dengan kandungan estrogen dalam tablet. Efek samping dapat berupa mual, kembung, retensi cairan, peningkatan tekanan darah, nyeri payudara, dan migrain. Beberapa efek samping berhubungan dengan tipe atau dosis progestin. Efek samping dapat berupa pertambahan berat badan, jerawat, dan gelisah. Beberapa wanita yang mengkonsumsi kontrasepsi oral berat badannya naik sekitar 3-5 pon (1,4-2,3 kg) dikarenakan retensi cairan. Terkadang berat badan bisa bertambah lagi karena nafsu makan yang meningkat. Banyak efek samping tersebut jarang muncul dengan penggunaan tablet dosis rendah.

Pada beberapa wanita, kontrasepsi oral menimbulkan bercak-bercak hitam (melasma) di wajah, serupa dengan bercak yang dapat muncul selama kehamilan. Paparan sinar matahari dapat membuat bercak tersebut lebih gelap. Jika bercak gelap bertambah, wanita tersebut harus berkonsultasi pada dokter mengenai penghentian penggunaan kontrasepsi oral. Bercak hitam akan memucat secara bertahap setelah penggunaan kontrasepsi oral dihentikan.

Menggunakan kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit. Risiko terjadinya pembekuan darah di vena meningkat pada wanita yang menggunakan pil KB kombinasi dibandingkan yang tidak menggunakan. Risikonya meningkat 7 kali lebih tinggi dengan tablet yang mengandung estrogen dosis tinggi. Risiko meningkat sekitar 3 sampai 4 kali untuk estrogen dosis rendah. Akan tetapi, risiko yang muncul tersebut hanya setengah saja dari resiko terjadinya pembekuan darah saat hamil. Wanita yang memiliki anggota keluarga menderita pembekuan darah harus memberitahukan kepada dokter sebelum menggunakan kontrasepsi oral. Dikarenakan pembedahan/ operasi meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah, seorang wanita harus menghentikan penggunaan kontrasepsi oral sebulan sebelum dilakukan prosedur operasi dan tidak menggunakan kontrasepsi oral tersebut sampai sebulan setelahnya. Untuk wanita sehat yang tidak merokok, penggunaan pil kombinasi dengan estrogen dosis rendah tidak meningkatkan risiko terjadinya stroke maupun serangan jantung.

Penggunaan kontrasepsi oral lebih dari 5 tahun, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim (serviks). Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral harus melakukan Papanicolaou test atau tes pap smear setidaknya sekali dalam setahun. Tes ini dapat mendeteksi adanya perubahan pada leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker sebelum berubah menjadi kanker.

Penggunaan kontrasepsi oral tidak meningkatkan risiko kanker payudara, tidak juga pada wanita dengan usia 35 – 65 tahun. Selain itu, penggunaan kontrasepsi oral juga tidak meningkatkan risiko kanker payudara pada kelompok berisiko tinggi (misalnya wanita dengan kelainan payudara ringan atau keluarga dengan riwayat kanker payudara).

Menggunakan kontrasepsi oral dapat menyebabkan batu empedu tumbuh lebih besar, namun tidak menyebabkan pembentukan batu empedu yang baru. Sehingga adanya batu empedu lebih sering terdiagnosa pada tahun-tahun pertama penggunaan kontrasepsi oral.

Untuk wanita yang berusia lebih dari 35 tahun dan perokok, penggunaan kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Secara tipikal, wanita tersebut tidak boleh menggunakan kontrasepsi oral. Namun jika wanita tersebut dimonitor secara ketat oleh praktisi kesehatan, ia dapat menggunakan kontrasepsi oral. Menggunakan cyclophosphamide (CYTOXAN), antibiotik tertentu, atau obat antifungi tertentu dapat membuat kontrasepsi oral menjadi kurang efektif. Jika seorang wanita yang menggunakan kontrasepsi oral menggunakan salah satu obat tersebut, maka ia harus menggunakan juga metode kontrasepsi lain sampai periode awal setelah penggunaan obat-obat tersebut selesai.

Seorang wanita tidak boleh menggunakan kontrasepsi oral pada situasi berikut:
3.      Perokok dan usianya di atas 35 tahun
4.      Memiliki gangguan hati maupun tumor pada hati
5.      Memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi (250 mg/dL atau lebih tinggi)
6.      Memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
7.      Memiliki penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol
8.      Memiliki gangguan ginjal
9.      Memiliki penyumbatan darah di betis akibat adanya bekuan darah (trombosis vena)
10.  Kondisi kaki yang tidak bergerak (seperti pada penggunaan gips)
11.  Memiliki penyakit arteri koroner
12.  Pernah mengalami stroke
13.  Menjalankan operasi dalam bulan sebelumnya atau akan menjalankan operasi pada bulan berikutnya
14.  Memiliki penyakit kolestasis (aliran empedu berkurang) selama kehamilan atau memiliki sakit kuning (jaundice) selama penggunaan kontrasepsi oral sebelumnya
15.  Memiliki kanker payudara atau kanker endometrial yang dapat berkembang dengan stimulasi estrogen
16.  Pernah terkena serangan jantung
17.  Mengalami perdarahan vagina dengan sebab yang tidak diketahui
18.  Memiliki penyakit lupus/systemic lupus erythematosus (SLE)


Wanita dapat menggunakan kontrasepsi oral hanya dengan pengawasan dari dokter pada situasi berikut:
19.  Wanita yang mengalami depresi
20.  Memiliki diabetes yang dikontrol dengan baik dan tidak mempengaruhi sirkulasinya
21.  Memiliki sindroma pra haid/premenstrual syndrome (PMS)
22.  Tidak memiliki periode menstruasi (amenorrhea) untuk alasan yang tidak diketahui
23.  Sering mengalami migrain (tapi tidak dengan gejala gangguan sistem saraf pusat, seperti rasa kebas atau lemah pada lengan atau wajah)
24.  Perokok berusia di bawah 35 tahun
25.  Memiliki hepatitis atau penyakit hati lainnya dan telah sembuh total
26.  Memiliki tekanan darah tinggi yang dikontrol dengan pengobatan
27.  Memiliki varises
28.  Memiliki gangguan kejang yang telah diobati dengan obat
29.  Memiliki fibroid di rahim
30.  Memiliki prekanker, abnormalitas pada rahim dan kanker rahim yang telah diobati
31.  Obesitas
32.  Memiliki hubungan dekat dengan keluarga yang menderita penyumbatan darah

* pantangan ini hanya untuk kontrasepsi oral yang mengandung estrogen dan progestin.

mg/dL = milligram per desiliter darah
                        Kontrasepsi koyo (koyo KB) dan cincin vagina
Koyo KB dan cincin vagina mengandung estrogen dan progestin dan digunakan selama 3 sampai 4 minggu, kemudian dilepas. Pada minggu keempat, kontrasepsi tersebut tidak digunakan supaya menstruasi dapat terjadi.

Koyo KB ditempelkan seminggu sekali selama 3 minggu berturut-turut. Koyo ditempelkan dikulit kemudian didiamkan selama 1 minggu, kemudian dilepas. Koyo yang baru ditempelkan di area kulit yang berbeda. Pada minggu ke 4 Koyo KB tidak digunakan. Olahraga dan sauna maupun penggunaan bak mandi air panas tidak akan menggeser posisi koyo KB ini.

Cincin vagina merupakan alat plastik kecil yang ditempatkan dalam vagina selama 3 minggu. Kemudian, cincin dilepas selama 1 minggu. Seorang wanita dapat memasang dan melepas cincin vagina sendiri. Cincin vagina terdiri dari satu ukuran dan dapat ditempatkan di mana saja di dalam vagina. Biasanya cincin tidak dirasakan pasangan sewaktu berhubungan. Cincin vagina yang baru diganti setiap bulannya. Masing-masing metode efektif bila digunakan secara benar dan sempurna. Efektivitasnya sama dengan kontrasepsi oral. Terkadang, koyo kontrasepsi kurang efektif pada wanita yang kelebihan berat badan (overweight).

Dengan metode koyo KB dan cincin vagina, wanita memiliki periode menstruasi yang teratur. Bercak maupun perdarahan jarang terjadi. Efek samping, risiko, dan batasan/larangan sama dengan kontrasepsi oral kombinasi.
                        Kontrasepsi implan
Kontrasepsi implan merupakan kontrasepsi yang berbentuk batang kecil yang mengandung hormon progestin. Setelah dokter mematikan rasa di kulit dengan menggunakan anastetik, kemudian alat seperti jarum (trocar) digunakan untuk menempatkan implan di bawah kulit pada lengan bagian atas. Pemasangan implan tidak memerlukan jahitan pada kulit. Secara perlahan, implan akan melepaskan progestin ke dalam aliran darah. Implan efektif digunakan selama 3 tahun.

Efek samping yang paling banyak ditemukan adalah periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak mendapatkan menstruasi selama tahun pertama penggunaan. Setelah itu, periode menstruasi menjadi teratur. Sakit kepala dan pertambahan berat badan juga bisa terjadi. Efek samping ini terkadang membuat wanita ingin melepaskan implan. Karena implan tidak diserap tubuh, dokter harus melakukan sayatan pada kulit untuk melepaskannya. Melepaskan implan lebih sulit daripada penyisipannya dikarenakan jaringan di bawah kulit menjadi lebih tebal di sekitar implan. Segera setelah implan dilepaskan, ovarium kembali ke fungsi normalnya, dan wanita subur kembali.
                        Kontrasepsi injeksi/suntikan
Progestin atau medroxyprogesterone diinjeksikan oleh tenaga kesehatan setiap tiga bulan sekali. Tersedia 2 tipe injeksi. Tipe yang pertama adalah yang disuntikkan ke jaringan otot di lengan maupun bokong, dan tipe kedua yaitu disuntikkan di bawah kulit. Masing-masing tipe sangat efektif.

Progestin mengganggu siklus menstruasi. Sekitar sepertiga wanita yang menggunakan kontrasepsi ini tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan setelah injeksi pertama. Sedangkan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan bercak selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Setelah kontrasepsi ini digunakan selama beberapa waktu, perdarahan yang tidak teratur semakin jarang terjadi. Setelah 2 tahun, sebanyak 70% wanita tidak akan mengalami perdarahan sama sekali. Ketika injeksi dihentikan, menstruasi kembali teratur dalam waktu 6 bulan pada separuh wanita dan dalam waktu 1 tahun bagi tiga perempat wanita lainnya. Kesuburan mungkin saja belum kembali seperti semula sampai satu tahun setelah injeksi dihentikan.

Efek samping yang bisa muncul meliputi sedikit penambahan berat badan, sakit kepala, menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi, dan menurunnya kepadatan tulang untuk sementara waktu. Biasanya, kepadatan tulang akan kembali seperti semula setelah injeksi dihentikan. Orang yang mendapatkan suntikan kontrasepsi hormonal, terutama remaja dan wanita muda harus mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari untuk membantu memelihara kepadatan tulang.

Medroxyprogesterone tidak meningkatkan risiko penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Medroxyprogesteron mengurangi risiko munculnya kanker endometrial, penyakit radang pelvis (infeksi pada organ reproduksi wanita bagian atas), dan anemia karena kekurangan zat besi. Interaksi dengan beberapa obat jarang ditemukan.
                        Kontrasepsi darurat
Kontrasepsi darurat, yang biasa disebut morning after pill mengandung hormon atau obat yang dapat mempengaruhi hormon. Pil ini digunakan paling lama 72 jam setelah terjadi hubungan seksual tanpa kontrasepsi atau metode kontrasepsi yang digunakan gagal, misalnya terjadi kebocoran kondom.

Kontrasepsi darurat dapat mengurangi kemungkinan hamil setelah terjadi satu kali hubungan seksual tanpa pelindung, termasuk ketika hubungan seksual tersebut dilakukan mendekati saat ovulasi. Mendekati waktu ovulasi, peluang terjadinya kehamilan sekitar 8% tanpa kontrasepsi. Semakin cepat kontrasepsi darurat digunakan, semakin efektif kerjanya.

Tersedia 2 pilihan dalam kontrasepsi darurat
0.      Levonorgestrel
Hormon ini paling banyak digunakan dalam kontrasepsi darurat. Levonorgestrel atau progestin dalam dosis yang lebih rendah lebih banyak digunakan. Umumnya, satu dosis diminum, kemudian diikuti dengan dosis lain 12 jam kemudian. Jika dosis pertama dikonsumsi 72 jam setelah berhubungan, kemungkinan terjadinya kehamilan berkurang sampai hampir 90%. Jika dosis pertama dikonsumsi dalam waktu 24 jam setelah berhubungan, peluang kehamilan berkurang sampai sekitar 95%. Beberapa dokter merekomendasikan kedua tablet levonorgestrel dikonsumsi pada waktu yang sama. Metode ini cukup efektif. Untuk tiap penggunaan dapat diminum 1 tablet dosis biasa atau 20 tablet dosis rendah.
1.      Kontrasepsi kombinasi
Kontrasepsi darurat menggunakan pil kontrasepsi oral kombinasi. 2 tablet (pil) KB kombinasi diminum sekaligus dalam jangka waktu 72 jam setelah terjadi hubungan seksual tanpa pengaman. Selanjutnya 2 tablet pil kb kombinasi berikutnya dikonsumsi 12 jam kemudian. Pilihan ini kurang efektif dalam mencegah kehamilan daripada metode lainnya. Sebanyak 50% wanita mengalami mual, dan 20% mengalami muntah. Obat antiemetik dapat digunakan untuk mencegah mual dan muntah.

                        Kontrasepsi penghalang/barrier
Kontrasepsi penghalang/barrier secara fisik menghalangi sperma memasuki rahim wanita. Kontrasepsi penghalang/barrier mencakup kondom, diafragma, penutup serviks, dan spons kontrasepsi.
Memblok akses: kontrasepsi penghalang
http://medicastore.com/images/kontrasepsi_penghalang.jpg

Alat kontrasepsi penghalang/barrier mencegah sperma memasuki rahim wanita. Mencakup kondom, diafragma, penutup serviks, dan spons kontrasepsi. Beberapa kondom dapat mengandung spermisida. Kondom dan metode penghalang lain yang tidak mengandung spermisida harus digunakan bersama bahan spermisida.
0.      Kondom
Kondom merupakan pelindung tipis yang menutupi penis. Kondom terbuat dari karet/ lateks yang merupakan satu-satunya kontrasepsi yang melindungi penyakit menular seksual, termasuk yang disebabkan oleh bakteri (seperti gonorrhea dan syphilis) dan disebabkan karena virus (seperti HPV—human papillomavirus— dan HIV—human immunodeficiency virus). Namun bagaimanapun, perlindungan ini (dengan berbagai pertimbangan) tidaklah sempurna. Kondom yang terbuat dari poliuretan juga menyediakan perlindungan, namun kondom jenis ini lebih tipis dan lebih mudah sobek. Kondom yang terbuat dari kulit lembu tidak melindungi dari serangan infeksi virus seperti infeksi HIV.
http://medicastore.com/images/kondom_pria.jpg
Kondom pria
http://medicastore.com/images/diafragma.jpg
Difragma
http://medicastore.com/images/penutup_serviks.jpg
Penutup serviks
http://medicastore.com/images/busa_vagina.jpg
Busa vagina
http://medicastore.com/images/IUD.jpg
Intrauterine Device (alat kontrasepri dalam rahim)

Kondom harus digunakan secara benar agar penggunaannya efektif.
Tahukah anda....
Kondom yang terbuat dari lateks merupakan satu-satunya metode kontrasepsi yang dapat melindungi terhadap penyakit infeksi seksual, termasuk infeksi HIV.
Untuk beberapa jenis kondom tertentu, bagian ujung kondom perlu diberi jarak saat dipasang, sekitar ½ inchi (kurang lebih 1 ¼ cm) dari ujung penis. Gunanya sebagai tempat untuk menampung sperma. Ada juga jenis kondom lain yang telah mempunyai ruang khusus pada bagian ujungnya untuk menampung sperma. Segera setelah terjadi ejakulasi, penis harus ditarik dari vagina dengan cara memegang bagian lingkaran/pinggir kondom dengan erat pada pangkal penis untuk mencegah supaya kondom tidak terlepas dan menumpahkan sperma. Kemudian kondom dapat dilepaskan secara perlahan. Jika sperma tumpah saat penis ditarik, maka sperma dapat masuk ke dalam vagina dan menyebabkan kehamilan. Kondom yang baru harus digunakan setiap seseorang akan melakukan hubungan seksual dan kondom yang tidak layak/meragukan sebaiknya tidak digunakan/dibuang.

Selama tahun pertama penggunaan kondom, peluang kehamilan sekitar 6% dengan pemakaian sempurna dan sekitar 16% dengan pemakaian tipikal. Pembunuh sperma/ spermisida yang kadang terdapat dalam pelumas (lubrikan) kondom atau dimasukkan secara terpisah ke dalam vagina, meningkatkan efektivitas kondom.
1.      Diafragma
Diafragma, karet yang berbentuk setengah bola (kubah) dilengkapi dengan penutup yang fleksibel, dimasukkan ke dalam vagina, dan ditempatkan dalam leher rahim. Diafragma menghalangi sperma memasuki rahim.

Diafragma tersedia dalam berbagai ukuran dan dokter/tenaga kesehatan dapat membantu untuk menentukan ukuran yang sesuai. Dokter/tenaga kesehatan tersebut juga akan mengajarkan mengenai cara memasukkannya. Jika seorang wanita mengalami peubahan berat badan (naik maupun turun) sekitar 10 pon (4,5 kg), telah menggunakan diafragma lebih dari 1 tahun, atau telah memiliki bayi atau telah diaborsi, maka ukuran diafragmanya harus disesuaikan kembali karena ada kemungkinan bentuk dan ukuran vagina mengalami perubahan.

Diafragma harus menutupi leher rahim tanpa menyebabkan ketidaknyamanan. Baik wanita maupun pasangannya sebaiknya tidak merasakan keberadaan diafragma tersebut. Krim kontrasepsi maupun gel kontrasepsi (yang dapat membunuh sperma) harus selalu digunakan sewaktu menggunakan diafragma, karena dikhawatirkan diafragma dapat bergeser selama hubungan seksual dilakukan.

Diafragma dimasukkan sebelum berhubungan dan tidak boleh dipindah dari tempatnya (vagina) setidaknya 8 jam setelah berhubungan, namun tidak lebih dari 24 jam.

Jika hubungan seksual berulang ketika diafragma masih di tempatnya, diperlukan penambahan krim atau gel kontrasepsi untuk melanjutkan perlindungan. Wanita harus memeriksa diafragmanya secara teratur apakah rusak/sobek. Selama tahun pertama penggunaan diafragma, persentasi kehamilan sekitar 6% dengan penggunaan sempurna dan 16% dengan penggunaan tipikal.
2.      Penutup serviks
Penutup serviks mirip dengan diafragma, namun lebih kecil dan lebih keras. Penutup serviks menempati ruangan di serviks (leher rahim) dengan pas. Alat kontrasepsi ini belum tersedia di Indonesia.

Penutup serviks harus disesuaikan ukurannya oleh dokter/tenaga kesehatan. Krim kontrasepsi atau gel harus selalu digunakan bila menggunakan penutup serviks. Penutup harus dimasukkan sebelum berhubungan dan didiamkan setidaknya 8 jam setelah berhubungan, namun tidak lebih dari 48 jam.

Selama tahun pertama penggunaan penutup serviks pada wanita yang belum memiliki anak, kehamilan dapat terjadi sekitar 9% dengan penggunaan sempurna dan 18% dengan penggunaan tipikal. Untuk wanita yang telah memiliki anak kemungkinan terjadinya kehamilan menjadi 2x lipat. Melahirkan mengubah leher rahim sehingga membuat penutup serviks lebih sulit untuk melindungi dengan pas.
3.      Spons kontrasepsi
Sebagai tambahan dalam menghalangi sperma memasuki rahim, spons kontrasepsi mengandung spermisida. Tersedia secara bebas dan tidak memerlukan bantuan tenaga ahli.

Spons dapat dimasukkan ke dalam vagina sampai sekitar 24 jam sebelum berhubungan seksual dan spons menyediakan perlindungan dalam waktu tersebut, tanpa mempengaruhi berapa banyak hubungan seksual diulang. Spons harus didiamkan setidaknya 6 jam setelah hubungan terakhir. Namun spons tidak boleh didiamkan lebih dari 30 jam. Biasanya pasangan tidak menyadari keberadaan spons. Spons kontrasepsi kurang efektif dibandingkan diafragma.

Masalah yang berhubungan dengan penggunaan spons sebagai kontrasepsi jarang terjadi. Namun masalah yang ditemui meliputi reaksi alergi, vagina menjadi kering atau iritasi vagina dan kesulitan melepas spons.
4.      Spermisida
Spermisida merupakan sediaan yang dapat membunuh sperma. Tersedia dalam bentuk busa vagina, krim, gel, dan suppositoria. Spermisida ditempatkan di vagina sebelum berhubungan seksual. Kontrasepsi ini juga menyediakan barrier fisik ke sperma. Tidak ada sediaan yang lebih efektif dibanding yang lain. Spermisida paling baik digunakan dengan kontrasepsi barrier seperti kondom dan diafragma.
5.      Intrauterine Devices (IUD)/ Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Alat kontrasepsi dalam rahim merupakan alat yang berukuran kecil, terbuat dari plastik elastis yang dimasukkan dalam rahim. IUD atau AKDR ditempatkan selama 5 sampai 10 tahun, tergantung pada tipe atau sampai wanita tersebut ingin agar alat tersebut dilepas. IUD harus dimasukkan dan dilepaskan oleh dokter atau praktisi kesehatan lainnya. Pemasukan IUD hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Pelepasannya juga cepat dan biasanya hanya sedikit menimbulkan ketidaknyamanan. IUD mencegah kehamilan dengan berbagai cara:
1.      Membunuh maupun meng-imobilisasi sperma
2.      Mencegah sperma membuahi telur
3.      Mencegah telur yang terbuahi menempel di rahim
Mengenali Intrauterine Devices (IUD)
http://medicastore.com/images/Intrauterine%20Devices%20IUD.jpg

Intrauterine devices (IUD) merupakan alat kontrasepsi kecil yang terbuat dari sejenis plastik yang dimasukkan oleh tenaga ahli (dokter, perawat, maupun bidan) ke dalam rahim melalui vagina. Terdapat beberapa tipe IUD. Tipe pelepas tembaga, yaitu tipe IUD yang pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga. Sedangkan tipe lainnya yaitu tipe pelepas progestin. Benang plastik tetap menempel pada IUD sehingga wanita dapat memastikan alat IUD masih pada tempatnya.

Di Indonesia terdapat dua tipe IUD. Tipe pertama yaitu IUD pelepas progestin (levonorgestrel), memiliki masa efektif selama 5 tahun. Selama periode 5 tahun tersebut, hanya sekitar 0,5 % wanita yang mengalami kehamilan.

Tipe yang kedua adalah IUD yang melepaskan tembaga, yang memiliki efektivitas sekitar 10 tahun. Selama waktu tersebut, kurang dari 2% wanita hamil. Satu tahun setelah IUD dilepas, 80 sampai 90% yang ingin hamil, bisa hamil.

IUD yang dimasukkan 1 minggu setelah terjadi 1 kali hubungan seksual tanpa pengaman, efektivitasnya mendekati 100% seperti pada metode kontrasepsi darurat. IUD tidak mempunyai efek sistemik (tidak mempengaruhi seluruh tubuh).

Rahim bisa saja terkontaminasi bakteri pada saat pemasukan IUD, namun infeksi jarang ditemukan. Benang pada IUD tidak menyebabkan masuknya bakteri. IUD meningkatkan risiko infeksi panggul hanya pada bulan pertama penggunaan.

Permasalahan yang mungkin muncul:

Perdarahan dan nyeri merupakan alasan utama yang menyebabkan wanita melepas IUD-nya (lebih dari separuh wanita melepaskan IUD sebelum waktunya). IUD yang melepas tembaga meningkatkan perdarahan menstruasi. Sebaliknya, IUD pelepas progestin mengurangi terjadinya perdarahan menstruasi. Setelah 1 tahun, perdarahan menstruasi akan berhenti pada sekitar 20 % wanita.

Sekitar 5% IUD terlepas/keluar pada tahun pertama pemasangan, bahkan pada beberapa minggu pertama. Terkadang wanita tidak menyadari lepasnya IUD. Benang plastik ditempelkan ke IUD sehingga wanita dapat memeriksa sesering mungkin dan memastikan bahwa IUD masih pada tempatnya, terlebih lagi setelah masa menstruasi. Jika ia tidak menemukan benangnya, ia harus menggunakan metode kontrasepsi lain sampai tenaga kesehatannya memutuskan apakah IUD nya masih terpasang atau tidak. Jika IUD lainnya dimasukkan setelah IUD sebelumnya terlepas, biasanya IUD tersebut tetap terpasang di tempatnya.

Jarang ditemukan kejadian perforasi rahim pada saat pemasangan IUD. Biasanya, perforasi tidak menimbulkan gejala. Perforasi diketahui ketika wanita tidak dapat merasakan benang plastik IUD, kemudian dari hasil USG atau sinar x menunjukkan bahwa IUD ternyata berada di luar rahim. IUD yang menyebabkan perforasi rahim dan masuk ke rongga perut harus di ambil dengan cara operasi, terkadang menggunakan laparoskopi untuk mencegah usus menjadi terluka atau tergores.

Risiko keguguran terjadi pada sekitar 55% wanita yang hamil dengan IUD masih di tempatnya. Jika wanita ingin kehamilannya dilanjutkan, dan benang IUD masih terlihat, dokter akan melepas IUD untuk mengurangi risiko keguguran (sekitar 20%). Pada kehamilan dengan IUD yang masih berada di dalam rahim tidak meningkatkan risiko cacat pada janin, kematian janin, maupun infeksi panggul selama kehamilan. Untuk wanita hamil yang masih terdapat IUD, kemungkinan memiliki kehamilan ektopik (di luar rahim) sekitar 5%. Meskipun demikian, risiko secara keseluruhan dari kehamilan ektopik lebih rendah dibandingkan yang tidak menggunakan metode kontrasepsi karena IUD mencegah kehamilan secara efektif.

Manfaat: Selain mengontrol kehamilan, IUD dapat mengurangi risiko kanker endometrial dan kanker leher rahim.

                        Metode berdasarkan waktu
Selain penggunaan alat maupun obat, beberapa metode kontrasepsi bergantung pada waktu dilakukannya hubungan seksual.
                        Metode KB Alami
Metode KB alami yaitu metode kontrasepsi dengan cara tidak dilakukannya hubungan seksual ketika wanita dalam masa subur. Umumnya, ovarium melepaskan sel telur sekitar 14 hari sebelum dimulainya periode menstruasi. Meskipun sel telur yang tidak dibuahi hanya dapat bertahan sekitar 12 jam, tetapi sperma sendiri dapat bertahan sampai 5 hari setelah hubungan seksual dilakukan. Oleh karena itu, pembuahan dapat terjadi mulai 5 hari sebelum sampai 12 jam setelah terjadi ovulasi.

Berikut adalah beberapa metode KB alami. Masing-masing metode KB alami memperkirakan waktu ketika telur dikeluarkan (ovulasi). Metode kalender merupakan metode yang efektivitasnya paling kecil. Metode temperatur, mukus/ lendir, dan simptotermal merupakan metode yang lebih akurat dalam memperkirakan waktu ovulasi.
0.      Metode Kalender (pantang berkala)
Metode ini tidak efektif untuk wanita yang mempunyai siklus menstruasi tidak teratur. Untuk menghitung kapan waktu hubungan suami istri tidak boleh dilakukan (pantang), seorang wanita menambahkan 18 hari dari siklus terpendek dan 11 hari dari siklus terpanjang dari 12 siklus menstruasi ke depan. Contohnya: jika siklus terakhir dari 26 sampai 29 hari, dia harus tidak berhubungan dimulai hari ke 8 (26-18) sampai hari ke 18 (29-11) setiap siklusnya. Semakin panjang siklusnya, semakin lama juga seorang wanita tidak boleh melakukan hubungan seksual. Hari pertama pada periode menstruasi dihitung sebagai hari pertama perhitungan.
1.      Metode Temperatur
Suhu tubuh wanita pada saat istirahat (suhu tubuh basal) meningkat sedikit demi sedikit sekitar 0.9° F (0.5° C), setelah sel telur dilepaskan. Untuk mengetahui suhu tubuh basal, seorang wanita harus mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur. Jika memungkinkan, gunakan termometer pengukur suhu basal tubuh (yang lebih akurat dibandingkan termometer biasa) atau jika tidak tersedia, gunakan termometer merkuri. Termometer elekronik sedikit kurang akurat. Suhu tubuh harus diukur dan dicatat setiap harinya. Seorang wanita pantang melakukan hubungan seksual mulai dari awal periode menstruasi sampai setidaknya 72 jam setelah suhu basal tubuhnya meningkat.
2.      Metode pemeriksaan lendir vagina/ Metode Mukus
Seorang wanita dapat menentukan masa suburnya dengan cara mengamati pengeluaran lendir dari vagina, jika memungkinkan pemeriksaan dilakukan beberapa kali setiap hari, dimulai dari hari setelah menstruasi berakhir. Bisa jadi tidak ada lendir yang keluar selama beberapa hari setelah menstruasi berakhir, tetapi kemudian akan muncul lendir yang kental dan keruh. Sesaat sebelum terjadi ovulasi, lendir yang dikeluarkan akan semakin banyak, menjadi lebih encer, elastis (dapat diregangkan jika menempel di jari), dan lebih jernih menyerupai air (seperti putih telur mentah). Hasil pengamatan harus dicatat. Hubungan seksual harus dihindari pada saat menstruasi karena lendir vagina tidak dapat diperiksa saat itu dan perdarahan vagina yang ringan dapat disalahartikan sebagai menstruasi. Hubungan seksual dapat dilakukan ketika tidak ada lendir vagina yang muncul tetapi hubungan seksual tidak boleh dilakukan selain hari tersebut karena air mani yang keluar setelah berhubungan dapat disalahartikan sebagai lendir vagina. Ketika lendir vagina muncul, hubungan seksual harus dihindari selama 3-4 hari setelah perubahan pada lendir vagina mengindikasikan terjadinya ovulasi. Hubungan seksual diperbolehkan tanpa ada larangan untuk frekuensinya sampai periode menstruasi berikutnya datang. Wanita yang menggunakan metode ini sebaiknya jangan menggunakan produk pembersih kewanitaan baik yang berbentuk douche, semprotan ataupun cream karena produk-produk tersebut dapat menyebabkan perubahan pada lendir vagina.
3.      Metode simptotermal
Tahukah anda....
Sperma dapat bertahan hidup (dan membuahi sel telur) sampai lima hari setelah terjadi hubungan seksual.
4.      Metode ini merupakan kombinasi antara metode pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan lendir vagina dan juga sistem kalender. Wanita harus memperhatikan saat lendir vagina meningkat, menjadi lebih kental, elastis serta lebih jernih menyerupai air (seperti pada pemeriksaan lendir vagina) dan suhu tubuh meningkat. Saat itu wanita sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual mulai dari hari pertama berhenti melakukan hubungan seksual sesuai sistem kalender sampai setidaknya 72 jam setelah temperatur tubuhnya naik (sistem pengecekan suhu tubuh) dan lendir vagina berubah (sistem pemeriksaan lendir vagina). Pada metode KB alami, metode ini paling dapat diandalkan. Dengan pengamatan yang tepat maka kemungkinan menjadi hamil sekitar 2 % setahun.http://medicastore.com/images/metode_kb-berdasarkan%20waktu.jpg
5.       
6.      KB Alami


Perencanaan keluarga secara alami (KB alami) meliputi perencanaan mengenai tidak dilakukannya hubungan seksual selama wanita dalam masa subur. Untuk mengetahui waktu di mana wanita dalam masa subur dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalender, pengukuran temperatur tubuh, maupun menggunakan karakteristik mukus/lendir vagina (yang selalu berubah sepanjang bulan), atau dengan menggunakan kombinasi dari ketiga metode tersebut (metode simptotermal).

Masa subur pada masing-masing wanita berbeda dikarenakan perbedaan dari lamanya siklus haid seorang wanita, hari di saat temperatur tubuhnya meningkat, perubahan lendir vagina, dan gejala-gejala lain yang bervariasi. Grafik tersebut memberikan gambaran mengenai perencanaan KB alami. Bagi wanita yang siklusnya menstruasinya tidak teratur akan sulit dalam menggunakan metode ini.

Untuk metode kalender pada contoh di atas, 18 hari diambil dari siklus terpendek (26 – 18 = 8) dan 11 hari merupakan siklus terpanjang (29 – 11 = 18). Sehingga seorang wanita harus menghindari hubungan seksual pada hari ke-8 sampai hari ke-18. Untuk metode pengukuran suhu, seorang wanita tidak boleh melakukan hubungan seksual mulai dari periode menstruasi sampai setidaknya 72 jam dihitung pada hari setelah suhu tubuh basalnya meningkat.

Untuk metode mukus, seorang wanita tidak boleh melakukan hubungan seksual pada saat periode menstruasi dan dari waktu lendir vagina muncul sampai saat di mana lendir vagina yang muncul menjadi lebih cair, elastis, jernih dan menyerupai air. Hubungan seksual dapat dilakukan di antara akhir periode menstruasinya dan saat lendir vaginanya muncul. Namun selama waktu tersebut, ia harus membatasi hubungan seksual pada tiap harinya sehingga ia tidak bingung antara air mani dengan lendir dari leher rahim.

Pada metode simtotermal, seorang wanita menggunakan metode temperatur, lendir vagina, dan kalender sekaligus. Wanita mencatat kapan lendir vagina meningkat, dan berubah bentuknya dan kapan suhu basal tubuh meningkat. Wanita tersebut tidak boleh melakukan hubungan seksual mulai dari hari yang telah ditentukan oleh metode kalender sampai setidaknya 72 jam pada hari ketika temperatur tubuhnya meningkat dan lendir vagina berubah yang mengindikasikan terjadi ovulasi.
7.      Senggama Terputus (coitus interuptus)
Untuk mencegah sperma masuk ke vagina, pria dapat menarik penisnya dari vagina sebelum terjadi ejakulasi, ketika sperma keluar pada saat orgasme. Metode yang disebut senggama terputus ini kurang efektif karena sel sperma dapat keluar sebelum terjadi orgasme. Selain itu, metode ini juga membutuhkan kontrol diri yang tinggi dari pria dan ketepatan waktu

Lryan Rc

Im Not Perfact But Im Limited Edition.
View all posts by: Lryan Rc

0 comments:

Back to top ↑
Gabung dengan Kami

Followers

Total Pageviews

© 2013 Lryan Rc. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.