MAKALAH ASKEB IV INFEKSI TOKSOPLASMOSIS YANG MENYERTAI PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN

Posted by Lryan Rc


MAKALAH ASKEB IV
INFEKSI TOKSOPLASMOSIS YANG MENYERTAI PADA
KEHAMILAN DAN PERSALINAN



DISUSUN OLEH
KELOMPOK 6
FITRI YANI
SITI FATIMAH
RIKAWATI
MISWANTI
DEDEK DELIWIYATI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU
DIII KEBIDANAN
2011/2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Hadirat Illahi Robbi karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan sepanjang jaman Rasullulah SAW. Kami ucapkan juga terimakasih kepada dosen yang membimbing kami dam pembuatan makalah ini.

Makalah ini membahas dan menjelaskan secara sederhana tentang “INFEKSI TOKSOPLASMOSIS YANG MENYERTAI PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN”

Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran yang bersifat membangun dari semua pihak dan semoga makalah ini bermanfaat.



                                                                                                Penulis



                                                                                                    Ttd








DAFTAR ISI

Halaman  Judul         ................................................................................................................1
Kata Pengantar         ................................................................................................................2
Daftar Isi        ............................................................................................................................3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang      ....................................................................................................4
            1.2 Tujuan       ................................................................................................................4
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Toksoplasmosis           ............................................................................5
B.     Pengaruh Toksoplasmosis Pada Kehamilan          ....................................................7
C.     Penanganan           ....................................................................................................8
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan           ....................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Kehamilan adalah masa yang banyak dinantikan oleh setiap pasangan, sehingga pada saat kehamilan tiba setiap pasangan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari segala kemungkinan yang dapat mengganggu atau membahayakan kehamilan sampai dengan proses persalinan. Salah satu yang dapat mengganggu bahkan membahayakan kehamilan adalah infeksi daripada TORCH. TORCH (Toxoplasma, others, rubella, cytomegali virus, dan herpes) merupakan infeksi yang dapat menggagalkan suatu kehamilan, atau bahkan membawa kelainan kongenital pada bayi, contohnya infeksi toksoplasmosis.  Karena hal tersebut, maka akan dibahas mengenai infeksi toksoplasmosis pada kehamilan dan persalinan.

1.2  Tujuan
·         Agar mahasiswa dapat mengetahui bahaya infeksi toksoplasmosis pada kehamilan dan persalinan.









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Toksoplasmosis
            Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa  (hewan bersel satu) Toxoplasma gondii, infeksi ini ditularkan oleh organisme berkista denagn memakan daging mentah atau kurang matang yang terinfeksi atau kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi. Toksoplasmosis dapat menyerang baik wanita ataupun pria. toksoplasmosis adalah suatu infeksi yang membahayakan, sehingga harus dilakukan pemeriksaan  kepada beberapa golongan seperti wanita yang akan hamil, wanita yang baru saja hamil (jika belum pernah terkena atau sebelumnya hasilnya negatif), bayi yang ibunya terinfeksi pada saat hamil, dan orang – orang yang diduga terinfeksi.
            Manifestasi Klinik toksoplasmosis adalah:
1.      Infeksi pada ibu hamil
·           Sebagian  besar asimptomatik
·           Limfadenopati disertai malise, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan tanpa disertai demam
2.      Infeksi pada bayi
Diagnosis infeksi Toxo congenital biasanya baru dipikirkan bila pada bayi baru lahir tampak hidrosefalus, retardasi mental, choriorentitis, hepatitis, pneumonia, miositis dan limfadenopati.
Toksoplasmosis sangat sulit untuk dikenali karena sebagian besar tanpa adanya gejala, maka dari itu untuk menegakkan diagnosisnya dengan cara pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan Labotarorium :
1.      Anti toksoplasma IgM dan IgG, IgG avidity (bila perlu)
2.      Pemeriksaan dilakukan pada saat ibu merencanakan kehamilan, awal kehamilan, selanjutnya dipantau setiap trimester sampai akhir krhamilan jika hasil pemeriksaan sebelumnya negatif.
IgM adalah antibodi yang pertama kali meningkat di darah bila terjadi infeksi Toxoplasma. IgG adalah antibodi yang muncul setelah IgM dan biasanya  akan menetap seumur hidup pada orang yang terinfeksi atau pernah terinfeksi. Sedangkan IgG avidity adalah kekuatan ikatan antara antibodi IgG dengan organisme penyebab infeksi. Manfaat dari Igg avidity itu sendiri adalah pada keadaan IgG dan IgM positif diperlukan pemeriksaan IgG avidity untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi, apakah sebelum atau pada saat hamil. Infeksi yang terjadi sebelum kehamilan tidak perlu dirisaukan, hanya infeksi primer yang terjadi pada saat ibu hamil yang berbahaya, khususnya pada TriMester I.
            Hasil dan tindak lanjut dari pemeriksaan laboratorium :
1.      IgG (-), IgM (-) : belum pernah terinfeksi oleh karena itu belum kebal terhadap tokso. Harus dipantau setiap trimester sampai akhir kehamilan. Lakukan tindakan preventif dengan menjauhi sumber innfeksi atau penularan
2.      IgG(-), IgM (+) : infeksi sedang terjadi, masih ditahap awal sehingga IgG belum terbentuk. Lakukan pemeriksaan ulang 2-3 minggu kemudian, apakah IgG menjadi (+), jika hasilnya tetap (-) berarti IgM tidak spesifik dan ibu tidak terinfeksi. Harus dipantau setiap trisemester sampai akhir kehamilan. Lakukan tindakan preventif dengan menjauhi sumber infeksi/penularan
3.      IgG (+), IgM (-) : infeksi sudah pernah terjadi sebelumnya, dan sudah memiliki kekebalan terhadap tokso yang nantinya melalui plasenta dapat diberikan pada janinsehingga janin terlindung
4.      IgG (+), IgM (+) : ada dua kemungkinan, yaitu infeksi primer (pertama kali dalam selang eaktu yang tidak lama) atau infeksi lama dengan sisa IgM. Dipastikan denagn melakukan pemeriksaan IgG avidity dan dengan melihat ada tidaknya kenaikan titer IgG.




B.     Pengaruh Toksoplasmosis Pada Kehamilan
Infeksi yang terjadi oleh karena toksoplasmosis sangat berbahaya baik bagi ibu atau pun bagi janin yang dikandungnya.
Berikut ini adalah dampak dari infeksi toksoplasmosis :
o    Kelainan sistemik, seperti kuning, hepatosplenomegali , juga pendarahan.
o    Kelainan saraf mata.
o    Gangguan fungsi saraf pusat (gangguan kecerdasan dan keterlamabatn bicara).
o    Cacat bawaan, seperti pembesaran kepala (hydrocephalus).
o    Keguguran.
o    Mikrosepalus
o    Mikroftalmia

Toxoplasmosis akut dan reinfeksi pada wanita hamil dapat menyebabkan penularan secara pasif bayi yang dikandung. Besarnya angka penularan pada bayi tergantung pada usia kehamilan. Angka penularan sebesar 1% terjadi bila wanita hamil menderita toxoplasmosis sebelum terjadi pembuahan, 12% bila usia kehamilan 6 - 16 minggu dan 20% bila usia kehamilan 16 – 28 minggu sampai saat dilahirkan.

Bayi yang dikandung oleh wanita hamil di usia kehamilan trimester I mampu terinfeksi sebesar 25%, sedangkan diusia kehamilan trimester III sebesar 65%.
Infeksi pada kehamilan sangat awal dapat menyebabkan abortus dan bayi meninggal dalam kandungan.

Infeksi pada kehamilan trimester I dapat menyebabkan kelainan bawaan yang berat pada bayi, karena pada saat itu sedang berlangsung proses pertumbuhan alat-alat tubuh. Kelainan bawaan yang terjadi dapat berupa Hidrosepalus, Mikrosepalus, perkapuran otak, gangguan syaraf seperti kejang-kejang, gangguan reflek, retandasi mental, gangguan pengelihatan yang dapat menyebabkan kebutaan dan radang hati ( Frenkle – 1990, Kierzenbaum – 1994 ).



C.     Penanganan
1.       Konseling yang berkaitan dengan infeksi toksoplasma, risiko terhadap fungsi reproduksi dan hasil konsepsi
2.      dapat dilaksanakan pengobatan secara rawat jalan
3.      Selama kehamilan ibu diterapi dengan spiramisin atau setelah kehamilan 14 minggu ibu diberi terapi Pirimethamin atau sulfonamide. Gabungan dari obat pirimethamin dan sulfonamide atau antibiotika spiramisin dapat menanggulangi infeksi dan menghambat kelanjutan proses anomaly congenital (tergantung tahapannya).
4.      Evaluasi kondisi antigen dan titer immunoglobulin anti toksoplasma
5.      Upayakan persalinan pervaginam dan apabila terjadi CPD karena hidrosefali, lakukan kajian USG untuk pilihan penyelesaian pervaginam.
6.      Memakai sarung tangan bila berkebun, menghindari makan daging mentah

  

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa  (hewan bersel satu) Toxoplasma gondii, infeksi ini ditularkan oleh organisme berkista denagn memakan daging mentah atau kurang matang yang terinfeksi atau kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi.
Infeksi pada kehamilan muda dapat menyebabkan abortus, kehamilan lanjut menyebabkan kelainan congenital : korioretinitis, hidrosefalus, mikrosefali, mikroftalmia, hepatosplenomegali, adenopati, kejang-kejang atau keterlambatan mental.


DAFTAR PUSTAKA

Related Post