MAKALAH ASKEB IV TENTANG Penyakit yang menyertai kehamilan dan persalinan TB paru

Posted by Lryan Rc


MAKALAH ASKEB IV TENTANG
Penyakit yang menyertai
kehamilan dan persalinan TB paru



Di susun Oleh :
Kelompok satu




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
PROGRAM STUDY D III KEBIDANAN
PRINGSEWU-LAMPUNG
TA 2011/2012
NAMA ANGGOTA KELOMPOK SATU :

1.       Dedek deli wiyati
2.       Fitri nur indah sari
3.       Miswanti
4.       Retmilia ramadana
5.       Rikawati
6.       Sari wahyuningsih
7.       Sulis setiowati
8.       Wahyuni citra ningrum
9.       Yanita triati
10.     Yeni anistia sari










KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul” kehamilan dan persalinan yang disertai dengan TB paru”.
Makalah ini disusun untuk mata pelajaran Askeb IV tahun ajaran 2011/2012 pada STIKes Muhammadiyah Pringsewu atas terselesainnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Kedua orang tua  yang telah memberikan dukungan moril maupun material sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
2.      Ibu Wahyu Widiowati SST selaku dosen mata kuliah Askeb IV  yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan penulis oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Namun demikian penulis berharap, semoga apa yang sudah penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya.  
  
Pringsewu,27 februari 2012

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN


Pada umumnya penyakit paru – paru tidak mempengaruhi kehamilan dan persalinan serta nifas, kecuali penyakitnya tidak terkontrol,berat,yang luas disertai sesak nafas dan hipoksia . walaupun kehamilan menyebabkan sedikit perubahan pada system pernapasan , karena uterus yang membesar dapat mendorong digfragma dan paru – paru keatas serta sisa udara dalam paru – paru kurang , namun penyakit tersebut tidak selalu menjadi lebih parah . ada 3 penyakit paru – paru yang memerlukan perhatian kita dalam kehamilan , yaitu TBC paru – paru , asma bronchial , dan pneumonia.
Disini kita akan membahas tentang kehamilan dan persalinan yang disertai dengan TB paru. Penyakit kronis ini masih banyak terdapat dinegara – Negara berkembang , termasuk Indonesia . penyakit ini dapat dijumpai dalam keadaan aktif dan keadaan tenang . penyakit paru – paru , yang dalam keadaan aktif , akan menimbulkan masalah bagi ibu , bayi , dan orng – orang disekelilingnya . pengaruh TBC paru – paru terhadap kehamilan dan sebaliknya sedikit banyak ada.



BAB II
PEMBAHASAN

A . TBC paru – paru
Diagnosis ;
          Diagnosis kadang-kadang tidak mudah, karena ibu hamil tampak sehat,terutama dalam proses penyakit tenang.
a.     Dalam anamesa; ibu mengatakan penah berobat atau sedang berobat penyakit paru-paru
b.     Keluhan dan gejala batuk menahun,hemaptoe (batuk berdarah) dan kurus kering.
c.   Pemeriksaan fisik-diagnosis pada paru-paru       dijumpai adanya kelainan bunyi pernapasan
d. Foto rontgen paru-paru
e.  Uji mantoux

Pemeriksaan radiologic harus menggunakan pelindung timah abdomen sehingga bahaya radiasi dapat diminimalisis . pada trimester 1 hindari pemeriksaan foto toraks karene efek radiasi yang sedikit pun masih berdampak negative pada sel – sel muda janin.
Diagnosis dapat ditegekkan dengan pemeriksaan hapusan sputum dan ditemukan basil tahan asam.
1 . TBC paru pada kehamilan
Kehamilan tidak mempengaruhi penyakit ini . namun pada kehamilan dapat menyebabkan resiko prematuritas ,IUGR , dan BBLR meningkat. Keadaan ini dapat terjadi akibat diagnosis yang lambat , pengobatan yang tidak teratur dan derajat keparahan lesi di paru.
Infeksi TBC dapat menginfeksi plasenta . keadaan ini dapat menyebabkan infeksi pada janin yang menyebabkan tuberkolosis congenital,namun tuberkolosis congenital jarang terjadi pada ibu yang sudah mendapatkan pengobatan sebelum persalinan atau bila uji sputum BTA negative .
Ø Penanganan pada kehamilan :
·        Ibu hamil dengan proses aktif,hendanya jangan dicampurkan dengan wanita hamil lainnya pada pemeriksaan antenatal
·        Untuk diagnosa pasti dan pengobatan selalu bekerjasama dengan ahli paru-paru
·        Penderita dengan proses aktif. Apa lagi dengan batuk darah, sebaiknya dirawat dirumah sakit, dalam kamar isolasi. Gunakan untuk mencegah penularan, untuk menjamin istirahat,makanan yang cukup serta pengobatan yang intensif dan teratur
·        Obat – obatan :
 a. Isoniazid (INH) 300 mg/hari. Obat ini mungkin menimbulkan komplikasi pada hati sehingga timbul gejala-gejala hepatitis berupa nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Oleh karena itu perlu diperiksa faal hati sewaktu-waktu dan bila ada perubahan untuk sementara obat harus segera dihentikan.
b. Etambutol 15-20 mg/kg/hari. efek samping
obat ini  dalam kehamilan sangat sedikit dan pada janin belum ada.
c. Streptomycin 1gr/hari. Obat ini harus hati-hati digunakan dalam kehamilan, jangan digunakan dalam kehamilan trimester I. Pengaruh obat ini pada janin dapat menyebabkan tuli bawaan (ototoksik). Disamping itu obat ini juga kurang menyenangkan pada penderita karena harus disuntikan setiap hari.
d. Rifampisin 600mg/hari. Obat ini baik sekali untuk pengobatan TBC Paru tetapi memberikan efek teratogenik pada binatang percobaan sehingga sebaiknya tidak diberikan pada trimester I kehamilan.

sebelum kehamilan perlu diberi konseling mengenai pengaruh kehamilan dan TBC,serta pengobatannya.pengobatan TBC dalam kehamilan menurut rekomendasi WHO adalah dengan pemberian 4 regimen kombinasi isoniazid , rifampisin , etambutol , pirazinamid selama 6 bulan. Cara pengobatan sama dengan yang tidak hamil. Dapat juga dengan diberi kan 3 regimen kombinasi isoniazid , rifampisin , etambutol , selama 9 bulan.



Ø Penanganan pada persalinan
·        Bila proses tenang, persalinan akan berjalan seperti biasa dan tidak perlu tindakan apa-apa
·        Bila proses aktif, kala I dan II diusahan seringan mungkin. Pada kala I, ibu hamil diberi obat-obat penenang dan analgetika dosis rendah, Kala II diperpendek dengan ekstraksi vakum/forseps
·        Bila ada indikasi  untuk SC, hal ini dilakukan kerjasama dengan ahli anestesi untuk memperoleh anastesi mana yang terbaik
·        Saat persalinan mungkin di perlukan pemberian oksigen yang adekuat sesuai dengan keadaan pasien, pemakaian masker dan ruang isolasi diperlukan untuk mencegah penularan

Ø Penanganan pasca persalinan
·        Usahakan jangan terjadi perdarahan yang banyak, beri uterustonika dan koagulansia
·        Usahankan mencegah infeksi tambahan dengan memberikan antibiotik yang cukup
·        Bila ada anemia sebaiknya diberikan tranfusi darah, agar daya tahan lebih kuat terhadap infeksi sekunder
·        Ibu dianjurkan agar segera memakai kontrasepsi atau bila jumlah anak sudah cukup, segera lakukan tubektomi.

2.Perawatan BBL dengan ibu penderita TBC
Biasanya bayi akan ditulari ibunya setelah kelahiran dan TBC bawaan (kongenital) sangat jarang.
Ø Bila ibu dalam proses TBC aktif
- secepatnya bayi diberikan BCG
-bayi segera dipisahkan dari ibunya selama 6-8 mgg
- bila uji mantoux positif pada bayi, barulah bayi dapat   ditemukan lagi pada ibunya
Ø Menyusukan bayi, pada proses aktif, dilarang karena kontak langsung dari mulut ibu pada bayi
Ø Dapat diberikan anti TBC profilaksis pada bayi yaitu INH 10 mg/kg berat badan/hari

Tabel langkah penanganan TBC pada kehamilan

Sebelum
 Kehamilan
·        Konseling mengenai pengaruh kehamilan dan TBC serta pengobatannya
·        Pemeriksaan tuberculosis
·        Perbaikan keadaan umum (gizi , anemia )
Selama
Kehamilan
·        TBC bukan merupahan indikasi untuk melakukan pengguguran kandungan
·        Pengobatan dengan regimen kombinasi dapat segera dimulai begitu diagnosis ditegakkan
·        ANC dilakukan seperti biasa , dianjurkan pasien datang paling awal atau paling akhir untuk mencegah penularan pada orang disekitarnya
Saat
Persalinan
·        Persalinan dapat berlangsung seperti biasanya . penderita diberi masker untuk menutupi hidung dan mulutnya agar tidak terjadi penyebaran kuman disekitarnya
·        Pemberian oksigen adekuat
·        Tindakan pencegahan infeksi
·        Ekstraksi vacum / forsep bila ada infeksi obstetric
·        Sebaiknya persalinan dilakukan di ruang isolasi , cegah perdarahan pascapersalinan dengan uterotonika
Pasca
persalinan
·        Observasi 6 – 8 jam kemudian penderita dapat dipulangkan , bila tidak mungkin dipulangkan , penderita harus dirawat diruang isolasi
·        Perawatan bayi harus dipisahkan dari ibunya sampai tidak terlihat tanda proses aktif lagi ( dibuktikan dengan pemeriksaan sputum sebanyak 3 kali dengan hasil selalu negative )
·        Pemberian ASI tidak merupakan kontraindikasi meskipun ibu mendapatkan obat anti TBC
·        Profilaksis neonatus dengan isoniazid 10 mg / kg berat badan / hari dan vaksinasi BCG

                    





BAB III
PENUTUPAN

Kehamilan tidak banyak memberikan pengaruh terhadap cepatnya perjalanan penyakit ini, banyak penderita tidak mengeluh sama sekali. Keluhan yang sering ditemukan adalah batuk-batuk yang lama, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, BB menurun, kadang-kadang ada batuk darah, dan sakit di dada. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan adanya suara ronkhi pada pernapasan.
pada penderita TBC Paru aktif perlu dilakukan pemeriksaan sputum BTA untuk membuat diagnosis secara pasti sekaligus untuk tes kepekaan / uji sensitivitas. Pada janin dengan ibu TBC Paru jarang dijumpai TBC congenital.

Penyakit ini akan sembuh dengan baik bila pengobatan yang diberikan dipatuhi oleh penderita, berikan penjelasan dan pendidikan kepada pasien bahwa penyakitnya bersifat kronik sehingga diperlukan pengobatan yang lama dan teratur. Ajarkan untuk menutup mulut dan hidungnya bila batuk, bersin dan tertawa.




DAFTAR PUSTAKA

1. http://richylerian.blogspot.com/2012/10/makalah-askeb-iv-tentang-penyakit-yang.html


Jika Anda Ingin Mendapatkan/Memiliki SoftCopy / File nya
Hubungi Kami Via Facebook saja Lryan Rcie
Nanti Akan Saya Berikan Kepada Anda
Terima Kasaih

Related Post