MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI(ASKEB 4) KASUS 47

Posted by Lryan Rc



MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI(ASKEB 4)
KASUS 47



Disusun oleh:kelompok
Amelia nurasih
Fitri nur indah sari
Fita nur kholifah
Siti Fatimah
sunarni



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH PRINGSEWU – LAMPUNG
PROGRAM STUDY DIII KEBIDANAN
TAHUN AJARAN  2012 / 2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul” ASUHAN KEBIDANAN IV TENTANG ATONIA UTERI”.Makalah ini disusun untuk mata kuliah promosi kesehatan tahun ajaran 2012/2013 pada STIKes Muhammadiyah Pringsewu atas terselesainnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Untuk ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Kedua orang tua  yang telah memberikan dukungan moril maupun material sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
2.      Ibu Apri Sulistianingsih selaku dosen mata kuliah asuhan kebidanan IV  yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan penulis oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Namun demikian penulis berharap, semoga apa yang sudah penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya. 

Pringsewu,23 september 2012



Penulis
Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat allah SWT, dan berkat rahmat dan izinnya juga penulis telah dapat menyelesaikan makalah sesuai dengan waktu yang ditetapkan dengan judul “Penatalaksanaan hemoragik post partum ”. Tujuan pembuatan makalah ini agar bermanfaat bagi kita semua. Sehubungan dengan hal ini, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang dalam kepada dosen pembimbing mata kuliah asuhan kebidanan 4.

Penulis sangat penyadari bahwa, penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengaharapkan masukan, saran dan kritik yang menunjang untuk kesempurnan makalah ini .

Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan bagi siapa saja yang memerlukannya.         










September 2012



Penulis

CASE  47

A 29-year-old parous(G5 P4 )  woman at 39 weeks gestation with preeclampsia delivers vaginally. Her prenatal course has been uncomplicated except for asymptomatic bacteriuria caused by E.coli  the first trimester treated with oral cephalexin. She denies a family history of bleeding diathesis. After the placenta is delivered , there is appreciable vaginal bleeding estimated at 100 cc.

·         What is the most likely diagnosis ?
·         What is the next step in theraphy?





















BAB I
PENDAHULUAN

Perdarahan post partum adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah persalinan berlangsung. Perdarahan dibagi menjadi perdarahan postpartum primer dan sekunder.

1.      Perdarahan postpartum primer
Terjadi dalam 24 jam pertama . penyebab utama perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri ,  retensio plasenta , sisa plasenta , dan robekan jalan lahir . terbanyak dalam 2 jam pertama postpartum.
2.      Perdarahan postpartum sekunder
Terjadi setelah 24 jam pertama .penyebab utama perdarahan postpartum sekunder adalah robekan jalan lahir dan sisa plsenta atau membrane.

Perdarahan portpartum merupakan penyebab penting kematian meternal khususnya dinegara berkembang .














BAB II
PEMBAHASAN

1.      ATONA UTERI

            Atonia uteri adalah keadaan lemahnya tonus / kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir.
            Factor predisposisinya adalah sebagai berikut :
1.      Regangan rahim berlebihan karena kehamilan ganda , polihidramnion , atau anak terlalu besar.
2.      Kelelahan karena persalinan lama atau kasep
3.      Kehamilan grande – multipara
4.      Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun
5.      Hipertensi akibat kehamilan
6.      Ibu dengan keadaan umum yang jelek , anemis , atau menderita penyakit menahun
7.      Mioma uteri yang mengganggu kontraksi rahim
8.      Riwayat atonia uteri sebelumnya

Untuk meningkatkan kontraksi otot rahim dan menghentikan perdarahan dapat dilakukan:
1.      Masase fundus uteri
2.      Memberikan uterotonika denga menyuntikkan oksitosin dan sejenisnya,memberikan prostaglandin , melakukan tamponade uterus dan vaginal
3.      Menghentikan atau menghilangkan sumber perdarahan , dengan ligasi arteria hipogastrika interna dan melakukan histerektomi
 




2.      PENATALAKSANAAN PERDARAHAN KARENA ATONIA UTERI

Perdarahan karenaatonia uteri

Konservatif:
·         Antibiotika
·         Uterotonika
·         Suportif:
-          Preparat Fe
-          vitamin
 

Histerektomi
·         Umur lebih 35th
·         Grandemultipara
·         Paritas kecil
Ligasi art hipogastrik
·         Perawatn postoperatif
 

Perdarahan berhenti
 

Perdarahan terus
 

Dilatasi kurtage
 

Kemungkinan sisa plasenta , tampon basah
 

Reaksi baik,perdarahan berkurang,kontraksi baik
 

Reaksi ada ,tetapi perdaraan berlangsung
 

Tidak ada reaksi
 

Tindakan persalinan
·         Partus lama
·         Trauma persalinan robekan vagina serviks fornises rupture uteri
 

Penanganan umum
Infuse, uterotonika IM/IV/Drip,masase fundus,masase melipat,rujukan ,utero vaginal tampon
 

Predisposisi factor
KU lemah, anemia, grandemultipara,jarak hamil kurang 2 th,distensi rahim berlbihan(hidramnion,hamil kembar)
 









































Bidan dapat mengambil langkah – langkah untuk menangani perdarahan atonia uteri sebagai berikut :
1.      Meningkatkan upaya preventif
·         Meningkatkan penerimaan gerakan keluarga berencana sehingga memperkecil jumlah grandemultipara dan memperpanjang jarak kehamilan
·         Melakukan konsultasiatau merujuk kehamilan dengan overdistensi uterus:hidramnion dan kehamilan ganda dugaan janin besar (makrosomia)
·         Mengurngi peranan pertolongan persalinan oleh dukun
2.      Bidan dapat segera melakukan rujukan penderita dengan didahului tindakan ringan :
·         Memasang infuse / memberikan cairan pengganti
·         Memberikan uterotonika IM,IV atau drip
·         Melakukan masase fundus sehingga kontraksi otot rahim makin cepat dan makin kuat
·         Penderita sebaiknya diantar
SIKAP BIDAN MENGHADAPI ATONIA UTERI







3.      TEKNIK KOMPRESI AORTA ABDOMINALIS
Peralatan yang diperlukan tidak ada , kecuali sedapat mungkin teknik yang benar sehingga aorta benar – benar tertutup untuk sementara waktu sehingga perdarahan karena atonia uteri dapat dikurangi
Tatacara kompresi aorta abdominalis
1.      Tekanlah aorta abdominalis diatas uterus dengan kuat dan dapat dibantu dengan tangan kiri, selama 5 – 7 menit
2.      Lepaskan tangan sekitar 30 – 60 detik , sehingga bagian lainnya tidak terlalu banyak kekurangan darah
3.      Tekan aorta abdominalis untuk mengurangi perdarahan bersifat sementara, sehingga tersedia waktu untuk memasang infuse dan memberikan uterotonika secara IV.



4.      TEKNIK KOMPRESI UTERUS BIMANUAL
Merupakan usaha untuk menghentikan perdarahan sementara dengan caramelipat uterus yang lembek antara 2 tangan (didalam) dan tangan luar yang melipat uterus dari luar pada fundus uteri. Semntara itu pmasanan infuse dan upaya transfusi tetap dilaksanakan.
Teknik kompresi bimanual interna
1.      Bersihkan dan desinfeksi gentalia bagian luar
2.      Sarung tangan dipasang pada tangan kiri dan masukkan tanan dalam vagina
3.      Kepalkan tangan dan tekan fornik anterior
4.       Tangan luar memegang fundus uteri bagian belakang dan melipatnya ketangan kiri yang berda didalam vagina
5.      Kedua tangan dapat pula melakukan masase , sehingga merangsang kontraksi otot rahim untuk menghentikan perdarahan
6.      Apabila gagal menghentikan perdarahan maka histerektomi merupakan pilihan terakhir.

Teknik kompresi bimanual internal




5.      TEKNIK KOMPRESI BIMANUAL EKSTERNAL



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Atonia uteri adalah keadaan lemahnya tonus / kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir.
            Factor predisposisinya adalah sebagai berikut :
1.      Regangan rahim berlebihan karena kehamilan ganda , polihidramnion , atau anak terlalu besar.
2.      Kelelahan karena persalinan lama atau kasep
3.      Kehamilan grande – multipara
4.      Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun
5.      Hipertensi akibat kehamilan
6.      Ibu dengan keadaan umum yang jelek , anemis , atau menderita penyakit menahun
7.      Mioma uteri yang mengganggu kontraksi rahim
8.      Riwayat atonia uteri sebelumnya


DAFTAR PUSTAKA

http://richylerian.blogspot.com/2012/10/makalah-asuhan-kebidanan-patologiaskeb.html

Related Post