MAKALAH KB TENTANG MOW

Posted by Lryan Rc


MAKALAH KB TENTANG MOW

DI SUSUN
1.NOVITA SUWANA
2.RIKA WATI
3.SILVIA NAVRATILOVA
4.SUNARNI
5.UMI KHOIRIYAH
6. ZELTA FURNAMASARI



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN(STIKes) MUHAMMADYAH PRENGSEWU LAMPUNG
PRODI DIII KEBIDANAN IIB
TA.2011/2012






KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul”TENTANG MOW/TUBEKTOMI”
Makalah ini disusun untuk mata pelajaran PELAYANAN KELUARGA BERENCANA tahun ajaran 2011/2012 pada STIKes Muhammadiyah Pringsewu atas terselesainnya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Kedua orang tua  yang telah memberikan dukungan moril maupun material sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
2.      Ibu CYNTHIA PUSPARINY S.SiT selaku dosen mata kuliah Pelayanan KB  yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan ,  keterbatasan pengetahuan penulis oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Namun demikian penulis berharap, semoga apa yang sudah penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya.     

Pringsewu, APRIL 2012

                                                                                                Kelompok 9


BAB I
PENDAHULUAN



A.Latar Belakang

KONTRASEPSI  mantap berupa tubektomi kerap menjadi momok bagi wanita. Kabarnya, wanita yang tubektomi akan mengalami risiko disfungsi seksual.
Menurut sebuah studi baru yang okezone lansir dari Health24, wanita yang telah menjalani sterilisasi untuk mencegah kehamilan, tidak memiliki risiko disfungsi seksual setelah itu.
Para peneliti menemukan fakta bahwa partisipan wanita yang telah menjalankan prosedur tubektomi menunjukkan risiko rendah terhadap masalah-masalah seksual tertentu. Bahkan, mereka cenderung lebih bahagia dengan kehidupan seks daripada wanita lain.

B .Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah mengenai KB tubektomi

C.Tujuan
Makalah ini dibuat bertujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah pelayanan KB

D.Manfaat
Makalah ini dibuat untuk memperluas pengetahuan kita semua (pembaca) mengenai KB tubektomi yang merupakan metode kotrasepsi mantap wanita. Sehingga diharapkan,dengan makalah ini, para pembaca dapat mengerti dan paham mengenai metode kontrasepsi ini.

E.Metode
Makalah ini dibuat dengan menggunakan metode deskripsi, eksposisi, argumentasi dan kajian pustaka.


BAB II
PEMBAHASAN

Sterisilisasi adalah KB yang 99% efektif. Hanya 1 dari 200 wanita yang disterilisasi namun kemudian hamil. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup.Penelitian menemukan bahwa wanita yang menjalani tubektomi biasanya memberikan nilai lebihtinggi untuk kehidupan seks mereka. Sebesar 36 persen dilaporkan "sangat tinggi kepuasan seksualnya”. Kepuasan tersebut hanya dirasakan 30 persen wanita yang tidak menjalani tubektomi. Tidak jelas mengapa wanita tubektomi umumnya memiliki fungsi seksual lebih baik. Tapi, peneliti mencatat bahwa wanita dan pasangannya lebih menikmati seks karena mereka bebas dari kecemasan atas potensi kehamilan yang tidak direncanakan.

A.PENGERTIAN

Kata tubektomi berasal dari tuba dan ektomi, tuba = saluran telur wanita ektomi = membuang / mengangkat. Namun sekarang definisi ini sudah diperluas dengan pengertian sterilisasi tuba
Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen di mana saluran tuba di blokir sehingga sel telur tidak bisa masuk ke dalam rahim.
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seseorang perempuan secara permanen.
Tubektomi adalah kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan). Disebut permanen karena metode kontrasepsi ini tidak dapat dibatalkan (reversal) bila kemudian Anda ingin punya anak.
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen.
Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan orang tidak akan mendapat keturunan lagi.

B.CARA

Tuba falopi adalah saluran sepanjang sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada saat ovulasi, sel telur dikeluarkan dari ovarium dan bergerak menuju uterus.
Cara memblokir saluran tuba dapat dilakukan dalam beberapa cara. Tuba bisa ditutup dengan mempergunakan implan, klip atau cincin serta dengan memotong atau mengikat. Metode yang paling dipakai sekarang adalah dengan mempergunakan laparoskopi kemudian menjepit kedua saluran tuba dengan klip atau dengan memasang ring.
Terdapat beberapa macam tindakan bedah / operasi sterilisasi tuba yaitu : laparoskopi, mikro-laparoskopi, laparotomi (bersamaan dengan Seksio Cesarea (SC), mini-laparotomi (operasi kecil), histereskopi (dengan memasang implan yang akan merangsang jaringan ikat, sehingga saluran tuba akan terblokir), dan pendekatan / teknik melalui vagina (sekarang tidak dipakai lagi karena tingginya angka infeksi).

Pembedahan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum. Dokter dapat menggunakan alat bantu berupa teleskop khusus yang disebut laparoskop. Teleskop berupa pipa kecil bercahaya dan berkamera ini dimasukkan melalui sebuah sayatan kecil di perut untuk menentukan lokasi tuba falopi. Sebuah sayatan lainnya kemudian dibuat untuk memasukkan alat pemotong tuba falopi Anda. Biasanya, ujung-ujung tuba falopi kemudian ditutup dengan jepitan. Cara yang lebih tradisional yang disebut laparotomi tidak menggunakan teleskop dan membutuhkan sayatan yang lebih besar.
C.JENIS

  • Minilaparotomi
Sayatan kecil sekitar 3 cm daerah perut bawah (suprapubik)/ subumbilikal (pada lingkar pusat bawah)
  • Laparoskopi (sayatan besar)

D.MEKANISME KERJA
Dengan mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.


E.KEUNTUNGAN
  • Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan)
  • Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
  • Tidak bergantung pada faktor senggama
  • Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius
  • Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
  • Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
  • Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium)
F.KERUGIAN
Kerugiannya, bila situasi Anda berubah dan ingin punya anak, peluang Anda sangat kecil. Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik bila Anda akan menjalani operasi ini. Jangan memutuskan ketika Anda sedang kalut atau krisis. Bila Anda memiliki keraguan, diskusikan dengan dokter dan pasangan Anda.
G.KETERBATASAN
  • Harus dipertimbangkan sifat mantap metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan rekanalisasi
  • Klien dapat menyesal di kemudian hari
  • Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
  • Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
  • Dilakukan oleh dokter terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi untuk proses laparoskopi)
  • Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS

H.ISU-ISU KLIEN
  • Klien mempunyai hak untuk berubah pikiran setiap waktu sebelum prosedur ini
  • Informed consent harus diperoleh dan standard consent form harus ditanda-tangani oleh klien sebelum prosedur dilakukan

I.EFEK SAMPING

Reaksi alergi anestesi
Penanggulangan KIE:
Menjelaskan sebab terjadinya bahwa adanya reaksi hipersensitif atau alergi karena
masuknya larutan anestesi lokal ke dalam sirkulasi darah atau pemberian anestesi
lokal yang melebihi dosis
Reaksi ini dapat terjadi pada saat dilakukan tindakan operasi baik operasi besar atau
kecil.
Infeksi atau abses pada luka
Penanggulangan KIE:                
Menjelaskan sebab terjadinya karena tidak terpenuhinya standar sterilitasi alat operasi
dan pencegahan infeksi, atau kurang sempurnanya teknik perawatan luka pasca
operasi.
Gejala ini umumnya terjadi karena kurang diperhatikannya strerilitas alat dan
ruangan, kurang sempurnanya persiapan operasi teknik dan perawatan luka pasca
operasi.
Perforasi rahim
Penanggulangan KIE :
Menjelaskan sebab terjadinya dikarenakan elevator rahim didorong terlalu kuat
kearah yang salah, teknik operasi yang cukup sulit dan peralatan yang kurang
memadai, serta keadaan anatomi tubuh yang rumit (biasanya posisi rahim
hiperretrofleksi, adanya perlengketan pada rahim, pasca keguguran)
Terangkan mengenai teknik yang dipakai pada tubektomi serta anatomi tubuh
manusia
Perlukaan kandung kencing
Penanggulangan KIE :
Menjelaskan sebab terjadinya dikarenakan tidak sempurnanya pengosongan kandung
kencing
Terangkan mengenai teknik yang dipakai pada tubektomi serta anatomi tubuh
manusia
Perlukaan usus
Penanggulangan KIE :
Menjelaskan sebab terjadinya karena tindakan yang tidak sesuai prosedur, teknik
operasi yang cukup sulit dan peralatan yang kurang memadai, serta keadaan anatomi
tubuh yang rumit
Terangkan mengenai teknik yang dipakai pada tubektomi serta anatomi tubuh
manusia
Perdarahan mesosalping
Penanggulangan KIE :
Menjelaskan sebab terjadinya karena terpotongnya pembuluh darah di daerah
mesosalping

J.YANG DAPAT MENJALANI TUBEKTOMI
  • Usia >26 tahun
  • Paritas>2
  • Yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya
  • Pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius
  • Pasca persalinan
  • Pasca keguguran
  • Paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini

K.YANG TIDAK BOLEH MENJALANI TUBEKTOMI (KONTRAINDIKASI)
  • Hamil
  • Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan
  • Infeksi sistemik atau pelvik yang akut
  • Tidak boleh menjalani proses pembedahan
  • Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan
  • Belum memberikan persetujuan tertulis
  • Laparoskopi juga tidak boleh dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung dan paru yang berat
  • Jika ada permintaan sterilisasi saat persalinan dan ternyata timbul komplikasi ada ibu atau janin maka permintaan tersebut bisa di tolak

L.WAKTU DILAKUKAN
  • Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tidak hamil
  • Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi)
  • Pascapersalinan; minilap di dalam waktu 2 hari atau hingga 6 minggu atau 12 minggu, laparoskopi tidak tepat untuk klien pascapersalinan
  • Pascakeguguran; Triwulan pertama (minilap atau laparoskopi), Triwulan kedua (minilap saja)







BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Bahwa tubektomi adalah KB yang 99% efektif. Hanya 1 dari 200 wanita yang disterilisasi namun kemudian hamil. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup. Dengan kategori ;
  • Sangat efektif dan mantap
  • Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana
  • Tidak ada efek samping
  • Konseling dan informed consent (persetujuan tindakan) mutlak diperlukan
Keuntungan tubektomi :
  • Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan)
  • Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
  • Tidak bergantung pada faktor senggama
  • Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risik kesehatan yang serius
  • Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
  • Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium)
Kontraindikasi :
  • Hamil
  • Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan
  • Infeksi sistemik atau pelvik yang akut
  • Tidak boleh menjalani proses pembedahan
  • Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan
  • Belum memberikan persetujuan tertulis
  • Laparoskopi juga tidak boleh dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung dan paru yang berat
  • Jika ada permintaan sterilisasi saat persalinan dan ternyata timbul komplikasi pada ibu atau janin maka permintaan tersebut bisa di tolak




DAFTAR PUSTAKA
Arjoso, S. 2003. Umpan Balik Laporan Pencapaian Program KB Nasional Propinsi Jawa Timur. Surabaya : BKKBN.
Elizabeth, Hurlock. 1997. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.
Yusuf, A. 2005. Keluarga Berencana. http://www.google.com. BKKBN, diakses : 13 Juli 2006.



























ASUHAN KEBIDANAN TERHADAP NY.S
DI RS MEKAR ABADI


I. PENGKAJIAN
A. BIODATA
Tanggal           : 26-11-2009
Pukul               : 08.00 WIB

Nama Ibu                    : Ny. “S”                                 Nama suami    : Tn. “D”
Umur                           : 33 tahun                                Umur               : 37 tahun
Pendidikan                  : sarjana                                   Pendidikan      : sarjana
Pekerjaan                     : guru                                       Pekerjaan         : Swasta
Agama                         : Islam                                     Agama             : Islam
Alamat                                    : Bandung baru Rt:2 Rw 3      Alamat                        : Bandung baru Rt:2 Rw 3

B. DATA SUBYEKTIF
Alasan berkunjung      : ingin konseling tentang kb
1. Keluhan utama
-Ibu mengatakan tidak ingin mempunyai anak lagi
-Ibu belum pernah ikut KB apapun sebelumnya
-Ibu ingin mengikuti KB tubektomi

2. Riwayat perkawinan
 Kawin Berapa kali     : 1 x
Lama perkawinan        : 7 thn
Umur saat nikah          :20thn
Perkawinan yang ke    :1(pertama)
Usia saat kawin           : 26 tahun
Status perkawinan       : syah

3.Riwayat Menstruasi
Menarche        : 12 tahun
Siklus / lama    : 28 hari / 7  hari
Banyak nya     :40cc
Sifat                :encer
Disminorhea    : tidak pernah
Flour albus      : tidak pernah
Haid terakhir   :23 11 2009

4.Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Ket
Kehamilan
Usia kehamilan
Jenis
Penolong
Tempat
JK
A-S
BB
PB
Penyulit
Mx
Laktasi
1
2
3
9 bln
9 bln
9 bln
SC
SC
SC
Dokter
Dokter
Dokter
RS
RS
RS
P
P
L
-
2650
3200
3200
51
KPD
-
-
5 thn
17 bln
1 hr

5.Riwayat kb
  *Riwayat kb sebelumnya
            a.metode kb                            :tidak ada
            b.usia menggunakan kb           : tidak ada
            c.di gunakan pada saat            :
                        -post partum                :tidak ada
                        -post abortus               :tidak ada
                        -post menstruasi          :tidak ada
                        -ganti cara                   :tidak ada
            d.lama metode kb yang digunakan
                        -alasan berhenti kb      :tidak ada
                        -tempat pelayana kb    :tidak ada
                        -petugas kb                  :tidak ada
            f.BB sebelum dan sesudah memakai kb:
                        -sebelum                      :50kg
                        -sesudah                      :tidak ada
  *Riwayat penyakit sekarangdan lalu            :
            -hepatitis                                 :tidak ada
-hipertensi                               : tidak ada
            -deabetes militus                     : tidak ada
            -jantung                                   : tidak ada
            -kelainan                                  :tidak ada
            -TBC                                       : tidak ada
            -kangker                                  : tidak ada
  *pola kegiatan sehari-hari: menyapu,mengpel,masak,dan mencuci.
            a.Pola nutrisi makan dan minum
                        -frekuensi                    : makan:3x sehari        minum:7-8gelas/hari
                        -jenis                            :nasi,sayuran,lauk pauk dan air putih
                        -jumlah                        :porsi cukup
b.pola eliminasi                       :
*BAK
-warna                         :kening jernih
-bau                             : khas
-kontipasi                    :encer
-frekuensi                    :3x sehari
*BAB
-warna                         :kuning
-bau                             :khas
-konstipasi                   :padat
-frekuensi                    :2x sehari
  *pola aktifitas sehari-hari
1.) Person                        1.) personal hygiene: Ibu mandi 2 x sehari, keramas 2 hari sekali dan gosok gigi 2x sehari, ganti celana dalam tiap kali mandi dan lembab
                                         2.) Aktivitas: Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti : memasak, menyapu, mencuci.
  *pola istiharat  dan tidur                   : Ibu tidur malam + 8 jam dan tidur siang + 1 jam
  *pola seksual                                     : Selama   berhubungan tidak ada keluhan.

6. Riwayat social budaya                    :
·         Dalam lingkungan tidak ada kepercayaan yang menghambat untuk mengikuti KB. Ibu dan   suami berasal dari suku Jawa.
7.Riwayat psikososial                         :
  • Ibu mengatakan suami dan keluarga memberi dukungan atas keputusan yang diambil oleh ibu
  • Ibu mengatakan sudah cukup mempunyai 3 anak dengan kehamilan ini

B.DATA OBJEKTIF

1. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan umum
Tanda-tanda vital
*                 Tensi          : 120 / 80 mmHg
*                Nadi           : 84 x / menit
*                Suhu           : 36 oC
           Respirasi      : 20 x / menit
b. Pemeriksaan khusus
Inspeksi
§  Kepala :kulit kepala bersih, rambut warna hitam, tidak rontok.
   §  Muka       : Tidak pucat, tidak oedem, tidak ada jerawat
   §  Mata        : conjungtiva tidak anemis, sclera tidak icterus
   §  Hidung    : simetris, bersih, tidak ada polip
   §  Mulut       : tidak cyanosis, tidak stomatitis
   §  Axilla       : tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe
   §  Mammae : tidak terdapat benjolan abnormal
   §  Abdomen        : terdapat luka bekas operasi,arcites tidak ada
   §  Ekstrimitas : tidak oedema, tidak varices, simetris
                 
                  Palpasi
  §  Mammae         : tidak terdapat benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan
  §  Abdomen        : tidak terdapat benjolan abnormal
         §   Ekstremitas    : tidak oedem, tidak terdapat varices pada ekstrimitas atas dan bawah

Perkusi : reflek patella kanan(+)/kiri (+)

2. Pemeriksaan penunjang : laboratorium darah lengkap
Hb                   : 9 gr%

II. INTERPRETASI DATA DASAR
Diagnosa : Akseptor baru KB tubektomi
DS : - Ibu mengatakan sebelumnya tidak pernah ikut KB
- Ibu mengatakan tidak ingin punya anak lagi
- Ibu ingin mengikuti KB mantap (tubektomi)

DO : - Pada palpasi
*                    Muka            : tidak odem
            Mata              : conjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus
*                  Abdomen      : terdapat luka bekas operasi,terdapat striae
           
- TTV
    Tensi  : 120 / 80 mmHg
    Nadi  : 84 x / menit
  Suhu  : 362 oC
    Respirasi : 20 x / menit

Masalah : tidak ada

Kebutuhan :tidak ada

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL
Tidak ada

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
            Kolaborasi dengan dokter SPOG

V. INTERVENSI
1. Konseling tentang tubektomi yaitu tentang manfaat, keterbatasan ,waktu melakukan tubektomi, yang dapat atau tidak dapat menjalani tubektomi
R: Agar ibu mengerti benar tentang tubektomi dan meyakinkan pilihannya
2. Berikan informed consent
R;Sebagai tanda persetujuan agar tidak memberatkan bidan
3. Tanyakan kembali pada ibu apakah sudah mantap memilih metode kontrasepsi tubektomi
R:Untuk melakukan tindakan selanjutnya
4. Siapkan ibu menjelang tindakan operatif
 R; Untuk menjaga keadaan ibu tetap baik
5. Berikan HE pada ibu
  R:Agar ibu tidak merasa nyeri dan tindakan operatif berguna maksimal

     VI. IMPLEMENTASI

Tanggal : 26-11-2009             
Jam : 09.00 WIB

1. Memberikan konseling tubektomi yaitu :
Manfaat kontrasepsi
      ·         Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan)
      ·         Tidak mempengaruhi proses menyusui
      ·         Tidak bergantung pada factor senggama

      -          Non Kontrasepsi
                                    ·         Berkurangnya risiko kanker ovarium

Keterbatasan
      ·         Harus diperhitungkan sifat permanent metode ini
      ·         Resiko komplikasi kecil
      ·         Tidak melindungi diri dari IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS

Yang dapat menjalani tubektomi
      ·         Usia > 26 tahun
      ·         Paritas > 2
      ·         Yakin telah mempunyai besar keluarga sesuai kehendaknya

Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
      ·         Hamil atau dicurigai hamil
      ·         Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan
      ·         Infeksi sistemik

Kapan Dilakukan
      ·         Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila tidak hamil
      ·         Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi)
      ·         Bersamaan dengan SC
                                                           
2.      Memberikan informed consentsebagai persetujuan dari klien dan suami
      3.      Menanyakan kembali pada ibu apakah sudah mantap memilih metoe kontrasepsi tubektomi
      4.      Menyiapkan ibu menjelang tindakan operatif yaitu ;
      -          memasang infuse
      -          memasang cateter tetap
      -          melakukan skeren
5. Memberikan HE pada ibu pasca tindakan operatif :
·         Jagalah luka operasi tetap kering hingga pembalut dilepaskan. Mulai lagi aktivitas normal secara bertahap
·         Hindari hubungan intim hingga merasa cukup nyaman.
·         Hindari mengangkat benda-benda berat dan kerja keras selama 1 minggu
·         Kalau sakit miinumlah 1 atau 2 tablet analgesic setiap 4-6 jam
·         Jadwalkanlah sebuah kunjungan pemeriksaan secara rutin antara 7-14 hari setelah pembedahan
·         Kembalilah setiap waktu apabila anda menghendaki perhatian tertentu


VII. EVALUASI
Tanggal : 26-11-2009                                              
Jam : 10.00 WIB

  v  Ibu mengerti penjelasan dari bidan
  v  Ibu mantap memilih metode kontrasepsi tubektomi
  v  Ibu berharap semoga operasinya berjalan lancar







LAMPIRAN


Didalam mobil angkot ada sepasang suami istri yaitu ibu zelta dan bapak rika,yang sedang menuju ke tempat bidan.
Zelta    :”pak gimana ini lama sekali sampainya, aku ini sudah mual pak naik mobil ini, bosan aku duduk-duduk saja”
Rika     :”sabar toh buk sebentar lagi juga sampai”
Zelta    :”kau itu ngomong saja pak, kau tak rasa aku ini mual”
Rika     :”buk kau itu yang ngomong saja. Sudah diam malu dilihat orang,banyak orang ini”
narni    :”cerewet sekali ya ibuk itu,kalau aku jadi suaminya sudah aku cerai saja”
Umi     :”ia,..bodoh saja suaminya haha…haaa”
Zelta    :”hem...”
narni & umi     :”hehehe...buk”
Setelah itu ibu zelta dan bapak rika sudah sampai dirumah bidan silvi
Zelta & rika     : “assalamualaikum buk ibuk”
Zelta                :”mana ini pak bidannya …lama saja aku sudah tak tahan ingin masuk kerumah ini”
rika                  :”buk diam buk kau jangan malu-malukan aku, dari tadi bicara tidak henti-henti”
beberapa saat kemudian asisten buk silvi  membuka pintu rumahnya
narni                :”ia buk…silahkan masuk silahkan duduk”
zelta                :”ia terimakasih buk, ayok pak duduk ngapain diam saja”
bidan silvi        :”selamat pagi, darimana ya buk ? sepertinya jauh sekali”
zelta                :”ia buk saya dari desa kiri pelosok sana, jauh jalannya,mana jelek,jarang ada
                              mobil lama nuggunya,ia kan pak”
rika                  :”ia buk bidan”
bidan silvi        :”oo,ia buk jauh sekali ya,ibu siapa namanya, adakah yang bisa saya bantu?”
zelta                :”begini buk saya ini sudah tua anak saya itu sudah 11 orang, lah saya ni orang
                               susah buk ,mau makan aja susah sekali,sehari hari saja saya makan singkong
                               aku sudah gx tahan punya anak lagi”
bidan silvi        :”ibuk dan bapak benar-benar sudah siap untuk tidak mau mempunyai anak     lagi?sudahkah sepakat?”
rika                  :”sudah buk bidan saya sudah siap,saya tidak mempunyai penghasilan yang     cukup ntuk menghidupi anak-anak saya, saya hanya sebagai buruh tani”
zelta                :”buk aku mau kb yang operasi-operasi itu buk yang kata orang2 mah gx     bisa punya anak lagi”
bidan silvi        :”baik bapak dan ibuk saya akan menjelaskan kb yang ibu maksud,kb yang ibuk maksud ialah kb MOW atau kb operasi wanita yang mana pada daerah yang       selama ini dapat dilalui oleh sperma itu di potong,atau di ikat,jika kb ini dilakukan  maka ibu tidak dapat mempunyai anak”
zelta                :”jadi kapan saya akan  melakukan operasi itu bu”
bidan silvi : kalau begitu ibu menggunakan  kontrasepsi permanen untuk menghentikan  kesuburan seseorang perempuan secara permanen, untuk menghalangi sel telur dan sperma tidak bisa masuk ke dalam rahim ibu atau disebut dengan TUBEKTOMI
zelta : nah itu bagaimana caranya bu?
Bidan silvi: sel telur itu bisa ditutup dengan mempergunakan seperti  cincin dengan memotong atau mengikatnya
zelta: terus itu sakit gak bu?
 bidan silvi: tidak bu, karena sebelumnya ibu akan di bius  dilakukan pembedahan. Jadi ibu tidak akan merasakan sakit.
zelta: jadi seperti itu ya bu.. ya sudah saya mau kontrasepsi itu sajalah…
bidan silvi : kalau itu alasannya baiklah bu,,,ngomong-ngomong apakah sudah mendapat persetujuan dari(keluarga)bapak dan kedua anak ibu??
Bidan zelta: sudah bu,,, tapi tidak tahu juga kalau mereka berubah fikiran bu
rika: saya mah setuju – setuju saja bu,, selama itu demi kebaikan istri saya dan tidak mengganggu pada saat hehem bu,,,Hehehe,,
     
Bidan silvi : tenang saja pak,,,,,, tubektomi itu tidak mengganggu saat ibu dan bapak berhubungan  badan dan tubektomi ini Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan) jadi ibu dan bapak dapat melakukan hubungan tanpa khawatir akan  hamil
      rika: oh, jadi begitu ya bu bidan
bidan silvi: iya itu manfaat dari tubektomi ,, nah suami ibu sudah setuju lalu bagaimana dengan adek – adek manis ini  Jadi saya akan memberitahu hal – hal yang tidak boleh dilakukan tubektomi apakah ibu   Hamil atau tidak??
zelta : tidak bu,,, kemarin baru saja selesai haid
Bidan silvi: apakah ibu sudah mengetahui kapan saat  dilakukannya tubektomi???
Ibu umi : belum bu..
Bidan silvi:  kalau begitu saya akan menjelaskan kapan     sebaiknya dilakukan tubektomi yaitu  Setiap     waktu  selama siklus menstruasi apabila tidak hamil selain   itu  Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi
zelta: ok deh bu
bidan silvi: saya akan menanyakan kembali apakah ibu sudah
  mantap memilih metode kontrasepsi tubektomi?? Karena bila situasi Anda berubah dan ingin punya anak, peluang Anda sangat kecil. Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik bila Anda akan menjalani operasi ini. Jangan memutuskan ketika Anda sedang kalut
Ibu Silvi: iya bu saya sudah mantap
Bidan zelta: saya juga akan memberitahu ibu setelah dilakukan
                  tubektomi nanti ibu itu harus :

                         ·         menjaga luka operasi tetap kering hingga pembalut
                     dilepaskan. Mulai lagi aktivitas normal secara
                      bertahap
                ·         Hindari hubungan intim hingga merasa cukup
                          nyaman.
                ·         Hindari mengangkat benda-benda berat dan
                         kerja keras selama 1 minggu
                   ·         Kalau sakit minumlah 1 atau 2 tablet analgesic     setiap 4-6 jam
            ·       Jadwalkanlah sebuah kunjungan pemeriksaan
             secara  rutin  antara 7-14 hari setelah pembedahan
                  ·         Kembalilah setiap waktu apabila anda       
                     menghendaki     perhatian tertentu
Ibu Silvi: baik bu kalau begitu .
Bidan zelta: terimakasih atas kunjungan ibu
Ibu Silvi: seharusnya saya sekeluarga yang harus berterimakasih
             ke ibu bidan (sambil berjabat tangan dan tersenyum)


Related Post