Pengertian Sistem Perkemihan

Posted by Lryan Rc


System perkemihan merupakan suatu system dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat – zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat – zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat – zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin ( air kemih).

Pengertian Infeksi Saluran Kemih ( ISK) :
Infeksi bakteri pada saluran kemih terluar ( pembuangannya) sampai keginjal. Infeksi yang sering terjadi adalah infeksi ginjal dan infeksi uretra.

Macam – macam ISK :
A.Bakteriuria tanpa gejala, terdiri dari :
- Peningkatan kejadian anemia dalam kehamilan
- Persalinan premature
- Gangguan pertumbuhan janin
- Preeklamsia

B.Bakteriuria dengan gejala, terdiri dari :
- Sistitis : peradangan kandungan kemih tanpa disertai radang bagian atas saluran kemih.
- Sindrom nefrotik : suatu kumpulan gejala terdiri atas udem , proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolestrolmia.
- Glomeruloneferitis kronika : penyakit yang sudah diderita oleh ibu hamil beberapa tahun sebelumnya.karena itu pada pemeriksaan kehamilan pertama dapat dijumpai proteinuria, sediman yang tidak normal dan hepertensi.
- Pielonefritis akuta : merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai dalam kehamilan, dan frekuensinya kira –kira 2 % terutama pada kehamilan terakhir dan pemulaan masa nifas.

Cara mendeteksi ISK :
Gejala infeksi saluran kemih pada setiap orang memang tidak selalu sama, diantaranya :
• Merasakan terbakar ketika buang air kecil
• Terasa selalu ingin buang air kecil setiap 30 – 60 menit
• Merasa seolah – olah ingin buang air kecil kembali
• Serta mungkin terlihat sedikit darah pada air seninya yang baunya sangat menyengat

Penyebab ISK :
Lemahnya pertahanan tubuh telah menyebabkan bakteri dari vagina, perineum, rectum, atau dari pasangan, masuk kedalam saluran kemih. Bakteri itu kemudian berkembang biak disaluran kemih sampai kekandung kemih, bahkan bisa sampai keginjal.

Perubahan hormone pada wanita hamil juga meningkatkan resiko menderita infeksi saluran kemih, seperti :
• Riwayat kesehatan pasien yang pernah mengalami infeksi tersebut
• Adanya batu ginjal
• Adanya ketidaknormalan pada saluran kemih orang yang bersangkutan.

Pengaruh ISK terhadap janin :
Wanita hamil yang mengalami infeksi saluran kemih dapat menyebabkan :
• Infeksi ginjal yang dapat mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran premature
• Infeksi pada dinding rongga amnion ( ketuban), sehingga dapat menyebabkan ketuban pecah dini yang akibatnya dapat meningkatkanrisiko infeksi pada janin.

Upaya untuk mencegah ISK :
o Minumlah banyak cairan minimal 8 gelas air putih sehari
o Segera buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual
o Jika membersihkan kotoran bersihkan dari arah depan kebelakang, agar kotoran dari dubur tidak masuk kedalam saluran kemih
o Periksakan air seni secara rutin selama kehamilan
o Jangan terlalu lama menahan keinginan buang air kecil.

Posted in:

Anemia akibat defesiensi besi untuk sisntesis Hb merupakan penyakit darah yang paling sering pada bayi dan anak. Frekuensinya berkaitan dengan aspek dasar metabolisme besi dan nutrisi tertentu. Tubuh bayi baru lahir mengandung kira-kira 0,5 g besi, sedangkan dewasa kira-kira 5 g. untuk mengejar perbedaan itu rata-rata 0,8 mg besi harus direabsorbsi tiap hari selama 15 tahun pertam kehidupan. Disamping kebutuhan pertumbuhan ini, sejumlah kecil diperlukan untuk menyeimbangkan kehilangan besi normal oleh pengelupasan sel, karena itu untuk mempertahankan keseimbangan besi positif pada anak, kira-kira 1 mg besi harus direabsorbsi setiap hari.

Prevalens anemia defisiensi besi (ADB) pada anak masih tinggi.Pada anak sekolah dasar berumur 7-13 tahun di Jakarta (1999) dari seluruh jenis anemia yang diderita,50% di antaranaya menderita ADB.
ADB memberikan dampak negatif kepada tumbuh-kembang anak.Hal ini disebabkan karena defisiensi besi selain dapat mengakibatkan komplikasi yang ringan antara lain kelainan kuku (kolonikia),atrofi papil lidah,glositis dan stomatitis yang dapat sembuh dengan pemberian besi,dapat pula memberikan komplikasi yang berat misalnya penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi,gangguan prestasi belajar,atau gangguan mental yang lainnya yang dapat berlangsung lama bahkan menetap.Oleh karena itu pengobatan terhadap defisiensi besi harus dimulai sedini mungkin.Demikian juga tindakan pencegahannya

Anemia Defisiensi besi adalah kadar besi dalam tubuh dibawah nilai normal. Pada tahap awal kita akan menemukan cadangan besi tubuh yang berkurang. Kemudian jika kekurangan berlanjut kadar besi dalam plasma akan berkurang. Pada akhirnya proses pembentukan hemoglobin akan terganggu dan menyebabkan anemia defisiensi besi.

Anemia yang disebabkan kekurangan besi untuk sintesa Hemoglobin.

Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pamatangan eritrosit.

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya mineral Fe sebagai bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit

2.2 Etiologi

Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan zat besi, gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan menahun :

1. Kehilangan besi akibat perdarahan menahun yang dapat beasal dari :

- Saluran cerna à Akibat dari tukak peptik kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cacing tambang

- Saluran genetalia wanita à menoragi atau metroragi

- Saluran kemih à hematuria

- Saluran nafas à hemoptoe

2. Faktor nutrisi à akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan atau kualitas besi yang tidak baik (makanan banyak mengandung serat, rendah vitamin C, dan rendah daging)

3. Kebutuhan besi meningkat à seperti pada prematuritas anak dalam masa pertumbuhan dan kehamilan

4. Gangguan absorpsi besi à gastrekotomi, kolitis kronis



2.3 Patofisiologi

Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan besi sehingga cadangan besi semakin menurun. Apabila cadangan kosong, maka keadaan ini disebut iron depleted state. Apabila kekurangan besi berlanjut terus, maka penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang. Sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi anemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut iron deficien erythropoesis. Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer, sehingga disebut iron deficiency anemia. Pada saat ini juga terjadi kekurangan besi pada epitel serta pada beberapa enzim yang dapat menimbulkan gejala pada kuku epitel mulut dan faring, serta berbagai gejala lainnya

Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb). Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari pada biasa sehingga timbul anemia hipokromik mikrositik.

1. Jumlah efektif eritrosit berkurang menyebabkan jumlah O2 ke jaringan berkurang

2. Kehilangan darah yang mendadak (> 30%) mengakibatkan pendarahan menimbulkan simtomatologi sekunder hipovolemi dan hipoksia

3. Tanda dan gejala: gelisah, diaforesis (keringat dingin), takikardi, dyspne, syok

4. Kehilangan darah dalam beberapa waktu (bulan) sampai dengan 50% terdapat kompensasi adalah:

ü Peningkatan curah jantung dan pernafasan

ü Meningkatkan pelepasan O2 oleh hemoglobin

ü Mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela-sela jaringan, redistribusi aliran darah ke organ vital.

Salah satu tanda yang sering di kaitkan dengan anemia adalah pucat, ini umumnya sering di kaitkan dengan volume darah, berkurangnya hemoglobin dan vasokontriksi untuk memperbesar pengiriman O2 ke organ-organ vital. Karena faktor-faktor seperti pigmentasi kulit, suhu dan kedalaman serta distribusi kapiler mempengaruhi warna kulit maka warna kulit bukan merupakan indeks pucat yang dapat diandalkan. Warna kuku, telapak tangan dan membran mukosa mulut serta konjungtiva dapat digunakan lebih baik guna menilai kepucatan.

Anemia
- Cepat lelah
- Wajah pucat
- Sulit bernafas
- Seperti ingin pingsan
Anemia
- Abortus
- Lahir prematur
- Rentan infeksi
- Kematian bayi pada kandungan
- Kematian bayi pada usia sangat muda
- Cacat bawaan

Related Post