Makalah Membaca Intensif, Membaca Kritis, Membaca Ide

Posted by Lryan Rc

Membaca Intensif, Membaca Kritis, Membaca Ide




Di susun Oleh :


• Richy Lerian



( KELAS K )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI PBSI
UNIVERSITA AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2011
Kata Pengantar


Kita harus menyadari bahwa membaca mempunyai perana sosial yang amat penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa. Mengapa? Pertama, membaca itu merupakansuatu alat komunikasi yang sangat diperlukan dalam masyarakat berbudaya. Kedua, bahan bacaan yang dihasilkan dalam setiap kurun zaman sejarah sebagian besar dipengaruhi oleh latar belakang sosial tempat berkembangnya itu. Ketiga, sepanjang masa yang terekam, membaca telah membutuhkan sua kutub yang amat berbeda. Di satu pihak, membaca itu telah bertindak sebagai suatu daya pemersatu yang ampuh, yang cenderung mempersatukan kelompok-kelompok sosial dengan memberikan pengalaman-pengalaman umum yang seolah-olah dialami sendiri dengan menanamkan sikap-sikap, ide-ide, minat-minat dan aspirasi-aspirasi umum. Membaca telah membuahkan kutub-kutub baik yang konstruktif maupun yang destruktif. Karena itulah masalah yang kita hadapi kini adalah menentukan cara-cara agar membaca itu dapay dengan baik. Dalam mencari kebutuhan dasar demi pembangunan (bangsa dan negara kita), kita tonjolkan dan hargai kesimpulan(seorang profesor) tokoh dari Heindelbergh mrngenai tugasnya: belajar membaca dan mengajar bahasa. Calon guru dan guru harus belajar membaca dan mengajar membaca intensif. Ini mutlak tuntuna profesi mereka. Mereka harus belajar membaca untuk menerapkan sendiri ilmu pengetahuan mereka sendiri; dan mereka harus mengajar untuk menerapkan ilmu pengetahuan mereka pada para siswa mereka harapan nusa dan bangsa masa depan. Masa sepan yang lebih cerah dan ceria. Taraf minat membaca juga akan mempengaruhi keterampilan mebaca seseorang yang akan belajar tahapan membaca. Supaya tidak magak berlebihan mahasiswa kita harus tutut pula menentukan taraf kemajuan masa depan bangsa kita. Hal itu perlu diucamkan benar-benar dalam hati Membaca juga tidak lepas dari keterampilan membaca. Keterampilan membaca sangat berhubungan antara berbicara dan membaca, dan hubungan antara ekspresi lisan dan ekspresi Tulis.membaca itu adalah suatu keterampilan, yang didalamnya itu ada terdapat aspek-aspek membaca. Membaca juga harus mempuyai tahap-tahapan perkembangan untuk melakukan suatu tekhnik membaca.
Dalam pembahasan ini akn membahas Keterampilan membaca. Yang di dalam ketermpilan membaca itu banyak terdapat bagian-bagian tahap membaca. Keterampilan yang ditulis adalah keterampilan membaca intensif, keterampilan membaca kritis, dan keterampilan membaca ide.










DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................
A. Membaca Intensif ............................................................................................
1. membaca telaah isi .......................................................................................
2. membaca telaah bahasa ...............................................................................


B. Membaca Kritis ..............................................................................................
1. Memahami maksud penulis .........................................................................
2. Memanfaatkan kemampuan membaca dan berfikir kritis ..........................
3. Memahami organisasi dasar tulisan ...........................................................
4. Menilai penyajian pengarang .....................................................................
5. Menerapkan prinsip-prinsip kritis .............................................................
6. Meningkatkan minat baca .........................................................................
7. Prinsip-prinsip memilih bahan bacaan ......................................................


C. Membaca Ide ...................................................................................................
1. Hubungan Membaca Ide .............................................................................
2. Manfaat Membaca Ide ...............................................................................
3. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Ide..............................


KESIMPULAN ..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................
















A. MEMBACA INTENSIF
Yang dimaksud membaca Intensif adalah cara membaca sungguh dan terus-menerus untuk memanami isi bacaan. Kuesioner , latihan-latihan pola kalimat, latihan kota bahasa, telaah kata-kata, dikte, dan diskusi umum merupakan bagiandan teknik membaca intensif.
Yang termaksud ke dalam kelompok membaca intensif ialah:
A. Membaca Telaah Isi :

1. Membaca Teliti
Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
Keterampilan yang dibutuhkan :
- kemampuan survey yang cepat.
membaca secara seksama dan membaca ulang paragraf untuk menemukankalimat-kalimat judul dan perinciannya


- menemukan hubungan antara setiap paragraf.
setiap paragraf memiliki satu pikiran pokok. Paragraf dikembangkan dengan cara:
• mengemukakan alasan
• mengutarakan perincian-perincian
• mengetengahkan satu contoh atau lebih
• memperbandingkan atau mempertentangkan dua hal

- Membaca teks yang lebih panjang.
Untuk membaca teks yang lebih panjang perlu dikembangkan kemampuanmenghubungkan antara setiap paragraf, juga ketelitian membedakan paragraf yangmemuat gagasan-gagasan utama atau hanya memerinci saja.

2. Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of fiction).

3. Membaca Kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana, mendalam, evaluatif, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna baris-baris, makna antar baris, maupun makna balik baris.

4. Membaca Ide
Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.

5. Membaca Kreatif
Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari.












B. Membaca Telaah Bahasa :

1. Membaca Bahasa (Foreign Language Reading)
Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary)

2. Membaca Sastra (Literary Reading)
Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra.


Perlu ditegaskan bahwa membaca membaca intensif menyatakan hakikat keterampilan-keterampilan yang terlihat yang paling panjang diutamakan atau paling menarik perhatian kita, tetapi hasil-hasilnya; dalam hal itu suatu pengertian yang terperinci ,terhadap hitam atau aksara diatas kertas. Membaca intensif pada hakikatnya memerlukan teks panjangnya tidak lebih dari 500 kata. Tujaun utama untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks , pola-pola simbolnya; nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan sosial, pola-pola sikap dan tujuan sang pengarang, dan juga sarana-sarana linguistik yang dipergunakan untuk mendapatkan tujuan.
Erat berhubungan dengan pemahaman ini adalah kecepatan membaca. Jelas sekali terlibat bahwa kecepatan akan menurun kalau kedalaman serta keterperincian pemahaman semangkim bertambah, semangkin meningkat, tetapi jangan pula melupakan bahwa ada faktor-faktor yang lain yang turut campur tangan.dalam hal ini. Faktor-faktor tersebut ialah kejelasan bacan teks itu sendiri. Faktor lain adalah pengenalan pembaca terhadap isi bahan bacaan.
Perlu diingat benar bahwa studi melibat berapa jenis keterampilan lainnya disamping keterampilan membaca. Seorang mahasiswa yang baik akan terlebih dahulu mengadakan survei pendahuluan terhadap apa yang akan ditelaah. Hal ini akan membimbing diauntuk memformulasikan serangkaian pertanyaan mengenai subyek yang akan ditelaah; baru kemudian dia membaca sekilas (skiming). Sebagian lagi dengan membaca intensif untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dan mencatat jawaban-jawaban yang diinginkan pada waktu yang mendatang.
Urutan operasi-operasi ini mengambarkan teknik studi yang sudah dikenal dengan nama teknik SQ3R; dan jelas masih banyak lagi yang terlibat dari pada hanya membaya lambat saja. Hal ini adalah tugas dan kewajiban setiap guru untuk meningkatkan kecepatan membaca umum.








B. MEMBACA KRITIS
Yang dimaksud membaca kritis adalah membaca untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk tulisan yang akan dikembangkan manfaat yang dapat ketik petik antara lain :
a) Menggali makna yang lebih dari adanya membaca kritis.
b) Sebagai modal bagi mahasiswa untuk memperoleh suatu pengetahuan yang mendalam.
Pertama-tama dalam membaca kritis harus memahami benar-benar bahwa membaca kritis meliputi pengalian lebih mendalam dibawah permukaan, upaya untuk menemukan bukan hanya keseluruhan kebenaran mengenai apa yang dikatakan, tetapi juga menemukan alasan-alasan mengapa sang penulis mengatakan apa yang dikatakannya.
Kedua, membaca kritis adalah modal utama bagi para mahasiswa untuk mencapai kesuksesan dalam studinya. Kebanyakan mahasisea mengalami praktek dalam membaca intensif, walaupun mungkin mereka tidak sadar dan mengetahui pada saat itu.
Pada umumnya membaca kritis menuntut para pembaca agar :
1. Memahami maksud penulis.
2. Memahami organisasi tulisan.
3. Dapat menilai penyajian penulis/pengarang.
4. Dapat menerapkan prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari.
5. Meningkatkan minat baca, kemampuan baca, dan berpikir kritis.
6. Mengetahui prinsip-prinsip pemilihan bahan bacaan.
7. Membaca majalah atau publikasi-publikasi periodik yang serius.
Didalam membaca kritis pembaca dituntut untuk :
a). Memahami maksud penulis.
Dimana kebayakan tulisan memenuhi satu/lebih dari dari ke empat tujuan umumwacana yang memberi tahu, menyakinkan, mengajak, mendesak, menghibur. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memahami maksud penulis :
1. Carilah suatu peryataan mengenai maksud penulis.
2. Perhatikan baik-baik bagaimana penulis tersebut menentukan ruang lingkup pembicaraan.
3. Perhatikan dengan seksama, bagaimana penulis menyajikan organisasi serta penyajiaannya.
4. Carilah dan dapatkan maksud-maksud yang tersirat.
b). Memanfaatkan kemampuan membaca dan berfikir kritis.
Kita dituntut agar sadar akan sikap dan prasangka-prasangka kita sendiri, dan unsur-unsur yang ada pada latar belakang pribadi kita yang mungkin sangat berpengaruh dalam kegiatan membaca. Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Harus yakin kalau membaca adalah untuk memahami apa yang disajikan sebelum kita mengeluarkan pendapat kita mengenai hal tersebut.
2. Setelah yakin, analisislah asumsi-asumsi kita untuk melihat apakah kita berfikir secara objektif atau tidak.
3. Jangan biarkan prasanga-prasangka tersebut membuat kita hanya menginat fakta-fakta serupa.
4. Jangan biarkan kita membuat hal tersebut, karena akan membuat kita kehilangan uraian yang disajikan oleh orang lain.
c). Memahami organisasi dasar tulisan.
Para pembaca harus teliti dalam memperhatikan petunjuk-petunjuk mengenai bah=gaimana cara menyajikan penulis akan membaginya kedalam tiga bagian yaitu:
1. Pendahuluan
2. Isi
3. Kesimpilan
d). Menilai penyajian pengarang.
Harus bisa memberikan suatu penilain terhadap penyajian si pengarang tersebut.kita harus dapat menentukan apakah dia telah mencakup pokok masalah secara memuaskan atau tidak. Pertayaan-pertayaan tersebut diajukan dari berbagai segi antara lain :
1. Segi informasi.
2. Segi logika.
3. Segi bahasa.
4. Segi kualifikasi.
5. Segi sumber informasi yang digunakan oleh pengarang.
e). Menerapkan prinsip-prinsip kritis.
Sebagai warga negara yang dewasa dan matang kita harus membaca. Dengan taraf perbedaan yang tinggi dengan suatu pilihan yang tepat. Pada umumnya kita harus mengikuti perkembangan-perkembangan bahasa.
f). Meningkatkan minat baca.
Untuk meningkatkan minat baca kita harus berusaha untuk :
1. Menyediahkan waktu untuk membaca. Dengan jalan pandai meluangkan waktu yang singkat sehingga kita bisa leluasa untuk membaca.
2. Memilih bacaan yang baik. Bacaan yang baik adalah bacaan yang memilikih manfaat dan kengunaan yang sangat baik untuk pembaca.
g). Prinsip-prinsip memilih bahan bacaan.
Prinsip-prinsip tersebut akan membantu kita untuk mengetahui apakah buku yang disarankan tersebut tidak menyiakn-yiakn waktu kita. Pada umunya banyak orang mencari bacaan dalam bentuk majalah-majalah yang memberi laporan, menafsirkan, mengilhami, dan memperkaya memberikan suatu hiburan bagi kehidupan mereka.






C. MEMBACA IDE
Yang dimaksud membaca ide adalah kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. membaca ide juga merupakan hal yang sangat penting dalam memahami serta menemukan gagasan yang disampaikan oleh penulis pada tulisannya.
Di atas telah dikemukakan tentang pengertian dari membaca. Sedangkan kata ”ide” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita.
Terdapat beberapa pengertian tentang membaca ide, diantaranya yaitu :
Membaca ide juga berarti sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
Membaca ide merupakan mengerahkan kemampuan keterampilan membaca untuk menangkap ide pokok pada sebuah bacaan.
Membaca ide berarti membaca untuk menemukan pikiran, gagasan, cita-cita yang terdapat pada wacana yang dibaca.
Membaca ide merupakan tahapan pertama untuk memajukan pemahaman dari maksud penulis yang terdapat pada tulisannya.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca ide adalah proses membaca yang bermaksud menemukan dan memahami ide, gagasan, cita-cita dan maksud pengarang/penulis yang terdapat pada tulisannya.
Contohnya ketika kita membaca sebuah buku/bacaan. Untuk memudahkan kita mendalami buku/bacaan tersebut, hendaklah kita selalu menemukan ide pokok pada setiap buku/bacaan yang meliputi:
1. Ide pokok buku/bacaan keseluruhan
2. Ide pokok bab/judul
3. Ide pokok bagian bab/sub bab, sub judul
4. Ide pokok paragraf
Ke-empat ide pokok tersebut harus kita temukan dan pahami. Hal ini lah yang disebut dengan membaca ide.
A. Hubungan Membaca Ide dengan Keterampilan Membaca Telaah Isi yang lain (membaca teliti, membaca pemahaman, dan membaca kritis)
1. Hubungannya dengan membaca teliti
Untuk membaca ide pada setiap bacaan tentunya perlu ketelitian yang baik dari pembaca untuk menemukan ide, gagasan pada tulisan yang dibacanya. Maka terlihat jelas membaca teliti merupakan tahapan untuk mencapai/menemukan ide, gagasan dalam bacaan.


2. Hubungannya dengan membaca pemahaman
Bagaimana kita dapat menemukan ide, gagasan dalam tulisan apabila kita tidak memahami bacaan yang kita baca tersebut. Maka membaca pemahamn juga erat hubungannya dengan membaca ide.


3. Hubungnya dengan membaca kritis
Seorang pembaca kritis tidak akan mampu menganalisis suatu bacaan apabila dia sendiri tidak mengetahui/menemukan gagasan, ide yang sebenarnya yang dimaksud oleh penulis. Maka membaca ide adalah salah satu tahapan untuk menjadi pembaca kritis, dan begitu juga sebaliknya.
B. Manfaat Membaca Ide
Orang yang lebih banyak membaca maka akan mempunyai banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman, dan orang yang kaya akan ilmu dan pengalaman akan mudah berbicara atau menulis tentang ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya.
Begitu juga semakin banyak membaca orang akan semakin terampil berbahasa, dan orang yang terampil dalam berbahasa akan semakin cerah dan jelas jalan fikirannya.
Ketika kita membaca sebuah buku, apakah buku tersebut kita baca secara keseluruhan begitu saja? Tanpa tahu apa maksud yang disampaikan si penulis yang mampu memberikan peningkatan kualitas ilmu dan pengalaman kita. Atau kita cukup tahu saja maksud si penulis? Namun tanpa menemukan ide, gagasan, serta cita-cita si penuli dalam tulisannya.
Dalam membaca apa saja, hendaklah kita menemukan ide pokok pada bacaan tersebut. Jangan sampai hanya membuang waktu untuk menekuni detail semua bacaan
Dengan membaca ide memberikan banyak manfaat bagi tercapainya tujuan membaca yang optimal dan mampu membawa kepada peningkatan berbahasa bagi pembacanya.
Dengan membaca ide kita dapat menemukan gagasan, ide yang terkandung pada bacaan dengan cepat dan tepat tanpa membacanya secara keseluruhan secara detail.
Dengan membaca ide atau gagasan pokok maka kita sebenarnya telah menghemat waktu dan tenaga dalam membaca.
C. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca Ide?
Kemampuan membaca ide merupakan keharusan yang dimilki oleh para mahasiswa/pelajar pada khususnya, begitu juga bagi setiap pembaca pada umumnya. Tentunya dengan maksud untuk mencapai tujuan membaca yang optimal.
Untuk menjadi seorang pembaca ide, kita harus menjadi seorang pembaca yang baik (a good raider). Bagaimana untuk menjadi seorang pembaca yang baik?
Berikut ada beberapa cara untuk menjadi sorang pembaca yang baik, yaitu:
1. Mengetahui alasan kenapa dia membaca
2. Memahami apa yang dibacanya
3. Menguasai takhnik kecepatan membaca
4. Mengenal berbagai media cetak
Selain cara di atas ada cara yang lain untuk menjadi seorang pembaca ide, yaitu berusaha menemukan dan menangkap ide pokok. Untuk mendapatkan ide pokok dengan cepat dan tepat kita harus : 1. Berpikir bersama penulis, mengikuti struktur dan gaya penulisannya. 2. Baca dengan mendesak, dengan tujuan mendapatkan ide pokok, secara cepat. 3. Jangan baca kata per kata, melainkan serap ide. 4. Bergerak lebih cepat, tapi jangan kehilangan pengertian. 5. Bacalah dengan cepat, dengan cepat mengerti idenya. Get in, get the thought, and get out. 6. Anda harus melecut diri untuk cepat mencari arti sentral. 7. Kurangi kebiasaan menekuni detail kecil. 8. Cepat bereaksi terhadap pokok dari suatu karangan dengan akurat.

Namun pada dasarnya untuk meningkatkan kemampuan membaca ide tidak ada cara/metode yang paling tepat, karena setiap pembaca harus mengembangkan sendiri strategi ataupun metode-metode untuk membaca ide. Tapi beberapa cara/metode/resep di atas tentunya bisa dicoba.
KESIMPULAN
A. Membaca Intensif
adalah cara membaca sungguh dan terus-menerus untuk memanami isi bacaan. Kuesioner , latihan-latihan pola kalimat, latihan kota bahasa, telaah kata-kata, dikte, dan diskusi umum merupakan bagiandan teknik membaca intensif.
kelompok membaca intensif ialah:
A. Membaca Telaah Isi :
Membaca Teliti, Membaca Pemahaman, Membaca Kritis, Membaca Ide, Membaca Kreatif


B. Membaca Telaah Bahasa :
Membaca Bahasa (Foreign Language Reading), Membaca Sastra (Literary Reading)




B. Membaca Kritis
adalah membaca untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk tulisan yang akan dikembangkan daan bermanfaat.
membaca kritis pembaca dituntut untuk :
1. Memahami maksud penulis.
2. Memanfaatkan kemampuan membaca dan berfikir kritis.
3. Memahami organisasi dasar tulisan.
4. Menilai penyajian pengarang.
5. Menerapkan prinsip-prinsip kritis.
6. Meningkatkan minat baca.
7. Prinsip-prinsip memilih bahan bacaan.


C. Membaca Ide
adalah kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. membaca ide juga merupakan hal yang sangat penting dalam memahami serta menemukan gagasan yang disampaikan oleh penulis pada tulisannya.


Manfaat membaca ide :
Dengan membaca ide memberikan banyak manfaat bagi tercapainya tujuan membaca yang optimal dan mampu membawa kepada peningkatan berbahasa bagi pembacanya.

Related Post